Silent Walking, Cara Sederhana Menenangkan Pikiran Tanpa Gadget

najwa maulidinaDiterbitkan 05 November 2026, 17:20 WIB

Fimela.com, Jakarta - Pernah merasa sulit menikmati waktu berjalan kaki tanpa membuka ponsel atau mendengarkan musik? Kebiasaan membawa gadget ke mana-mana membuat banyak aktivitas terasa kurang lengkap tanpa distraksi. Namun, ada tren sederhana yang justru mengajak seseorang melakukan hal sebaliknya, yaitu silent walking. Aktivitas ini dilakukan dengan berjalan kaki tanpa musik, podcast, panggilan telepon, maupun penggunaan ponsel agar perhatian bisa lebih tertuju pada diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Dilansir dari EatingWell, silent walking merupakan tren berjalan kaki dengan sengaja menjauhkan diri dari ponsel dan perangkat audio. Tidak ada musik, podcast, maupun panggilan telepon yang menemani perjalanan. Seseorang hanya perlu menikmati suara lingkungan sekitar, langkah kaki, serta pikiran yang muncul selama berjalan.

Silent walking kegiatan berjalan kaki dalam keheningan tanpa bergantung pada gadget atau hiburan audio. Tujuannya bukan sekadar menghindari teknologi, melainkan memberi ruang untuk menikmati momen secara lebih sadar. Berbeda dari jalan kaki biasa yang sering ditemani playlist favorit, silent walking mengajak seseorang menikmati suasana tanpa tambahan hiburan digital. Suara kendaraan, angin, langkah kaki, hingga burung di sekitar bisa menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

Tren ini juga menarik karena tidak membutuhkan perlengkapan khusus. Cukup mengenakan sepatu yang nyaman dan memilih tempat berjalan yang aman, siapa pun bisa mencobanya. Aktivitas sederhana ini dapat menjadi jeda kecil dari rutinitas yang terasa penuh distraksi.

2 dari 3 halaman

Manfaat Silent Walking untuk Pikiran, dari Mengurangi Distraksi hingga Melatih Mindfulness

Memberi jeda dari notifikasi dan hiburan digital dapat menjadi kesempatan untuk lebih mengenali pikiran serta perasaan sendiri. (Foto/Dok: Pexels)

Memberi Jeda dari Distraksi Digital

Tanpa disadari, ponsel sering menjadi teman dalam hampir setiap aktivitas. Saat menunggu, makan, hingga berjalan kaki, tangan terasa otomatis ingin membuka layar. Kebiasaan tersebut membuat seseorang jarang menikmati waktu tanpa gangguan informasi. Melalui silent walking, seseorang bisa mencoba mengambil jarak sejenak dari kebiasaan tersebut. Tidak ada notifikasi yang perlu diperiksa atau podcast yang harus didengarkan. Waktu berjalan dapat digunakan untuk beristirahat dari berbagai informasi yang terus masuk sepanjang hari.

Melatih Kesadaran terhadap Momen Saat Ini

Salah satu hal yang bisa dicoba selama silent walking adalah memperhatikan hal-hal sederhana di sekitar. Misalnya, merasakan telapak kaki menyentuh permukaan jalan, mendengarkan suara angin, atau memperhatikan pepohonan yang dilewati. Kebiasaan ini memiliki kemiripan dengan mindfulness, yaitu latihan untuk menyadari pengalaman yang sedang berlangsung tanpa terburu-buru menghakiminya. Ketika pikiran mulai melayang ke pekerjaan atau hal yang belum selesai, cobalah mengembalikan perhatian pada langkah kaki dan napas.

Memberi Ruang untuk Mengenali Perasaan

Berjalan tanpa distraksi juga bisa menjadi kesempatan untuk menyadari apa yang sedang dirasakan. Terkadang, kesibukan membuat seseorang tidak punya banyak waktu untuk memikirkan kondisi dirinya sendiri. Dalam suasana yang lebih tenang, seseorang dapat membiarkan pikiran muncul tanpa harus langsung mencari jawaban. Jika ada hal yang sedang mengganggu, momen ini bisa digunakan untuk mengenalinya secara perlahan.

Meski begitu, silent walking bukan pengganti bantuan profesional untuk masalah kesehatan mental. Aktivitas ini lebih tepat dipandang sebagai salah satu kebiasaan sederhana yang bisa melengkapi rutinitas perawatan diri.

3 dari 3 halaman

Cara Melakukan Silent Walking agar Lebih Nyaman dan Menyenangkan

Tidak harus berjalan jauh, silent walking bisa dimulai dari durasi singkat sambil menikmati suasana di sekitar (Foto/Dok: Pexels)

Pilih Tempat yang Nyaman dan Aman

Untuk memulai silent walking, pilih lokasi yang tidak terlalu ramai dan memiliki jalur pejalan kaki yang aman. Taman, area hijau, atau lingkungan sekitar rumah bisa menjadi pilihan. Jika memungkinkan, cari tempat dengan suasana yang lebih tenang agar pengalaman berjalan terasa lebih nyaman. Tidak harus pergi jauh untuk melakukannya. Berjalan mengelilingi kompleks rumah atau menyusuri taman dekat tempat tinggal juga sudah cukup untuk mencoba kebiasaan ini.

Simpan Gadget dan Mulai dengan Durasi Singkat

Sesuai namanya, silent walking dilakukan tanpa gangguan dari gadget. Jika memungkinkan, tinggalkan ponsel di rumah atau simpan di dalam tas dengan mode senyap. Namun, jika tetap perlu membawanya untuk keadaan darurat, pastikan perangkat tidak terus-menerus diperiksa. Bagi pemula, tidak perlu langsung berjalan selama 30 menit atau lebih. Cobalah mulai dari 5–10 menit terlebih dahulu. Jika sudah terbiasa, durasinya bisa ditambah sesuai kenyamanan dan kondisi tubuh.

Fokus pada Langkah Kaki dan Suasana Sekitar

Selama berjalan, coba perhatikan ritme langkah, napas, dan suara yang terdengar. Tidak perlu memaksakan pikiran agar selalu kosong. Jika muncul berbagai pikiran tentang pekerjaan, hubungan, atau aktivitas harian, biarkan saja dan perlahan kembalikan perhatian pada momen yang sedang dijalani.

Tidak Harus Menjadi Rutinitas yang Kaku

Silent walking bukan tantangan yang harus dilakukan dengan target tertentu. Jika suatu hari ingin berjalan sambil mendengarkan musik, tidak masalah. Begitu pula jika suasana hati sedang kurang mendukung untuk berjalan sendirian.

Pada akhirnya, tujuan dari aktivitas ini adalah memberi ruang untuk menikmati waktu tanpa distraksi. Tidak perlu mengikuti tren secara berlebihan, cukup temukan cara berjalan yang terasa nyaman dan sesuai kebutuhan diri sendiri.