Sukses

Beauty

Mengenal Menstruasi Sejak Dini

Menstruasi. Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Proses yang pasti dialami oleh setiap wanita yang menjelang dewasa dan biasanya sebagai tanda dari masuknya masa pubertas. Nah Ladies, tidak ada salahnya kan jika Anda menyimak lebih detail tentang menstruasi ini?

Seperti yang dijelaskan oleh dr. Joel Juanda T, Sp. OG dari MeetDoctor.com, awal menstruasi ini biasanya terjadi pada wanita berusia 12 hingga 15 tahun. Bahkan ada juga yang mengalaminya pada usia 8 tahun. Hal tersebut dipengaruhi oleh hormon estrogen yang dihasilkan oleh follikel di indung telur sesuai fase follikuler dalam tubuh Anda.

Siklus menstruasi biasanya 28 hari, namun jika ada juga yang telat. Telat selama 7 hari masih dikatakan wajar. Sedangkan lama haid antara 2 sampai 7 hari atau bisa lebih dengan jumlah darah haid normal 10-80 ml. Siklus menstruasi terjadi pada uterus dan ovarium. Siklus pada uterus terdiri dari tiga fase yakni fase sekresi, poliferasi, dan fase haid. Sedangkan siklus pada ovarium terdiri dari fase follikuler, ovulasi, dan sekresi.

Setelah haid hormon estrogen mulai meningkat di rangsang oleh FSH di hypophysis yang dikontrol oleh Hypothalamus. Estrogen yang disekresi  mengakibatkan mulainya penebalan selaput lendir uterus. Hormon estrogen dihasilkan oleh follikel di indung telur sesuai fase follikuler. Estrogen mempunyai efek feedback negatif terhadap hormon LH. Sehingga hormon Hypophyse akan berkurang sekresinya. Sekresi hormon estrogen yang meningkat sampai suatu saat mencapai konsentrasi ambang rangsang yang justru memicu lonjakan sekresi hormon  oleh kelenjar Hypophyse yang di sebut LH surge pada hari ke 12-14 sebelum haid yang akan datang. Sehingga terjadilah ovulasi yang kita kenal sebagai masa subur. Sel telur yang keluar pada saat ovulasi bisa bertahan 24 jam.

Jika tidak terjadi pembuahan oleh sperma, sel telur akan mati terdisintegrasi, dan diserap oleh tubuh. Bekas follikel dominan yang pecah setelah ovulasi akan berubah menjadi Corpus luteum oleh pengaruh LH. Yang nantinya menghasilkan progesteron untuk mempertahankan ketebalan selaput lendir uterus agar sesuai untuk pertumbuhan embrio jika terjadi pembuahan. Corpus luteum akan bertahan lebih kurang 14 hari pada setiap siklus dan itu relatif tetap walaupun panjang siklus berubah.

Jika terjadi pembuahan maka sel sincytiotrophoblas,(sel yang mengelilingi sel telur yang telah di buahi) akan mulai mensekresi HCG yang akan mempertahankan Corpus Luteum. Hal ini berlangsung sampai terbentuk plasenta yang mampu memproduksi progesteron menggantikan fungsi dari Corpus Luteum.  Dan HCG awal inilah yang terdeteksi pada test kehamilan.

Sedangkan keterlambatan masa menstruasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Kehamilan
  • Masa pubertas
  • Masa klimakterium
  • Setelah melahirkan
  • Masa menyusui
  • Penyakit hormonal mis
  • Hypothyroid/hyperthyroid
  • Hyperprolactinemia
  • Polycysticovarium
  • Tidak  haid dari lahir sampai menjelang dewasa pada penyakit bawaan
  • Post tindakan medis mis kuret
  • Obat kontrasepsi
  • Malnutrisi
  • Atlet dgn latihan yang extreme
  • Stress psikologis

Jika telat tidak lebih dari 7 hari masih wajar. Nah supaya tidak terlambat dan membuat Anda semakin risau, Anda bisa mencegahnya dengan cara mencukupi asupan nutrisi, menjaga berat badan, dan gaya hidup sehat. Luangkan juga waktu Anda untuk melakukan olahraga ringan. Namun, jika Anda mengalami keterlambatan yang tidak wajar, segera bawa diri Anda ke dokter ahli.

Sumber: MeetDoctor.com

(vem/riz)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading