Sukses

Beauty

Ibu Mengubur Bayi Hidup-Hidup, Diduga Mengalami Postpartum Depression

Pada Rabu, 24/7 lalu, kepolisian Cebu, Filipina menangkap seorang ibu berusia 29 tahun yang diduga telah mengubur bayinya hidup-hidup setelah melahirkannya seorang diri di kota San Fernando, Cebu Selatan.

Polisi Mary Jane Estrera dari Kepolisian Wilayah San Fernando Divisi Perlindungan Wanita dan Anak-anak menyebutkan bahwa wanita bernama Jacqueline Soroño ini akan dikenakan pasal pembunuhan bayi.

Seperti yang diceritakan inquirer.net, Jacqueline tinggal bersama pamannya semenjak orangtuanya meninggal beberapa tahun yang lalu. Pamannya, Samuel Soroño, ketika dikonfirmasi oleh polisi mengatakan tidak tahu bahwa keponakannya hamil dan telah melahirkan bayi perempuan di rumahnya sendiri. Dia menjelaskan bahwa selama beberapa bulan terakhir ini Jacqueline lebih sering mengurung diri di kamarnya dan jarang berbicara dengannya.

Seorang anak lelaki berusia 14 tahun, tetangga Jacqueline, adalah orang yang mengetahui perbuatan Jacqueline saat dia mengubur bayinya di belakang rumah Samuel. Dia melihat Jacqueline terlihat bersusah payah menggali tanah, lalu melaporkannya kepada pamannya di rumah. Kemudian mereka bergegas pergi ke rumah Samuel dan melihat Jacqueline pergi dengan terburu-buru. Mereka langsung menuju ke belakang rumah Samuel dan melihat ada kaki bayi menyembul dari sebuah gundukan tanah. Mereka yakin bahwa saat itu sang bayi masih hidup dan segera melaporkannya pada polisi.

Kini polisi sedang menyelidiki apakah Jacqueline mengalami postpartum depression atau yang dikenal juga dengan nama baby blues syndrome. Hal ini sangat mungkin terjadi pada seorang ibu yang tidak mengingini bayinya. Efek paling parah dari sindrom ini adalah kebencian yang amat sangat kepada bayi hingga akhirnya tega membunuhnya.

Mazhi

(vem/ova)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading