Sukses

Beauty

Operasi Mata LASIK, Amankah?

Tidak sedikit orang enggan menggunakan kacamata sebagai alat bantu melihat dan membaca. Alasannya, kacamata membuat penampilan tidak dapat terlihat maksimal. Oleh karena itu tak jarang penderita gangguan penglihatah seperti rabun jauh dan rabun dekat memilih melakukan operasi mata laser atau LASIK.

Berbeda dengan prosedur operasi yang melibatkan proses pembedahan, LASIK yang menggunakan bantuan laser tidak melewati langkah tersebut. Namun, apakah itu berarti operasi mata LASIK benar – benar aman dan tanpa resiko?

Rabun jauh adalah suatu kondisi dimana kemampuan lensa mata membiaskan cahaya yang masuk tepat pada titik seharusnya berkurang. Medicinenet.com melangsir bahwa sorotan laser dapat membentuk ulang lensa mata agar dapat bekerja kembali normal.

Namun, prosedur tersebut membawa beberapa resiko yang justru menambah gangguan penglihatan seorang pasien, seperti:

Prosedur operasi kurang tepat

Meski sebagian besar pasien operasi LASIK mengaku puas dengan hasil operasi, hal itu tidak terjadi pada semua kasus. Beberapa kasus, khususnya dengan tingkat minus tinggi, membutuhkan operasi lanjutan untuk mempertajam indera penglihatan.

Resiko penglihatan tak membaik

Operasi LASIK adalah prosedur yang dilakukan untuk mengatasi gangguan rabun jauh. Namun, hal itu tidak menghindarkan Anda dari gangguan penglihatan yang dipengaruhi faktor usia seperti rabun dekat. So, meski sudah menjalani LASIK, bisa jadi Anda masih harus bergantung pada kacamata.

Kebutaan

Alih – alih mengembalikan fungsi mata menjadi normal, LASIK justru bisa mengakibatkan kebutaan. Resiko tersebut mungkin terjadi akibat komplikasi penyakit yang telah diidap pasien, kerusakan alat serta teknik yang salah.

So, amanakah LASIK?

Oleh: Marintan Widi Lestari

(vem/ver)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading