Sukses

Beauty

Penyebab Bau Kaki Tak Sedap dan Cara Mengatasinya

Fimela.com, Jakarta Dalam istilah ilmiah, bau kaki disebut dengan bromodosis. Bau kaki yang tak sedap bisa merusak rasa percaya diri seseorang. Tentu hal ini jadi musuh utama bagi semua yang sehari-hari menggunakan sepatu tertutup untuk beraktivitas.

Tak berbeda dengan bau badan, bau kaki juga disebabkan oleh keringat berlebih. Keringat di kaki yang tertutup akan membuat suhu udara di dalam sepatu lembap dan memunculkan bakteri penyebab bau. Begitu pula dengan sepatu.

Idealnya, sepatu yang sama tidak dipakai dari hari ke hari. Namun jika tidak memungkinkan untuk ganti sepatu setiap hari, setidaklah jagalah kebersihan kaki dengan ketat, atau pilihlah jenis sepatu yang membuat kaki bisa bernapas dengan mudah agar tidak bau kaki.

 

 

Cara Mengatasi Bau Kaki Tak Sedap

Bukan cuma mengganggu rasa percara diri sendiri, bau kaki tak sedap bisa mengganggu kenyamanan orang lain di sekitar. Karena itu, cegahlah dengan cara ini;

1. Ganti kaus kaki setiap hari

Kaus kaki adalah satu-satunya hal yang berinteraksi langsung dengan keringat di kaki. Di sana pula bakteri bisa tumbuh. So, untuk meminimalisir kemungkinan timbulnya bau, ganti kaus kaki setiap hari.

2. Semprotan antibakteri khusus kaki

Untuk cara praktis mengatasi bau kaki yang bersifat sementara, semprotan antibakteri bisa diandalkan. Biasanya juga semprotan ini mengandung wewangian yang bisa menetralisir bau, tinggal semprotkan langsung ke dalam sepatu, selesai deh!

3. Cuci dengan sabun antibakteri setiap mandi

Tindakan pencegahan tetap perlu dilakukan, salah satunya dengan menjaga kebersihan kaki. Jangan malas cuci dengan sabun antibakteri setiap haru, gosok hingga ke sela-sela jari dan keringkan sampai benar-benar kering.

 

4. Eksfoliasi

Sesekali, eksfoliasi khusus bagian kaki juga penting dilakukan. Gunakan scrub tubuh atau pakai batu apung untuk menggosok seluruh bagian kaki. Lakukan setidaknya 2-3 kali dalam seminggu, ya!

5. Rendam air garam

Siapkan ember kecil berisi air hangat, lalu larutkan setengah cangkir garam ke dalamnya. Rendam selama 20 menit lalu keringkan. Air garam ini akan membantu proses pengelupasan sel kulit mati.

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Pemprov DKI Pasang Tugu Sepatu untuk Mempercantik Jakarta
Artikel Selanjutnya
Jakarta Menduduki Peringkat 9 di Dunia Terkait Polusi Udara, Data Menunjukan PSBB dan PPKM Tidak Berpengaruh