Sukses

Beauty

Ini 7 Dampak Buruk Akibat Sering Catok Rambut

Fimela.com, Jakarta Bagi para perempuan, menata rambut adalah rutinitas harian untuk mempercantik diri. Salah satu alat yang kerap digunakan adalah catok rambut. Hal ini akan membuat tampilan rambutmu lebih rapi dan teratur, serta bisa memberikan kesan penampilan menjadi terlihat lebih berkilau. 

Meluruskan rambut merupakan bagian dari mode dan penataan rambut akhir-akhir ini. Namun, metode styling dengan alat catok rambut yang terlalu panas dan terlalu sering tidak terbukti bermanfaat bagi kesehatan rambut. Suhu panas yang secara terus menerus memapar helaian rambut akan membuatnya rusak.

Bagaimanapun, pelurusan ini dilakukan secara sementara dan dilakukan berulang-ulang. Penggunaan catokan dan pengering rambut secara rutin akan membuat rambutmu berpotensi mengalami kerusakan permanen. Maka dari itu, berikut 7 kerusakan yang akan dialami rambutmu jika terlalu sering melakukan pelurusan rambut dengan menggunakan catokan.

1. Rambut kering

Bagi kamu yang pernah melihat asap ketika mencatok rambut, itu bukan asap, melainkan kelembapan dari rambutmu yang menguap. Panas yang dihasilkan oleh catokan rambut dapat benar-benar menghilangkan kelembapan dari rambutmu, sehingga membuatnya sangat kering dan rapuh. 

Dilansir dari stylecraze.com, menggunakan catokan dan perawatan kimia secara teratur dalam waktu lama dapat menghilangkan minyak alami rambutmu dan membuatnya sangat kering dan rapuh. 

2. Rusak permanen

Jika sebelumnya kamu jadi tahu bahwa pelurusan rambut dapat menyebabkan rambut kering secara berlebihan, maka dapat dikatakan bawa kekeringan rambut ini akan melemahkan struktur helai rambutmu juga. 

Rambut akan jadi lebih rentan patah, terutama ketika rambut menjadi sangat kering karena pelurusan. Paparan panas dan bahan kimia lainnya akan membuat helaian rambutmu menjadi sangat lemah dan mudah patah, dilansir dari Hair Straightener Lab.

3. Kerontokan rambut

Kebiasaan mencatok rambut tidak hanya merusak rambut tetapi juga folikel rambut. Setelah folikel rambutmu rusak, maka mereka tidak akan cukup kuat untuk menahan akar rambutmu. 

Aplikasi panas dan bahan kimia dapat melemahkan folikel rambut yang menyebabkan rambutmu mulai rontok. Dilansir dari Hair Straightener Lab, begitu folikel rambutmu mati, mereka tidak akan bisa membuat rambut lagi. Proses yang berulang ini akan menyebabkan kebotakan.

4. Rambut kusam

Minyak alami dari kulit kepala dan kelembapan di rambutmu bertanggung jawab atas kilau indah dan kesehatan rambutmu. Jika rambutmu terlihat selalu kusam, maka dapat dipastikan itu karena terlalu sering diluruskan. 

Dilansir dari stylecraze.com, rambut kusam terjadi karena kurangnya minyak alami di kepala yang melumasi rambutmu. Jika kamu meluruskan rambutmu secara rutin, maka hal itu akan menghabiskan minyak alami rambutmu dan membuat rambut menjadi kering dan kusam. 

5. Rambut bercabang

Kerusakan dan kerontokan pada rambut dapat mengakibatkan terjadinya rambut bercabang, yang menyebabkan rambutmu terlihat tidak menarik. Ujung rambut yang bercabang biasanya terbentuk saat rambut lemahmu mulai patah dari tengah.

6. Tekstur rambut berubah secara permanen

Tekstur rambut dapat berubah secara permanen hanya karena sering mencatok rambut. Perlu diingat, tidak ada obat untuk mendapatkan kembali keadaan sehat alami helai rambutmu. 

Untuk menghindari kerusakan tekstur rambut, tidak ada cara lain selain menghindari meluruskan rambut terlalu sering atau secara rutin. 

7. Pertumbuhan rambut lebih lambat

Meluruskan rambut secara rutin dapat merusak kutikula rambut secara permanen. Hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan rambut menjadi lebih lambat. 

Meluruskan rambut tidak seburuk itu selama kamu tidak kecanduan, dan menjadikannya sesuatu yang kamu lakukan sesekali. Jadi, jangan terlalu sering meluruskan rambutmu dengan catokan, ya!

Penulis: Chrisstella Efivania

#ElevateWomen

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
4 Cara Terbaik Mengatur Rambut dengan Tekstur yang Mengembang
Artikel Selanjutnya
Hair Sanitizer Pertama di Indonesia Lindungi Rambut dari Virus dan Bakteri