Sukses

Beauty

Diary Fimela: ACESKIN Populerkan Aliran Practical Skincare, Perawatan Kulit Wajah Minimalis Tanpa Berlapis

Fimela.com, Jakarta Mulai ngerasa overwhelmed dengan langkah perawatan kulit wajah yang panjang atau justru keburu overwhelmed duluan sebelum mencoba produk skincare karena terlalu banyak yang beredar di pasaran? Buat kamu yang berada dalam posisi tersebut, sepertinya akan tercerahkan dengan tren 'skinimalism' atau penggunaan skincare secara minimalis dan tidak berlebihan. 

Tren skinimalism menjadi acuan skincare lokal ACESKIN dengan menawarkan aliran practical skincare alias skincare praktis bebas-ribet. Yang meminimalkan jumlah langkah dalam rejimen perwatan kulit wajah dengan produk yang multi-manfaat.

"Menurutku tren skinimalism akan semakin disukai orang ke depannya, karena di era serba-instan ini, penginnya cepat dan praktis. Jadi kami mengusung konsep practical skincare, bukan instan, tapi praktis, mudah digunakan dan tepat guna, jadi terlihat hasilnya," ujar Co-Founder ACESKIN Wynda Mardio saat ngobrol bareng Fimela. 

Agar mudah diingat dan dipakai, ACESKIN merangkum konsep practical skincare lewat tiga tahapan 'cleanse, hydrate, dan protect'. Kemudahan yang ditawarkan tersebut juga membuat produk ACESKIN ramah bagi para pengguna baru skincare.

"Meski sudah banyak banget produk skincare dengan segala edukasinya, faktanya masih banyak orang yang bingung dengan tahapan pakai skincare apalagi pemula. Jadi biar gampang, kami rangkum dengan cleanse, hydrate, protect, caranya adalah cuci muka untuk mempersiapkan wajah yang bersih, siang pakai sunscreen untuk proteksi, malam pakai moisturizer untuk menutrisi," lanjut Wynda.

Tren Skinimalism Mengiringi Transisi Pandemi ke Endemi

Jika di masa pandemi awal, banyak orang memiliki waktu lebih di rumah untuk merawat diri, di masa transisi menuju endemi ini, perlahan mulai normal kembali. Hal ini juga dirasakan Wynda yang memiliki banyak aktivitas dengan mobilitas tinggi.

"Aku pengguna skincare dari SMA, pernah coba berbagai treatment sampai yang berlapis-lapis, senang, sih, pakenya, tapi cuma bertahan sebentar. Apalagi sekarang, aktivitas sudah mulai normal lagi, kerjaan banyak, sudah cape dan ngantuk duluan kalau lama-lama pakai skincare plus jadi buang-buang uang juga," kenang Wynda.

Selain skincare enthusiast, Wynda juga seorang pecinta makeup. Namun sejak pandemi Covid-19 dan 'terperangkap' di dalam rumah, ia mengganti rutinitas merias wajah dengan rangkaian perawatan skincare.

Berawal dari situ tercetus ide untuk membuat produk skincare yang bisa menutrisi sekaligus melindungi. Ia pun berkonsultasi pada dermatologis sampai akhirnya mendapatkan formula yang dipersonalisasi dengan hasil sesuai yang diinginkan.

"Karena aku suka dan passionate dengan skincare, jadinya ngulik sampai akhirnya bikin brand dan produk skincare sendiri. Dan ternyata aku bisa, loh, bikin breakthrough produk yang gampang dipake dan practical dengan mempraktikkan cleanse, hydrate, dan protect," kenangnya.

Deretan Produk Utama ACESKIN

Hingga kini, ACESKIN memiliki sembilan SKU produk yang terdiri dari Ace Face Serum, serum yang khusus diformulasikan sesuai permasalahan kulit, seperti: kulit kusam, berjerawat, dan penuaan kulit wajah; Ace Genius Cleanser, sabun pembersih wajah dengan pH balance yang lembut. 

Daily Face Sunscreen SPF 30 PA++, tabir surya yang melindungi kulit dari paparan sinar UV A, UV B, dan blue light; Ace Genius Night Face Cream yang menghidrasi dan melembabkan kulit; dan Serum Spray Series (Bright face Spray & Acne Spray), dua varian serum spray revolusioner yang bisa digunakan kapan pun sesuai kebutuhan untuk kulit wajah yang lebih segar dan terhidrasi, dan bisa berfungsi sebagai toner.

"Ada yang bilang, namanya bisnis retail, apa enggak kedikitan baru keluarin sembilan SKU, di saat yang lain bikin rangkaian skincare. Atau customer baru yang suka tanya di media sosial, gimana cara pakai rangkaiannya? Kami memang enggak ada rangkaian," jelasnya lagi. 

Selain itu, ACESKIN juga memiliki ciri warna kemasan dengan warna bold yang gampang dikenali. Plus punya pesan yang membangun kecintaan pada kulit wajah dan kecantikan diri sendiri di dalam kemasannya. 

"Kalau diperhatikan, baru setahun belakangan skincare punya kemasan warna-warna berani. Sebelumnya lebih didominias warna nude atau putih, jadi kami bikin lebih bold, misalnya serum vitamin C warna orange terang biar gampang dikenali kalau ditaruh di meja rias," tutup Wynda. 

#WomenForWomen 

Loading