Sukses

Beauty

Perubahan Hormon Selama Puasa dan Dampaknya pada Kesehatan Kulit yang Menarik

ringkasan

  • Puasa menurunkan kadar insulin yang membantu mengurangi peradangan pada kulit.
  • Peningkatan HGH selama puasa mendukung sintesis kolagen untuk kulit yang lebih elastis.
  • Puasa mengaktifkan proses autophagy yang membantu regenerasi sel kulit baru.

Fimela.com, Jakarta - Puasa, terutama puasa intermiten, membawa banyak perubahan dalam tubuh, termasuk perubahan hormon yang signifikan. Perubahan hormon selama puasa dapat memengaruhi kesehatan kulit, baik secara positif maupun negatif. Apa saja perubahan hormon yang terjadi dan bagaimana dampaknya terhadap kulit kita? Mari kita bahas lebih dalam.

Sahabat Fimela, saat menjalankan puasa, tubuh mengalami penurunan kadar insulin, peningkatan hormon pertumbuhan manusia (HGH), dan perubahan pada hormon lainnya. Semua ini berkontribusi pada kesehatan kulit kita. Penurunan kadar insulin dapat membantu mengurangi peradangan, yang sering menjadi penyebab jerawat. Selain itu, peningkatan HGH mendukung sintesis kolagen, yang penting untuk menjaga elastisitas dan kekencangan kulit.

Namun, tidak semua perubahan hormon selama puasa bersifat positif. Misalnya, penurunan kadar estrogen dan progesteron dapat menjadi perhatian bagi kesehatan reproduksi wanita. Meski demikian, penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten tidak selalu mengubah kadar hormon reproduksi secara drastis. Mari kita lihat lebih dekat perubahan hormon utama selama puasa dan dampaknya pada kesehatan kulit.

Perubahan Hormon Utama Selama Puasa

Selama puasa, beberapa hormon mengalami perubahan yang signifikan, antara lain:

  • Insulin: Kadar insulin menurun, membantu mengelola gula darah dan mengurangi peradangan.
  • Hormon Pertumbuhan Manusia (HGH): Kadar HGH meningkat, mendukung sintesis kolagen untuk kulit yang lebih kencang.
  • Kortisol: Keseimbangan hormon stres yang lebih baik dapat mengurangi masalah kulit akibat stres.
  • Leptin: Puasa intermiten dapat membantu menstabilkan kadar leptin.
  • Aktivitas Androgen: Puasa dapat mengurangi aktivitas androgen, bermanfaat bagi masalah kulit terkait PCOS.
  • IGF-1: Penurunan IGF-1 dapat membantu mengurangi jerawat dengan mengatur produksi sebum.

Dampak Puasa pada Kesehatan Kulit

Puasa tidak hanya memengaruhi hormon, tetapi juga memiliki dampak langsung pada kesehatan kulit. Beberapa manfaatnya meliputi:

  • Autophagy: Proses pembersihan seluler yang menghilangkan komponen rusak dan mempromosikan regenerasi sel baru.
  • Pengurangan Peradangan: Puasa dapat mengurangi penanda pro-inflamasi, memperbaiki kondisi kulit inflamasi seperti jerawat dan eksim.
  • Peningkatan Produksi Kolagen: Peningkatan HGH dan autophagy merangsang sintesis kolagen, mengurangi tanda-tanda penuaan.
  • Pengurangan Stres Oksidatif: Puasa meningkatkan kemampuan tubuh melawan stres oksidatif, melindungi dari penuaan dini.

Tanggapan Ahli dan Pertimbangan

Beberapa ahli dermatologi memberikan pandangan tentang perubahan hormon dan kesehatan kulit selama puasa. Dr. Heidi Waldorf menyatakan bahwa perawatan kulit yang baik tidak akan merusak penghalang kulit. Sementara itu, Dr. Deepali Bhardwaj menekankan bahwa pembatasan kalori dengan puasa dapat meningkatkan fungsi penghalang kulit. Namun, penting untuk diingat bahwa puasa tidak cocok untuk semua orang, dan konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sangat disarankan.

Dengan memahami perubahan hormon selama puasa dan dampaknya pada kesehatan kulit, kita dapat lebih bijak dalam merawat kulit kita selama bulan suci ini. Pastikan untuk menjaga hidrasi dan memilih produk perawatan kulit yang tepat untuk mendukung kesehatan kulit Anda.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading