Sukses

Beauty

Sebelum Booking Treatment, Ini yang Perlu Kamu Tahu Soal Keamanan Prosedur Estetika

Fimela.com, Jakarta - Viral. Cantik. Instan. Tiga kata itu yang sering kali menjadi alasan seseorang akhirnya memutuskan mencoba prosedur estetika. Tapi belakangan, ada satu kata lagi yang ikut ramai diperbincangkan: komplikasi.

Baru-baru ini, seorang kreator konten membagikan kondisi wajahnya pasca tindakan fat grafting. Benjolan muncul di area dahi, jauh dari hasil yang diharapkan. Postingan itu langsung menyebar luas, memicu ribuan komentar, dan yang lebih penting: pertanyaan besar dari banyak perempuan yang juga sedang mempertimbangkan prosedur serupa.

Sebenarnya, seberapa aman prosedur estetika itu?

Prosedur estetika mulai dari filler, botox, hingga fat grafting memang semakin mudah diakses. Tapi kemudahan akses tidak otomatis berarti tanpa resiko. Data dari Kementerian Kesehatan RI mencatat adanya laporan dugaan malpraktik di fasilitas kecantikan dalam beberapa tahun terakhir. Kasus-kasus ini tidak selalu berakhir dramatis, tapi cukup menjadi pengingat bahwa prosedur estetika tetap masuk dalam ranah medis, bukan sekadar layanan beauty on demand.

Prosedur dilakukan sesuai standar medis

dr. Teuku Adifitrian, Sp.B.P.R.E, Subsp. E.L.(K), dokter spesialis bedah plastik yang juga dikenal sebagai dr. Tompi, menegaskan hal ini. "Setiap tindakan memiliki risiko, sekecil apapun itu. Karena itu, penting untuk memastikan bahwa prosedur dilakukan dengan standar medis yang tepat dan oleh tim yang kompeten," ujarnya.

Banyak orang memilih klinik berdasarkan feed Instagram yang estetik atau testimoni yang viral. Padahal ada hal yang jauh lebih penting untuk dicermati. Pertama, pastikan dokter memiliki kompetensi yang jelas dan terdaftar di organisasi profesi resmi. Untuk prosedur invasif seperti fat grafting, idealnya ditangani oleh dokter spesialis bedah plastik, bukan dokter umum dengan pelatihan singkat. Kedua, prosedur yang melibatkan anestesi seharusnya didampingi tenaga anestesi profesional. Ini bukan kemewahan, ini standar keselamatan. Ketiga, klinik yang serius soal keamanan biasanya terbuka menjelaskan prosedurnya secara rinci, termasuk risiko dan penanganan bila terjadi komplikasi. Terakhir, jika klinik langsung menawarkan tindakan tanpa konsultasi mendalam terlebih dahulu, itu adalah red flag yang tidak boleh diabaikan.

Salah satu klinik yang menerapkan pendekatan ini adalah Beyoutiful Aesthetic Center yang berlokasi di T-Space Bintaro. Sudah lebih dari satu dekade berfokus pada prosedur estetika berbasis medis, klinik ini melibatkan tim bedah plastik dan anestesi secara bersamaan untuk prosedur seperti fat grafting. Lingkungan yang privat dan nyaman juga menjadi bagian dari pendekatan mereka, karena kondisi psikologis pasien turut mempengaruhi proses pemulihan. "Bagi kami, keamanan pasien selalu menjadi prioritas utama, bahkan sebelum berbicara soal hasil akhir," kata dr. Tompi yang berpraktek di klinik tersebut.

Riset mendalam sebelum melakukan treatment

Tidak ada yang salah dengan ingin tampil lebih percaya diri. Yang perlu berubah adalah cara kita memilih. Jangan hanya tergoda hasil sebelum dan sesudah di media sosial. Tanyakan lebih dalam, riset lebih teliti, dan pastikan kamu memilih tempat yang tidak hanya menjanjikan hasil tapi juga bertanggung jawab atas keselamatanmu.

Karena merasa lebih percaya diri itu penting, tapi merasa aman jauh lebih utama.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading