Sukses

Beauty

Healthy Aging Jadi Tren, Perawatan Stimulasi Kolagen Alami Kian Diminati untuk Jaga Kualitas Kulit

Fimela.com, Jakarta - Kesadaran masyarakat terhadap konsep healthy aging terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Jika dulu perawatan kecantikan identik dengan menghilangkan kerutan secara instan, kini semakin banyak orang memilih pendekatan yang lebih alami dengan menjaga kualitas kulit agar tetap sehat seiring bertambahnya usia.

Tren ini juga sejalan dengan berkembangnya teknologi estetika non-invasif yang tidak lagi sekadar "mengubah" penampilan, melainkan membantu kulit mempertahankan kemampuan regenerasinya secara alami. Salah satu fokus utamanya adalah menjaga produksi kolagen, protein penting yang berperan dalam elastisitas, kekencangan, dan kelembapan kulit.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa produksi kolagen mulai melambat sejak usia pertengahan 20-an. Setelah memasuki usia 30 tahun, tubuh kehilangan sekitar 1 persen kolagen setiap tahunnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh proses penuaan alami, paparan sinar ultraviolet, polusi, stres, hingga gaya hidup yang kurang sehat.

Berkurangnya kolagen menyebabkan kulit kehilangan elastisitas, muncul garis-garis halus, tekstur kulit menjadi lebih kasar, pori tampak membesar, hingga wajah terlihat mulai kehilangan volume. Karena itu, konsep healthy aging kini lebih menitikberatkan pada upaya memperlambat proses tersebut melalui stimulasi regenerasi kulit daripada sekadar menyamarkan tanda penuaan.

 

Tren Perawatan Non-Invasif Terus Meningkat

Laporan dari International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS) menunjukkan bahwa prosedur estetika non-bedah terus mengalami pertumbuhan secara global dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat kini lebih memilih tindakan dengan waktu pemulihan yang singkat, hasil yang tampak natural, serta tetap mempertahankan karakter wajah.

Salah satu teknologi yang berkembang pesat adalah collagen biostimulation, yakni prosedur yang bertujuan merangsang tubuh memproduksi kolagen baru sehingga kualitas kulit membaik secara bertahap. Pendekatan ini dinilai lebih sesuai dengan filosofi healthy aging karena membantu proses regenerasi alami dibandingkan memberikan perubahan instan yang berlebihan.

Dokter estetika kini semakin banyak mengedukasi pasien bahwa kulit sehat bukan hanya terlihat cerah, tetapi juga memiliki struktur yang kuat dari lapisan dalam. Perawatan berbasis stimulasi kolagen biasanya ditujukan untuk membantu meningkatkan elastisitas kulit, memperbaiki tekstur kulit, mengurangi garis halus, membantu memperbaiki kualitas kulit yang mulai kendur, menjaga hidrasi dan kekuatan jaringan kulit dalam jangka panjang.

Karena hasilnya berkembang secara bertahap mengikuti proses biologis tubuh, pendekatan ini banyak dipilih oleh mereka yang menginginkan penampilan segar tanpa terlihat berlebihan.

 

Tren Regenerative Aesthetics

Melihat meningkatnya minat masyarakat terhadap perawatan regeneratif, ULTRACOL terus memperkuat edukasi mengenai teknologi collagen biostimulation di Indonesia.

Memasuki satu tahun kehadirannya di Tanah Air, ULTRACOL menggelar perayaan "1st Anniversary ULTRACOL – One Year of Growth, Stronger Together" yang mempertemukan dokter estetika, pemilik klinik, key opinion leader, serta mitra strategis dalam satu forum kolaborasi.

President Director Regenesis Indonesia, Emmy Noviawati, mengatakan perjalanan satu tahun ULTRACOL merupakan hasil kolaborasi yang kuat bersama para dokter dan klinik yang mengedepankan layanan estetika berbasis sains.

"Perayaan ini bukan hanya tentang pencapaian ULTRACOL selama satu tahun terakhir, tetapi juga tentang apresiasi kepada seluruh dokter dan klinik yang telah tumbuh bersama kami. Kami percaya bahwa keberhasilan sebuah brand estetika tidak dibangun sendiri, melainkan melalui kemitraan yang kuat, edukasi yang berkelanjutan, dan komitmen untuk selalu menghadirkan hasil terbaik bagi pasien," ujarnya.

Sejak diperkenalkan di Indonesia, ULTRACOL menjadi salah satu pilihan dalam kategori collagen biostimulator yang membantu mendukung regenerasi kolagen alami sebagai bagian dari peremajaan kulit. Momentum perayaan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunitas praktisi estetika melalui berbagai aktivitas edukatif, pemberian penghargaan kepada Top 10 Clinics ULTRACOL 2025–2026, hingga sesi olahraga bersama yang mencerminkan pentingnya gaya hidup sehat sebagai bagian dari konsep healthy aging.

Selain itu, ULTRACOL turut memperkenalkan brand ambassador terbaru yang akan menjadi representasi nilai inovasi, transformasi, dan kepercayaan diri yang diusung perusahaan. Emmy menegaskan, pihaknya ingin terus mendukung perkembangan industri estetika Indonesia melalui inovasi berbasis sains yang berorientasi pada kesehatan kulit jangka panjang.

"Kami berharap ULTRACOL dapat terus menjadi partner terpercaya bagi para dokter dalam menghadirkan solusi peremajaan kulit berbasis collagen biostimulation. Tahun pertama ini merupakan awal dari perjalanan yang lebih besar, dan kami optimistis dapat terus tumbuh bersama para mitra kami di tahun-tahun mendatang," tutupnya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading