Sukses

Beauty

Cara Blush Draping untuk Angkat Wajah Alami, Kembali Tren dari Era 70-an

ringkasan

  • Blush draping adalah teknik riasan yang menggunakan perona pipi strategis untuk memahat dan mengangkat wajah secara alami.
  • Teknik ini dipopulerkan pada tahun 1970-an oleh penata rias Way Bandy dan kini kembali populer dengan versi yang lebih presisi.
  • Efek wajah terangkat didapat dari penempatan perona pipi yang lebih tinggi dari biasanya, ditarik ke arah pelipis.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, perona pipi kini bukan sekadar memberi rona di bagian apel pipi. Blush draping kembali menjadi sorotan sebagai teknik rias yang memanfaatkan penempatan blush secara strategis untuk membentuk sekaligus mengangkat wajah. Hasil akhirnya lembut, menyatu, dan menghadirkan dimensi natural tanpa bergantung pada kontur berat.

Dibandingkan bayangan cokelat untuk mengurangi volume, blush draping menambahkan kehangatan dan efek terangkat melalui warna. Charlie Riddle, penata rias, menegaskan, "akan memberikan efek terangkat pada tulang pipi dan sangat bagus untuk seseorang yang ingin menciptakan ilusi tulang pipi yang lebih tinggi."

Teknik ini sesungguhnya bukan hal baru. Pada 1970-an, Way Bandy—penata rias selebriti yang dikenal lewat karyanya bersama Cher—memopulerkan sapuan blush yang berani di sepanjang tulang pipi hingga mengarah ke pelipis. Versi modernnya lebih presisi, disengaja, serta mudah diaplikasikan untuk tampilan sehari-hari. Dengan penempatan yang lebih tinggi dari metode tradisional, wajah terlihat segar seolah baru beristirahat cukup.

Mengapa Blush Draping Dianggap Mengangkat Wajah

Inti blush draping terletak pada posisi aplikasi yang lebih tinggi dari kebiasaan. Bukan di tengah pipi, warna ditarik melintasi puncak tulang pipi lalu diarahkan ke atas. Garis sapuan yang memanjang ini membantu membentuk siluet yang tampak terangkat, menyerupai efek kontur namun dengan gradasi yang lebih halus.

Dengan fokus pada kehangatan warna, teknik ini menambah dimensi tanpa menciptakan kontras keras. Itulah mengapa hasil akhirnya terasa lebih mulus dan alami. Ketika dibaurkan dengan benar, permukaan kulit tampak seperti menyatu dengan pigmen, bukan tertimpa lapisan yang tebal.

Penempatan yang mengarah ke pelipis turut berperan besar. Sapuan yang melengkung ke atas memberi kesan struktur wajah yang lebih tinggi. Bahkan, sebagian warna dapat dibaurkan lembut mendekati area mata untuk kesinambungan rona, selama transisinya rapi dan tanpa tepi yang terlihat.

Teknik Aplikasi: Penempatan, Pembauran, dan Bentuk C

Mulailah dengan alas bedak yang ringan agar karakter blush draping yang airy tetap terlihat. Cakupan yang terlalu tebal kerap tidak selaras dengan kualitas lembut yang diharapkan dari teknik ini. Setelah dasar merata, tentukan titik awal di bagian tertinggi tulang pipi, tepat di bawah sudut luar mata.

Sapukan blush ke arah atas dan luar dalam bentuk huruf C, melewati tulang pipi menuju pelipis, bahkan dapat sedikit menyentuh garis rambut. Prinsipnya adalah selalu bekerja ke atas untuk menguatkan ilusi terangkat. Penempatan yang konsisten akan membantu membangun struktur yang bersih dari pipi ke pelipis.

Blending adalah kunci. Pastikan tidak ada garis keras—jaga gradasi bertahap dari intens ke lembut sehingga batas awal dan akhir sapuan tidak terlihat. Gunakan kuas lembut untuk kontrol lebih baik, dan tambahkan warna sedikit demi sedikit sampai mencapai intensitas yang diinginkan agar hasilnya tetap halus.

Menyesuaikan dengan Bentuk Wajah

Setiap bentuk wajah bisa diuntungkan dari blush draping dengan sedikit penyesuaian arah sapuan. Pada wajah bulat, posisikan warna sedikit lebih tinggi dan arahkan ke pelipis, bukan ke tengah wajah. Pendekatan ini membantu menciptakan kesan terangkat tanpa menambah volume di area yang sudah penuh.

Untuk wajah panjang atau bersudut, seimbangkan proporsi dengan menambahkan sedikit warna pada apel pipi. Sentuhan ekstra di area tersebut memberi kesan segar dan membantu memecah garis vertikal yang tegas, tetap dibaurkan menuju pelipis agar transisinya menyatu.

Wajah oval cenderung fleksibel. Anda bisa menempatkan blush pada apel pipi lalu membaurkannya ke arah pelipis untuk rona lembut, atau mengikuti garis kontur tulang pipi dan menariknya ke atas dan ke luar untuk definisi tambahan. Pada wajah berbentuk hati, aplikasikan sedikit lebih rendah pada apel pipi lalu baurkan dalam bentuk U yang lembut ke arah pelipis untuk menyeimbangkan dahi yang lebih lebar dan dagu yang runcing.

Memilih Formula, Warna, dan Alat yang Tepat

Formula blush berpengaruh besar pada hasil akhir. Blush krim cenderung memberikan tampilan paling natural dan menyatu dengan kulit, serta mudah dibaurkan—terutama bagi pemula atau pemilik kulit kering. Sementara itu, blush bubuk bertekstur halus menawarkan gradasi paling bersih dari tulang pipi ke pelipis dan cocok untuk kulit berminyak.

Hindari formula yang terlalu berkilau atau dewy pada area aplikasi yang luas. Kilau berlebih rentan bergeser dan menciptakan "hot spot" yang tidak diinginkan. Simpan efek kilau untuk titik kecil yang terkontrol jika diperlukan, dan biarkan area draping tetap soft-focus agar struktur terlihat jelas.

Pemilihan warna sebaiknya mengikuti rona kulit. Untuk kulit cerah, merah muda, peach, dan koral muda terlihat natural. Kulit medium dihangatkan dengan mawar, koral pink, dan peach. Pada kulit gelap, plum, berry, dan oranye cerah tampil menonjol. Charlie Riddle menyarankan memilih warna sedikit lebih gelap dari biasanya untuk memaksimalkan efek terangkat.

Soal alat, kuas blush berbulu lembut dan mengembang ideal untuk blush bubuk karena menyebarkan warna secara merata. Kuas yang lebih padat efektif untuk produk krim agar pigmen menempel rapi. Spons makeup dapat membantu membaurkan tepi sehingga transisi makin halus, sementara kuas miring memberi presisi tambahan saat membentuk garis di sepanjang tulang pipi.

Beberapa hal yang perlu dihindari juga penting dicatat. Menempatkan blush terlalu rendah justru membuat wajah tampak turun, bukan terangkat. Hindari mengaplikasikan produk terlalu banyak sekaligus; bangun intensitas secara bertahap. Selalu pastikan blending mulus agar tidak ada tepi yang keras, dan pilih warna yang selaras dengan rona kulit untuk hasil yang menyatu.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading