Sukses

Beauty

Selain Skincare, Perhatikan Kualitas Air untuk Menjaga Skin Barrier

Fimela.com, Jakarta - Rutinitas skincare biasanya dimulai dari hal-hal yang terlihat jelas, seperti memilih cleanser, serum, moisturizer, hingga sunscreen. Namun, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, air yang digunakan untuk mencuci wajah dan mandi setiap hari.

Dilansir dari British Journal of Dermatology, penelitian terhadap lebih dari 306 ribu orang dewasa di Inggris menemukan adanya hubungan antara paparan domestic hard water dengan prevalensi eczema. Hard water merupakan air dengan kandungan mineral yang tinggi, terutama kalsium dan magnesium. Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa air dengan tingkat kesadahan tinggi dapat berhubungan dengan gangguan pada skin barrier melalui beberapa mekanisme, termasuk interaksi dengan sabun dan deterjen.

Lantas, apa hubungannya dengan skin barrier? Lapisan terluar kulit berfungsi sebagai pelindung yang membantu menjaga kelembapan sekaligus melindungi kulit dari berbagai faktor luar. Ketika fungsi pelindung ini terganggu, kulit bisa terasa lebih kering, kasar, atau mudah mengalami iritasi.

Hard water sendiri tidak otomatis membuat semua orang mengalami masalah kulit. Namun, kandungan mineralnya dapat berinteraksi dengan sabun dan membentuk residu yang tertinggal di permukaan kulit. Pada kondisi tertentu, hal tersebut dapat membuat kulit terasa kurang nyaman. Itulah mengapa seseorang bisa saja sudah menggunakan moisturizer secara rutin, tetapi masih merasa kulit mudah kering setelah mandi atau mencuci wajah.

Bukan berarti harus langsung mengganti seluruh sistem air di rumah. Yang lebih penting adalah memperhatikan bagaimana kondisi kulit setelah terkena air. Apakah kulit terasa tertarik? Apakah muncul rasa kering atau gatal? Atau justru tidak ada perubahan sama sekali? 

Jawabannya bisa berbeda pada setiap orang. Namun, memahami kualitas air dapat menjadi bagian kecil dari kebiasaan merawat skin barrier yang selama ini mungkin terlewat.

Kenapa Hard Water Bisa Membuat Kulit Terasa Berbeda?

Air yang terlihat jernih belum tentu memiliki komposisi mineral yang sama. Salah satu jenis yang sering dibahas dalam kaitannya dengan kesehatan kulit adalah hard water, yaitu air dengan kandungan mineral seperti kalsium dan magnesium yang relatif tinggi.

Masalahnya bukan sekadar mineral tersebut menyentuh kulit. Ketika digunakan bersama sabun atau produk pembersih, kandungan mineral dalam hard water dapat memengaruhi bagaimana produk tersebut bekerja dan meninggalkan residu pada permukaan kulit.

Pada kulit yang sensitif, kondisi tersebut berpotensi membuat rasa tidak nyaman menjadi lebih terasa. Kulit mungkin terasa kering setelah mandi, seperti tertarik, atau lebih mudah mengalami iritasi.

Hal ini juga membuat cara membersihkan kulit menjadi penting. Mandi terlalu lama dengan air panas, misalnya, dapat membuat kulit terasa semakin kering. Begitu pula penggunaan sabun yang terlalu keras atau menggosok kulit dengan kuat.

Karena itu, menjaga skin barrier bukan hanya tentang produk apa yang digunakan setelah mandi. Kebiasaan saat terkena air juga ikut berperan.

Coba mulai dengan membatasi durasi mandi dan menggunakan air dengan suhu yang nyaman, bukan terlalu panas. Setelah selesai, keringkan kulit dengan cara menepuknya menggunakan handuk, bukan menggosok terlalu kuat.

Kemudian, aplikasikan moisturizer ketika kulit masih sedikit lembap. Langkah sederhana ini membantu menjaga kelembapan yang tersisa setelah mandi.

Untuk wajah, pilih cleanser yang lembut dan hindari mencuci wajah terlalu sering jika kulit memang mudah kering. Kalau setelah mencuci wajah kulit terasa sangat tertarik, bisa jadi produk pembersih atau kebiasaan mencuci perlu dievaluasi.

Pada akhirnya, kualitas air hanyalah salah satu faktor. Kondisi kulit juga dipengaruhi oleh genetika, cuaca, produk yang digunakan, kebiasaan mandi, dan berbagai faktor lingkungan lainnya.

Jadi, tidak perlu langsung menyalahkan air ketika skin barrier sedang bermasalah. Namun, tidak ada salahnya mulai memperhatikannya.

Cara Menjaga Skin Barrier di Tengah Kualitas Air yang Berbeda

Kalau merasa kulit lebih kering setelah mandi atau mencuci wajah, tidak perlu langsung mengganti semua produk skincare. Coba perhatikan kembali rutinitas sehari-hari.

Langkah pertama adalah menghindari air yang terlalu panas. Air panas memang terasa nyaman, terutama setelah beraktivitas seharian, tetapi bisa membuat kulit terasa lebih kering. Gunakan air dengan suhu yang nyaman dan usahakan tidak mandi terlalu lama.

Selanjutnya, pilih produk pembersih yang lembut. Tidak perlu menggunakan sabun dengan daya bersih yang terlalu kuat hanya karena ingin merasa kulit benar-benar kesat. Sensasi “kesat” setelah mencuci bukan selalu tanda bahwa kulit sudah bersih secara optimal.

Setelah mandi, jangan menunggu kulit benar-benar kering sebelum menggunakan moisturizer. Aplikasikan pelembap ketika kulit masih sedikit lembap untuk membantu mempertahankan kelembapan. Untuk wajah, rutinitas juga bisa dibuat sederhana. Gentle cleanser, moisturizer, dan sunscreen sudah menjadi dasar yang cukup sebelum menambahkan produk aktif lainnya.

Kalau tinggal di wilayah dengan hard water dan kulit sering mengalami masalah, filter air bisa menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan. Namun, jangan langsung menganggap filter sebagai solusi wajib untuk semua orang. Kondisi air di setiap rumah berbeda dan kebutuhan kulit juga tidak sama.

Yang paling penting adalah memperhatikan pola. Kalau kulit terasa baik-baik saja setelah mandi, tidak ada alasan untuk panik hanya karena mengetahui air di rumah termasuk hard water.

Sebaliknya, jika kulit terus terasa kering, gatal, atau mudah mengalami iritasi, jangan hanya mengganti skincare berkali-kali. Pertimbangkan faktor lingkungan seperti air, cuaca, dan kebiasaan mandi. Jika keluhan menetap atau semakin parah, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu mencari penyebab yang lebih tepat.

Pada akhirnya, menjaga skin barrier memang tidak berhenti pada rak skincare. Apa yang menyentuh kulit setiap hari, termasuk air di rumah, juga layak diperhatikan. Dengan memahami kondisi kulit dan lingkungan sekitar, rutinitas perawatan bisa dibuat lebih sederhana sekaligus lebih sesuai kebutuhan.

Penulis: Najwa Maulidina

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading