Sukses

Beauty

Cara Menggunakan Press-On Nails agar Tetap Aman dan Tidak Merusak Kuku Asli

Fimela.com, Jakarta - Press-on nails bisa menjadi alternatif praktis untuk mendapatkan tampilan kuku yang rapi tanpa perlu melakukan perawatan di salon. Meski penggunaannya relatif mudah, kondisi kuku asli tetap perlu menjadi perhatian. Kuku yang sehat menjadi dasar penting agar penggunaan kuku palsu tidak menimbulkan masalah baru.

Dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), penggunaan kuku buatan dapat membuat kuku menjadi tipis, rapuh, dan kering. Risiko tersebut dapat meningkat ketika press-on nails digunakan terus-menerus atau proses pemasangan dan pelepasannya menyebabkan kerusakan pada permukaan kuku. Karena itu, kuku palsu sebaiknya tidak digunakan untuk menutupi kuku yang sudah mengalami masalah. 

Perhatikan pula kondisi kutikula sebelum menggunakannya. Dilansir dari Mayo Clinic, kutikula berfungsi sebagai pelindung antara kuku dan kulit di sekitarnya sehingga sebaiknya tidak dipotong atau dihilangkan secara berlebihan. Jika kuku sedang terkelupas, berubah warna, terasa nyeri, atau mengalami kerusakan, sebaiknya tunda penggunaannya. Memberikan waktu bagi kuku untuk pulih dapat membantu menjaga kondisinya tetap sehat.

Begini Cara Memasang Press-On Nails agar Tidak Merusak Kuku Asli

Setelah memastikan kuku asli dalam kondisi sehat, tahap pemasangan press-on nails perlu dilakukan dengan hati-hati. Cara menempelkannya bukan hanya menentukan ketahanan kuku palsu, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kuku alami. Dilansir dari Cleveland Clinic, perekat pada press-on nails dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada sebagian orang. 

Agar lebih aman, perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Bersihkan kuku: Pastikan kuku bebas dari minyak, losion, dan kotoran sebelum pemasangan agar perekat dapat menempel dengan baik.
  2. Pilih ukuran yang sesuai: Gunakan press-on nails yang mendekati ukuran kuku asli. Hindari ukuran terlalu kecil karena dapat memberikan tekanan pada sisi kuku.
  3. Gunakan perekat secukupnya: Pilih lem khusus kuku atau adhesive tabs dan ikuti petunjuk pada kemasan. Hindari membiarkan lem mengenai kulit.
  4. Tekan perlahan: Setelah ditempel, tekan kuku palsu selama beberapa detik hingga merekat dengan sempurna. 

Dengan pemasangan yang tepat, press-on nails dapat digunakan tanpa mengabaikan kesehatan kuku asli, sehingga kuku tetap terlihat cantik, rapi, dan terawat setiap saat.

Cara Melepas Press-On Nails Tanpa Membuat Kuku Ikut Terkelupas

Penggunaan press-on nails tidak berhenti setelah kuku berhasil terpasang. Saat ingin menggantinya, proses pelepasan perlu dilakukan secara perlahan agar lapisan kuku asli tidak ikut tertarik. Hindari mencabut atau mengelupas kuku palsu dengan paksa, terutama ketika masih menempel kuat.

Dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), kuku buatan dapat menyebabkan kuku menjadi tipis dan rapuh jika proses pemasangan maupun pelepasannya menimbulkan trauma pada kuku. Karena itu, gunakan metode pelepasan sesuai jenis perekat yang digunakan dan jangan terburu-buru menarik press-on nails.

Setelah kuku palsu dilepas, beberapa hal berikut dapat dilakukan untuk membantu menjaga kondisi kuku:

  1. Bersihkan sisa perekat: Gunakan cara yang lembut dan hindari mengikis permukaan kuku secara berlebihan.
  2. Jaga kelembapan: Aplikasikan pelembap atau minyak kutikula pada kuku dan area sekitarnya.
  3. Berikan jeda: Hindari menggunakan kuku buatan terus-menerus agar kuku asli memiliki waktu untuk beristirahat.

Jika kuku mengalami perubahan warna, nyeri, kemerahan, atau pembengkakan setelah penggunaan, sebaiknya hentikan sementara dan konsultasikan dengan dokter kulit.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading