Sukses

Entertainment

Editor Says: Pak Presiden dan Pak Kapolri, Saya Mau Tanya

Fimela.com, Jakarta "Pak Presiden dan Pak Kapolri, saya mau tanya. Jadi kalau saya LDR dan cuma bisa ketemu pacar setahun sekali, apakah salah? Jika saya nggak bisa ketemu pacar saya tahun ini, kemana peran negara?". Hehehe.. Becanda saja. Tapi pertanyaan-pertanyaan macam demikian tengah merebak di jagat Twitter. Kira-kira, ada apa ya?

***

Hal tersebut ternyata  berawal dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, yang menyampaikan keluh kesahnya di Twitter.  Ia menyampaikan curhatannya karena merasa ketenangannya diusik dengan adanya aksi unjuk rasa yang memintanya untuk ditahan. Ia merasa terganggu lantaran banyak orang yang melakukan unjuk rasa di rumahnya.

Merasa  tak nyaman, SBY pun akhirnya ngetweet dan melontarkaan pertanyaan kepada Jokowi dan Kapolri. “Saya bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak utk tinggal di negeri sendiri, dgn hak asasi yg saya miliki? *SBY*,”  tulisnya di akun Twitter pribadi @SBYudhoyono.

Merespon hal tersebut, banyak sekali netizen yang merespon. Tak sekadar merespon, mereka pun mencuitkan hal melenceng dengan cara dan nada yang sama. Bertanya kepada presiden Jokowi dan Kapolri mengenai nasib percintaan, misalnya.

Terlebih, masyarakat pun ikut memainkan hashtag #sayabertanya #adaAqua. Tak hanya itu, tagar #CurhatLebay pun terikut hadir meramaikan. Akibatnya, cuitan-cuitan bernada sarkastik dan juga humor-humor pun merajai jagat Twitter di Indonesia. Hmm.. kamu ikutan juga nggak?

Lucunya SBY mengeluhkan pengalamannya dan mengadu ke Jokowi tanpa mention. Mungkin hal tersebut juga yang membuat masyarakat gemas. Lepas dari lebay atau nggak, saya sih nggak mau komentar. Namun, yang bikin gengges justru kasus serupa yang biasa terjadi di kalangan cewek-cewek Indonesia. Yup, kode! Siapa di antara kamu yang gemar tebar kode sana-sini demi dapat perhatian pacar? Ngaku!

Saya seringkali dibuat gemas dengan hal tersebut. Bagaimana tidak, banyak following saya yang jika hubungannya dengan sang pacar nggak baik, malah membawanya ke ranah publik. Tanpa mention sang pacar, kemudian berharap kekasihnya itu melihat dan mengerti bahwa itu adalah kode yang membuat ia wajib minta maaf. Duh, ribet kan?

Media Sosial yang Acapkali Jadi Diary

Masyarakat Indonesia memang seringkali menjadikan media sosial sebagai diary. Tulisan di halaman 2 ini sama sekali tak ada hubungannya dengan cuitan SBY, ya. Tapi beberapa kali saya menemukan kenalan yang (menurut saya) tak bijak lantaran menjadikan sosial media sebagai tempatnya mencurahkan segala bentuk permasalahan.

Bagi saya pribadi, menuliskan permasalahan keluarga di dunia maya bukanlah sebuah hal yang bijak. Hal itu tentu saja karena saya lebih memilih untuk menjaga kehormatan keluarga. Masalah 'dapur' biarlah berada di sana. Tak perlu tetangga memahami, apalagi sejagat raya mengetahui.

 

A photo posted by MARU 🐼 (@maruhusky) on

Tombol unfollow atau unfriend akan menjadi pilihan utama saya jika menemukan teman yang setiap hari hanya membicarakan soal masalah pribadi. Bukannya tak ingin menjadi teman, namun sepertinya saya lebih suka tidak mengetahui permasalahan orang lain. Saya sendiri lebih suka bermain di dunia maya dengan melihat video konspirasi para hewan.

Di antara banyaknya berita hoax dan curhatan di dunia maya, saya lebih suka melari ke sesi binatang-binatang lucu. Bagi pecinta binatang seperti saya, perasaan hewan itu adalah yang paling jujur. Jika ia bahagia akan terlihat nyata dari matanya, jika ia tak suka maka terlihat dari gesturnya. Semudah itu dan sejelas itu.

 

A photo posted by @cats on

Bagi saya, manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling kompleks. Dalam waktu sekian detik saja mereka bisa berubah pikiran. Jadi, saya lebih senang melihat ekspresi hewan yang lucu-lucu nan menggemaskan daripada drama politik yang bikin tensi darah naik turun :)

Mencintai sesama manusia merupakan sebuah hal yang mutlak untuk saya. Rasanya tak ada yang salah dalam berbagi cinta. Menciptakan rasa damai (setidaknya di hati sendiri), membagikan cinta dan selaras dengan alam merupakan sebuah kewajiban. Mulailah dari diri sendiri dengan tidak menebarkan aura negatif untuk sekitar.

Jangan tebar kebencian dan mari sebarkan cinta.

Peluk sayang,

 

Floria Zulvi,

Editor Kanal Film

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Presiden Jokowi hibur anak-anak dengan atraksi sulap di peringatan Hari Anak Nasional, di Pekanbaru, Riau.
    Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Indonesia yang memenangi Pemilihan Presiden bersama wakilnya Jusuf Kalla pada 2014

    Jokowi

  • SBY

What's On Fimela
Loading