Sukses

Entertainment

Bukan Cuma Model dan Aktris, Luna Maya Kembangkan Karier di Balik Layar

Fimela.com, Jakarta - Luna Maya selama ini dikenal sebagai salah satu figur yang telah lama berkecimpung di industri hiburan Indonesia. Namanya lekat dengan dunia modeling dan akting, tetapi perjalanan karier Luna Maya ternyata tidak hanya berlangsung di depan kamera. Seiring waktu, ia juga mencoba berbagai peran di balik layar dan terlibat dalam proses produksi film dari sudut pandang yang berbeda.

Salah satu langkah awal Luna Maya di balik kamera adalah ketika dirinya menjadi sutradara film Pintu Harmonika pada 2013. Film tersebut merupakan proyek omnibus yang terdiri dari tiga cerita dan digarap oleh tiga sutradara, yaitu Luna Maya, Sigi Wimala, dan Ilya Sigma. Luna menyutradarai segmen berjudul “Skors”, sementara Sigi menggarap “Piano” dan Ilya mengarahkan “Otot”. Pintu Harmonika juga menjadi debut Luna Maya sebagai sutradara film layar lebar.

Pengalaman tersebut memperlihatkan sisi lain Luna Maya yang tidak selalu terlihat ketika dirinya berada di depan kamera. Menjadi sutradara membuatnya ikut terlibat dalam menerjemahkan cerita ke dalam bentuk visual sekaligus melihat bagaimana sebuah film dibangun dari awal.

Sejak saat itu, Luna Maya kembali mengambil sejumlah peran di balik layar. Salah satunya sebagai produser eksekutif dalam beberapa proyek film seperti Sumala, My Annoying Brother, Sukma, dan Sosok Ketiga: Lintrik. Perjalanan tersebut kemudian membawa Luna pada pengalaman baru lainnya sebagai produser eksekutif, termasuk dalam proyek-proyek film yang hadir dalam beberapa tahun terakhir.

 

Desember Jani Angkat Kisah Keluarga dari Tiga Generasi

Selain memperkenalkan jajaran sineas dan pemainnya, Desember Jani juga membawa tema keluarga yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Film ini mengangkat dinamika sebuah keluarga yang terdiri dari empat perempuan dari tiga generasi, yaitu Oma, Mama, serta dua remaja putri sebagai kakak dan adik. Keempat karakter tersebut diperankan oleh Tutie Kirana sebagai Oma, Sigi Wimala sebagai Winnie, Chempa Puteri sebagai Jani, dan Hyori Mika sebagai Julia. Kehadiran para pemain dari lintas generasi menjadi salah satu bagian yang membuat konsep keluarga dalam film terasa semakin kuat.

Namun, Desember Jani tidak hanya menawarkan cerita mengenai hubungan antara anggota keluarga. Film ini juga membawa tema tentang jarak emosional antargenerasi, cinta yang hadir dalam diam, serta keberanian untuk memulai kembali. Tema-tema tersebut menjadi bagian dari cerita yang ingin disampaikan melalui hubungan para karakter di dalam keluarga. Sutradara Ariani Darmawan menggambarkan Desember Jani sebagai cerita tentang keluarga yang tidak sempurna tetapi masih mau mencoba. Menurutnya, hubungan dalam keluarga terkadang membuat seseorang sulit mengatakan apa yang sebenarnya ingin disampaikan.

Pendekatan tersebut membuat film ini tidak hanya berfokus pada konflik, tetapi juga melihat keluarga sebagai ruang untuk saling memahami. Lewat karakter-karakternya, Desember Jani mencoba menghadirkan sisi hubungan keluarga yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Film ini juga menjadi bagian dari All Women Project Palari Films yang melibatkan perempuan dalam berbagai posisi penting di produksinya. Mulai dari sutradara, produser, penulis skenario, hingga pemeran, proyek ini memperlihatkan kolaborasi perempuan lintas generasi dalam sebuah karya film.

“Kopi Kaleng” Jadi OST Desember Jani, Dibawakan Hyori Mika dan Chempa Puteri

 

 

Music video “Kopi Kaleng” menjadi salah satu bagian yang diperkenalkan bersama perilisan teaser trailer Desember Jani. Lagu tersebut merupakan ciptaan Harlan Boer yang kemudian diaransemen ulang untuk menjadi original soundtrack film. Versi terbaru “Kopi Kaleng” dibawakan oleh dua pemeran Desember Jani, yaitu Hyori Mika dan Chempa Puteri. Keduanya juga memerankan karakter kakak-adik, Julia dan Jani, dalam film yang diproduksi oleh Palari Films.

Tidak hanya tampil sebagai penyanyi, Hyori Mika juga mengambil peran di balik layar dalam pembuatan music video “Kopi Kaleng”. Ia menjadi sutradara sekaligus editor untuk video musik tersebut. Keterlibatan Hyori membuat music video ini terasa semakin dekat dengan karakter yang ia perankan di dalam film. Visualnya menampilkan relasi sisterhood yang kompak dan hangat antara Jani dan Julia, sehingga hubungan kedua karakter tersebut menjadi bagian utama yang ingin ditonjolkan melalui lagu.

Kehadiran “Kopi Kaleng” juga memberikan warna tersendiri dalam rangkaian pengenalan Desember Jani. Setelah sebelumnya memperkenalkan teaser trailer, Palari Films menghadirkan music video ini sebagai materi yang memperlihatkan sisi lain dari film melalui hubungan dua saudara perempuan. Jika teaser trailer memberikan gambaran mengenai dunia yang dihadapi para karakter, music video “Kopi Kaleng” justru membawa perhatian pada kehangatan hubungan Jani dan Julia.

Menariknya, keterlibatan Hyori dan Chempa dalam membawakan lagu sekaligus memerankan karakter di film membuat “Kopi Kaleng” memiliki keterkaitan yang cukup dekat dengan Desember Jani. Ditambah dengan peran Hyori sebagai sutradara dan editor music video, lagu ini tidak hanya hadir sebagai soundtrack, tetapi juga menjadi bagian dari materi visual yang memperkenalkan hubungan kedua karakter tersebut kepada penonton. Music video “Kopi Kaleng” dan teaser trailer Desember Jani diperkenalkan dalam media gathering di ForkSteel, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 14 September 2026. Film Desember Jani sendiri dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada akhir 2026.

Penulis: Najwa Maulidina

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading