Sukses

Fashion

Tren Busana Muslim dengan Konsep Sustainable Fashion dari 164 Desainer Indonesia

Fimela.com, Jakarta Sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pusat industri halal global melalui produk busana muslim di pasar internasional. Untuk memasarkan produk busana muslim lokal ke skala global, Bank Indonesia bersama Indonesia Fashion Chamber dan Indonesia Halal Lifestyle Center menyelenggarakan sebuah fashion show busana muslim sebagai salah satu rangkaian acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

ISEF tahun ini menjadi yang ketujuh dengan tema "Mutual Empowerment in Accelerating Sharia Economic Growth through Promoting Halal Industries for Global Properity". Sementara secara spesifik, Modest Fashion ISEF tahun ini akan diselenggarakan secara virtual dengan tema "Sustainable Fashion, Sustainable Lifestye.".

Tema ini diangkat sebagai suatu gerakan sekaligus memberikan pesan yang kuat bagi penyelenggaraan Modest Fashion ISEF 2020. Konsep ini bukan sebatas untuk produk fashion, melainkan menjadi sebuah gaya hidup yang berkelanjutan dengan mengacu pada 3 prinsip. Yakni sosial, ekonomi, dan lingkungan.

 

Diselenggarakan secara virtual

Modest Fashion ISEF 2020 mengajak semua partisipan untuk semakin peduli menjalani gaya hidup yang ramah lingkungan dengan memperhatikan keberlangsungan kehidupan masyarakat, keselarasan lingkungan, dan kesejahteraan bersama.

Konsep sustainable fashion diperkuat dengan pemilihan bahan baku serta SDM lokal untuk menghasilkan sebuah produk yang mampu menggerakkan ekonomi lokal. Mengacu pada inspirasi tren global dan kepedulian akan lingkungan hidup dan sosial.

Melalui platform virtual, Ali Charisme selaku National Chairman IFC menuturkan kegiatan Modest Fashion ISEF akan dibuat dengan lebih interaktif dan dinamis. Selain modest fashion show yang disiarkan melalui live streaming, para desainer juga berkesempatan untuk mempresentasikan koleksi rancangannya secara utuh.

Modest Fashion ISEF 2020 akan digelar secara virtual pada 28-31 Oktober 2020 dengan beragam kegiatan. Seperti 12 sesi virtual fashion show, 164 desainer atau brand, 720 look, dan 180 model. Dilengkapi dengan business matching, para desainer akan dipertemukan dengan para pembeli untuk meningkatkan potensi bisnis dari masing-masing desainer.

 

Dikurasi secara ketat

Untuk mempersiapkan produk yang siap bersaing di pasar global, para desainer yang terlibat dipilih oleh para kurator juga merupakan fashion designer. Mereka adalah Taruna K. Kusmayadi, Deden Siswanto, dan Sofie untuk memilih desainer/brand yang sesuai pasar internasional. Kriteria yang dipilih berdasarkan kategori busana muslim, mengaplikasikan inspirasi lokal dengan selera global, mutu desain dan produk yang baik, mengikuti tren fashion global, memiliki pembeli potensial, strategi penjualan dan bisnis yang baik, serta penggunaan bahan baku dan SDM lokal yang memiliki unsur sustainable dalam proses produksi.

Setelah dikurasi menjadi 164 desainer dan brand, kemudian dilakukan proses pendampingan sehingga merkea yang terpilih ini siap membuat koleksi dan materi promosi yang matang. Desainer yang terpilih di antaranya Ayu Dyah Andari, Deden Siswanto, Hannie Hananto, Irna Mutiara, Itang Yunasz, Kami Idea, Khanaan Shamlan, Kursien Karzai, Laudya Cynthia Bella, Monika Jufry, Najua Yanti, Nuniek Mawardi, Risa Maharani, Rosie Rahmadi, Sofie, TutyAdib, Vivi Zubedi, dan Wignyo Rahadi.

Masih secara virtual, Modest Fashion ISEF 2020 memberikan kesempatan bagi 325 merek terpilih untuk mengikuti Digital Trade Show pada 1 September-2 Desember 2020. Diharapkan mampu menstimulasi para pelaku usaha busana muslim di tanah air untuk beradaptasi dengan perubahan gaya hidup dan teknologi yang berbasis digital.

Simak video berikut ini

#changemaker

;
Loading