Sukses

Fashion

Diary Fimela: It's Cleine, Brand Fashion Lokal yang Tawarkan Solusi Pakaian Sehari-hari dari Keresahan Perempuan

Fimela.com, Jakarta Brand fashion dari dalam negeri kini mulai menjadi sorotan bagi para pecinta fashion, khususnya anak-anak muda. Sudah banyak brand lokal yang diakui kualitas serta desainnya.

Tak hanya sebagai pertimbangan untuk membeli pakaian, banyak pula anak muda yang sekarang mulai tertarik untuk membuat bisnis fashion mereka sendiri. Hal itulah yang dilakukan oleh dua sahabat yang kini masih menjadi mahasiswi semester akhir, Kartika Annisa dan Cendy Brenda.

Berawal dari kesamaan selera fashion, dua perempuan muda ini akhirnya memutuskan untuk membuka bisnis di bidang fashion dengan nama brand it's cleine. Selain itu, Kartika juga mengatakan, ia memang menyukai pakaian terutama dari brand lokal. Cendy sendiri memang memiliki latar belakang fashion. Sekarang ia aktif berkuliah dengan jurusan fashion design di satu perguruan tinggi.

Dalam pernyataan tertulis, Kartika bercerita proses perencanaan it's cleine bermula sejak bulan Desember 2020, yang mana pertemuan saat itu hanya baru membahas konsep. Karena kesibukan sebagai mahasiswa terkait kuliah, magang, dan lainnya, pematangan persiapan diundur hingga bulan Juli 2021. Tapi, setelah segala persiapan akhirnya terpenuhi, pada 9 Oktober 2021 it's cleine pun meresmikan brandnya.

Dari diciptakannya it's cleine, Kartika mengaku berharap it's cleine bisa menjadi jawaban bagi banyak perempuan yang mencari pakaian untuk keseharian mereka. Itulah mengapa, it's cleine akan selalu mencari dan mendengar keresahan para pelanggan maupun calon pelanggan mengenai pakaian sehari-hari mereka, khususnya para mahasiswi. Entah itu berhubungan dengan desain terkini ataupun kenyamanan yang diinginkan.

 

Hanya mengelola bisnis berdua

Sebagai sebuah brand baru, it's cleine memiliki strategi bisnis berupa fokus pada penggunaan sosial media sebagai sarana promosi.

"Strategi bisnis kita itu fokus utamanya di sosmed. Kita sangat memanfaatkan sosmed kayak IG dan Tiktok dengan sebaik-baiknya," kata Kartika.

Ia menambahkan, menggunakan sosial media sebagai fokus utama mempromosikan brand mereka karena target pasar mereka sebagian besar menggunakan sosial media untuk mencari referensi atau membeli pakaian.

Untuk saat ini, brand pakaian perempuan ini masih dipegang sepenuhnya oleh kedua owner karena it's cleine masih sangat baru. Mulai dari desain, pembuatan logo brand, promosi, sampai pemilihan bahan dilakukan oleh keduanya.

Tapi tentu, Kartika maupun Cendy berharap kedepannya akan memiliki tim pendukung.

 

Desain yang mengutamakan kenyamanan sehari-hari

Seperti yang sudah disinggung, it's cleine hanya dikelola oleh Kartika dan Cendy. Desain it's cleine pun diciptakan hanya dari buah pemikiran Kartika dan Cendy. Meski untuk penetapan ukuran pakaian, Kartika menyatakan, Cendy yang biasanya berperan dalam hal ini karena lebih memahami hal tersebut.

Karena desain sepenuhnya dibuat oleh kedua owner, Kartika menjelaskan bahwa produk it's cleine memang dikonsepkan untuk pakaian sehari-hari, tapi ada beberapa produk yang diberi detail agar tidak terlalu basic tanpa menghilangkan unsur nyaman dari pakaian tersebut.

Desain yang mengkombinasikan kenyamanan serta nilai estetika inilah yang diyakini Kartika dan Cendy sebagai hal yang membedakan it's cleine dengan produk lainnya, yang tentunya dengan harga yang masih terjangkau.

Selain itu, mereka juga menciptakan semua desain ini berdasarkan pengamatan atas desain yang sedang dicari orang-orang, yang kemudian dikemas dengan konsep it's cleine.

Terkait dengan desain yang dimiliki it's cleine, Kartika menjelaskan latar belakang dari setiap desain mereka, yakni:

- Serra Dress, dress dengan drawstring details atau tali serut. Dress ini dibuat agar tidak terlalu polos dan biasa, tapi masih bisa dikenakan untuk kerja, kuliah, dan lainnya.

- Kalea Skirt, rok ini memiliki drawstring details juga tapi memiliki bahan sateen leather yang saat ini tengah menjadi salah satu tren fashion.

- Adora Outer, outer timeless yang bisa dikenakan di mana saja dan kapan saja, yang kemungkinan dibutuhkan oleh sebagian besar orang.

Untuk bahan utama dari produknya, it's cleine menggunakan katun pada sebagian produknya.

"Kami menggunakan katun karena selain akan membuat pakaian menjadi menarik, katun juga dapat memberikan kenyamanan jika digunakan untuk kegiatan sehari-hari," jelas Kartika.

Kesulitan dari mengelola bisnis it's cleine

Sebagai seorang mahasiswa, tentu akan ada kesulitan dalam mengelola bisnis. Itulah yang dirasakan Kartika maupun Cendy.

Menurut penjelasan Kartika, tantangan terbesar mereka dalam mengelola it's cleine adalah untuk membagi waktu antara kuliah dan mengelola bisnis.

Bahkan, waktu peluncuran it's cleine pun diundur dari waktu yang sudah ditetapkan karena keduanya sangat sibuk dengan kegiatan kuliah.

Selain itu, kesulitan yang dihadapi juga berhubungan dengan pemilihan bahan utama it's cleine. Seperti yang dikatakan oleh Kartika. "Lalu, untuk pemilihan bahan kami juga lumayan lama karena kami mau cari yang terbaik, tapi tetep yang masuk budget kita."

Di awal-awal pun terdapat pergantian packaging karena tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Hal tersebut membuat Kartika dan Cendy mengalami keugian dalam hal biaya dan waktu.

Harapan untuk mengembangkan bisnis fashion it's cleine

Kartika menyatakan, saat ini it's cleine tengah mempersiapkan launching produk terbaru. Tentunya ia optimis bahwa produk ini adalah produk yang dicari oleh Temen-temen it's cleine (sebutan untuk pelanggan it's cleine).

Selain mempersiapkan produk terbaru, it's cleine juga terus berusaha memperkenalkan it's cleine ke lebih banyak orang dengan lebih maksimal menggunakan media sosial, serta promosi melalui relasi pertemanan.

Sebagai penutup, it's cleine berpesan untuk para pejuang bisnis khususnya pejuang bisnis muda yang juga masih aktif menempuh pendidikan.

"Untuk temen-temen pejuang bisnis, tetap konsisten dalam menjalankan usaha bisnisnya. Jangan patah semangat kalau ternyata hasilnya belum sesuai ekspektasi kalian. Tetep berusaha lagi dan lagi."

*Penulis: Vania Ramadhani Salsabillah Wardhani.

 

#Elevate Women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Berawal dari Masalah Pribadi, Rachel Nathani Sukses Tekuni Bisnis Skincare
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Ditempa Zaman dan Pandemi, Kopi Ko Acung Cabang Sabang Bangkitkan Lagi Kuliner Khas Sambas Peranakan