Sukses

Fashion

Diary Fimela: Awulan Paradiso Normalisasikan Berkebaya dalam Keseharian

Fimela.com, Jakarta Kebaya merupakan salah satu pakaian khas tradisional di Indonesia. Berbagai sumber menyebutkan sejarah kebaya tercatat sebelum datangnya penjajahan Portugis ke Indonesia. Teori juga menunjukkan asal usul budaya berasal dari Timur Tengah dan ada juga yang menyebutkan asal usul kebaya dari Cina. Di Indonesia sendiri kata kebaya merujuk pada kain yang semula digunakan sebagai blus. Kata kebaya sendiri juga diambil dari bahasa Arab yaitu kabaya atau memiliki arti pakaian. 

Salah satu jenis kebaya yang sering digunakan adalah kebaya panjang. Kebaya ini mulai hadir di Indonesia pada abad ke 15 dan 16. Kebaya panjang ini menghadirkan lengan panjang dengan sentuhan khas yang digunakan oleh kalangan wanita. Kebaya juga menunjukkan sebagai salah satu aset budaya yang masih tetap dipertahankan hingga kini.

Tren berkebaya juga sedang digaungkan hingga saat ini, untuk membangkitkan rasa cinta berkebaya, sejumlah influencer seperti Rania Yasmin juga mulai mempromosikan kembali bahwa berkebaya dalam sehari-hari bukan berarti tidak up to date dengan fashion zaman sekarang. Justru dengan menggunakan kebaya juga dapat memancarkan pesona cantik tersendiri. Berbekal karena kecintaannya pada kebaya, simak kisah bagaimana  Fala Pratika mendirikan Awulan Paradiso

Dari hobi menjadi usaha bisnis

Fala Pratika atau sering disapa dengan Fala bercerita bahwa ia sudah lama memiliki hobi mengoleksi kebaya-kebaya walas. Dibesarkan di Magelang membuatnya juga semangat untuk menjelajah pasar tradisional hingga akhirnya menumpuk. 

“Awalnya saya beli kebaya bekas ini karena ingin mengurangi sampah, tetapi saya mikir lagi kenapa makin lama makin saya tumpuk ya? akhirnya saya terinisiasi untuk mendirikan Awulan Paradiso," ungkapnya.

Selain itu ia juga menambahkan hal lain yang membuatnya semangat lagi adalah karena ia menemukan foto-foto keluarga zaman dulu yang menampilkan penggunaan kebaya pada kegiatan formal. 

“Saya juga semakin semangat berbisnis lagi karena setelah menemukan foto-foto keluarga zaman dulu, saya bisa melihat bahwa untuk memiliki penampilan cantik pada saat formal dengan berkebaya saja kita sudah bisa memancarkan aura kecantikan tanpa harus memakai kemeja,” tambahnya.

Dari situ lah Fala Pratika menamainya dengan Awulan Paradiso. Awulan berarti tumpukan baju dan Paradiso dari kata “Paradise” serta film Italia yang menceritakan kecintaannya terhadap film. Tetapi paradiso untuk Awulan Paradiso ini memiliki makna kecintaan Fala dengan kebaya. 

Kebaya walas Awulan Paradiso miliki segmentasi yang tetap serta value tersendiri 

Dari awal settingan Awulan Paradiso yaitu model kebaya walas, ketika disandingkan dengan kebaya kekinian, Fala merasa Awulan Paradiso miliki segmentasi tetap dengan menggunakan kebaya lama. Tidak hanya kebaya tetapi elemen pendukung seperti kain dan aksesoris lain memiliki kesan vintage yang klasik. 

Dan karena settingan inilah Awulan Paradiso terus konsisten mempertahankan kebaya yang ditampilkan. Dengan mempertahankan nilai vintage serta ciri khas kebaya lama, pembeli melihat Awulan Paradiso memiliki value tersendiri atas model kebaya lama yang tidak banyak dijumpai pada toko-toko kebaya lain. 

“Konsistensi inilah yang dijadikan oleh Awulan Paradiso untuk terus menjual kebaya dan elemen kebaya vintage, nah dari kebaya dan elemen pendukung vintage ini juga memiliki keunggulan akan pemakaian yang panjang,” Jelas Fala. 

Pencapaian Awulan Paradiso membuat Fala merasa bersyukur

Pencapaian Awulan Paradiso membuat Fala cukup puas. Bahkan sampai di notice oleh Director film Kamila Andini dan aktris cantik Indonesia Dian Sastro. Fala mengaku dia juga sangat terkejut dan pencapaian ini menjadi pencapaian yang memorable untuknya. 

“Waktu itu saya mau kasih kebaya ke Mba Dian Sastro, apakah possible ya waktu saya bilang? Dan Mba Kamila Dini saat itu bilang, kasih saja sini langsung main ke set! Dan sayapun datang dan bisa memberikan langsung kebayanya. Pengalaman ini sangatlah seru buat saya,” ceritanya.

Selain itu, pencapaian lainnya juga membuka peluang untuk diundang dan membicarakan tentang awareness dari kebaya itu sendiri. Dari kesempatan-kesempatan ini Fala juga menjelaskan jika ia memiliki rencana untuk memberikan awareness lebih bahwa kebaya itu juga bisa dipakai untuk daily atau keseharian, jadi tidak hanya dipakai ketika acara-acara formal saja. 

Pesan dari Fala

Berkebaya ataupun menggunakan barang vintage memiliki makna atas kemodisan serta kebanggaan atas upaya merawat barang-barang ini. Apa yang dirawat oleh kita saat ini tidak bisa dilakukan serta merta sembarangan guna mempertahankan kualitas barang tersebut. 

“Sekarang juga tidak hanya berkebaya tetapi juga berkain seperti yang digaungkan oleh Suara Gembira, Remaja Nusantara, dan banyak lagi yang membuat konsep berkain dan berkebaya  ini menjadi hal yang ‘biasa’. Bahkan di konser sekalipun, aku juga pernah melihat banyak juga yang mengenakan kebaya. Dari sebuah attire pada saat formal bisa bergeser dan dikenakan dalam keseharian,” jelas Fala. 

Fala juga berpesan untuk kamu perempuan yang ingin terjun dalam bisnis kebaya namun masih tidak yakin karena stigma berkebaya hanyalah untuk orang zaman dahulu saja.

 

Penulis: Tisha Sekar Aji.

Hashtag: #Breaking Boundaries

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading