Sukses

FimelaHood

KAGUMI, Tempat Perempuan Bertubuh Tambun Bebas Berekspresi

Fimela.com, Jakarta Memiliki tubuh ideal mungkin impian setiap perempuan. Di mana berat badan dan tinggi tubuh proposional sebagai mana mestinya. Tidak heran jika para perempuan rela melakukan banyak hal untuk mendapatkan itu. Seperti diet dan olahraga, misalnya. Tak terkecuali para perempuan yang tergabung dalam komunitas KAGUMI (Ikatan Wanita Gemuk Indonesia).

Sesuai dengan namanya, para perempuan di KAGUMI adalah para perempuan bertubuh tambun yang layak dikagumi. Sementara di luar sana banyak omongan miring soal penampilan seseorang yang kurang ideal, para perempuan di KAGUMI lebih pilih membuktikan jika tubuh tambun bukan halangan untuk berkarya dan berekspresi.

Didirikan oleh Indrayati Silen, seorang perempuan bertubuh tambun, KAGUMI hadir menjadi wadah bagi orang-orang dengan tubuh gemuk untuk saling support dengan berbagai kegiatan positif di dalamnya. "Awalnya aku ikut komunitas perempuan gemuk dan jualan baju big size, sempat lalu aku bikin group di Facebook awalnya nama online shop aku, lalu pada aktif di sana untuk curhat, karena menurutku nggak tepat tempatnya, aku cari-cari nama yang tepat untuk grup ini, ketemulah KAGUMI," kenang perempuan yang akrab disapa Iin ini.

Menurutnya, dengan dibentuknya KAGUMI, Iin berharap jika KAGUMI bisa menjadi wadah sharing yang menambah rasa percaya diri pada setiap anggota ketika body shaming mewarnai hari-hari mereka.

"Awalnya sih pengin biar para perempuan bertubuh bertambah percaya diri, merasa punya teman, merasa nggak sendirian, karena pasti kami banyak di-bully orang, bagaimana cara meng-handle-nya ketika di-bully, dan masalah-masalah yang terjadi seputar perempuan gemuk, intinya sih biar percaya diri," kata Iin saat ditemui di Fat Bubble, Tebet, Jakarta Selatan.

"Maksud saya, agar kami yang bertubuh gemuk bisa berkarya dan prestasi, jangan sampai stuck gara-gara gemuk aja," imbuh pemilik toko pakaian online Big Beauty Fashion ini.

Sebagai komunitas, Iin mengaku jika tidak ada syarat khusus untuk anggotanya. "Gabungnya lewat grup Facebook, nggak terlalu didata juga, sih, karena awalnya hanya untuk sharing di Facebook, kalau ada kopi darat ya datang, nggak kayak komunitas lain yang ada pendaftarannya, kami nggak berhubungan dengan uang juga, kami nggak mau rusak hubungan, ini buat fun aja," ujar perempuan kelahiran Jakarta ini.

Sejak terbentuk pada 15 September 2013, hingga kini anggota KAGUMI di Facebook telah mencapai angka 10 ribu lebih. Lebih lanjut, para anggota KAGUMI terdiri dari berbagai macam latar belakang status. "Kalau di Facebook, sih, ada 10 ribuan, ya, tapi ada yang aktif dan ada juga yang nggak, tapi kalau di dunia nyata ada sekitar 500 orang yang aktif di area Jabodetabek, statusnya macam-macam, ya, masih single ada, tapi mayoritas ibu rumah tangga, intinya perempuan-perempuan bertubuh gemuk," jelas Iin.

2 dari 3 halaman

Body Shaming? No Way!

Isu body shaming dan diskriminasi yang dewasa ini naik ke permukaan rupanya anggota KAGUMI juga pernah merasakannya. "Yang aku sering dengar, ya, bukan berarti terjadi sama aku, biasanya ketika naik kendaraan umum atau saat naik ojek online," kata Iin yang secara pribadi tidak pernah menemukan diskriminasi atau body shaming pada dirinya.

Puni, salah satu anggota KAGUMI lantang bersuara ketika mendengar soal pengalaman body shaming dan diskriminasi terhadap tubuh gemuk.  "Aku pernah dibilang 'sebenernya kamu tuh cantik, lho, tapi coba kurusin dikit', sama kalau naik angkot zaman dulu, saya duduk depang langsung bilang ke supirnya kalau saya bayar dua penumpang jadi nggak boleh ada penumpang lain di sebelah saya! Mau bully saya gimana coba? Sudah saya bully duluan," kenang Puni.

Kendati demikian, menurut Puni dan Iin, tubuh tambun memiliki sisi positif yang mereka rasakan. "Punya badan gemuk tuh pasti gampang diingat orang lain, terus orang lain melihat kami itu happy terus aja bawaannya," tutur Iin.

"Kami kalau lagi ngumpul lucu-lucu, ramai, sampai lupa urusan badan," imbuh yang kini berat badannya mencapai 100 kg lebih.

Sama seperti perempuan lain di luar sana, para anggota KAGUMI juga memiliki keinginan untuk memiliki berat badan yang ideal. "Ada yang ingin menguruskan tubuh dan beberapa berhasil dengan cara dan metode masing-masing, dan mereka masih bergabuung di KAGUMI," ucap ibu kelahiran 12 Agustus 1977 ini.

Untuk mewujudkan tubuh ideal, bahkan KAGUMI pernah diajak bekerja sama oleh sebuah rumah sakit di Malaysia untuk pengurangan berat badan dengan teknik gastric bypass. "Ada yang ajak kerja sama kita yaitu sebuah rumah sakit dari Malaysia, kami punya teman di sana dan menjadi proyek percontohan rumah sakit itu untuk pengurangan berat badan dengan teknik gastric bypass, katanya sih paling stabil," jelas Iin.

3 dari 3 halaman

You Only Live Once

Sebagai support system, tentu para anggota KAGUMI saling mendukung dan memberi semangat satu sama lain untuk selalu percaya diri. "Seperti yang sering aku share di grup dari awal, hidup kan hanya sekali, nggak usah diambil pusing banget, mau gimana lagi? Nggak semua orang punya kemampuan materi yang sama, mungkin diet biasa juga sudah nggak mempan, tapi syukur sekarang ada diet keto, diet DEBM (Diet Enak Bahagia Menyenangkan), itu lumayan banyak orang ikut dan berhasil kurus," ungkap perempuan yang pernah mengenyam pendidikan diploma jurusan Perhotelan ini.

Tak hanya memupuk rasa percaya diri, di KAGUMI, para anggotanya juga bebas berekspresi sesuai bakat dan minat yang dimiliki, seperti yang tersalurkan pada BIG VOICE, BIG BEAUTY MODELS, dan BIG BEAUTY DANCE.

"Kalau yang modelnya masih, kebetulan saya sudah nggak arrange model, dancer juga masih ada, tapi karena pengurusnya sibuk dengan kesibukan pribadi, jadi anggotanya berjalan sendiri saja, tapi kalau yang grup vokal itu sudah jarang," cerita Iin.

Di tahun ke-lima berdirinya KAGUMI, Iin mengungkapkan jika ia dan kawan-kawannya masih memiliki mimpi untuk bisa mengadakan event besar untuk para perempuan bertubuh tambun. "Kami ingin bikin dan belum tercapai itu adalah Big Size Fair, di mana menampilkan bakat orang-orang gemuk di tempat yang lebih publik dan ada bazaar produk untuk orang-orang gemuk, karena KAGUMI nggak ada dana dari mana-mana, benar-benar dana pribadi pengurus, ada sponsor tapi pasti kami harus modal dulu," imbuh Iin.

Iin juga memberi sedikit tips untuk orang-orang bertubuh tambun agar percaya diri dengan tubuhnya. "Banyak banyak bersyukur saja, karena orang kurus juga kalau nggak bersyukur pasti ada kurangnya, semua orang cantik, kalau nggak bersyukur juga pasti akan kekurangan, dinikmati saja, hidup cuma sekali, kalau mau diet ya diet, tapi jangan sampi menyiksa diri," tukas Iin.

Tertarik untuk gabung dengan KAGUMI? Yuk, coba gabung dulu di grup Facebook KAGUMI dan temukan keseruan di sana.

Fimelahood #MyGoalMatter, Tempat Perempuan Berbagi Kisah Inspiratif
Loading
Artikel Selanjutnya
Jakarta Vegan Guide, Support System Untuk Gaya Hidup Vegan yang Lebih Chill
Artikel Selanjutnya
Komunitas Blogger Perempuan, Buktikan Kalau Perempuan Tidak Gagap Teknologi