Sukses

FimelaHood

Komunitas EwasteRJ, Peduli Sampah Elektronik Sejak Dini

Fimela.com, Jakarta Manusia dan sampah adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Segala sesuatu yang dikonsumsi, pasti akan bermuara menjadi sampah. Tak terkecuali benda-benda elektronik yang kita miliki di rumah. Yaps, jangan salah, meski tak tampak ciri-ciri sampah dengan  pembusukan dan bau tidak sedap, tapi elektronik rusak atau sudah tidak terpakai lagi masuk ke dalam kategori sampah, lho!

Pada kenyataannya, masih sedikit, individu yang peduli dengan sampah yang satu itu. Meski begitu, bukan berarti tidak ada sama sekali. Rafa Jafar adalah salah satunya. Berawal dari final project tentang science saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Rafa melanjutkannya kepeduliannya terhadap sampah elektronik hingga saat ini dan membuat komunitas bernama EwasterRJ.

"Lalu, dari final projectnya itu, ibunya mendukung dia untuk menjadikan hasil final projectnya kedalam bentuk buku yang diluncurkan Februari 2015 judulnya Sampah Elektronik. Di 2016, baru start Komunitas EwasteRJ ini dengan menyediakan beberapa titik dropbox yang saat itu fokusnya masih di Jakarta dulu," ungkap Pranandya Wijayanti, External Relation Manager EwasteRJ.

Terbentuk sejak tahun 2016, EwasteJR membantu masyarakat untuk mengumpulkan sampah elektronik dari rumah tangga. "kami mengumpulkan sampah elektronik dari rumah tangga untuk kemudian kami salurkan ke perusahaan pengolah sampah elektronik yang tersertifikasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK)," imbuhnya.

Bukan tanpa alasan, fokusnya EwasteRJ pada sampah elektronik tak lepas dari habit masyarakat Indonesia yang konsumtif pada barang elektronik terutama gadget. Sehingga membuat masa pakai dari barang elektronik jadi lebih cepat dan kemudian elektronik sebelumnya menjadi sampah.

Padahal, meski tidak mengeluarkan bau busuk seperti sampah organik, tapi sampah elektronik sama bahaya dan merugikannya. "E-waste (sampah elektronik) merupakan bagian dari sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun), di mana di dalamnya terkandung racun-racun yang jika tidak di-treat dengan tepat akan berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Selama ini, orang-orang masih fokus dengan sampah organik, anorganik, tapi seringkali belum paham kalau ternyata e-waste adalah bagian dari sampah B3 yang jauh lebih besar dibanding jenis sampah lainnya," terang dara kelahiran bulan Februari ini.

Seperti komunitas pada umumnya, EwasteRJ memiliki kegiatan rutin, yaitu mengumpulkan sampah elektronik dari 18 titik di 9 kabupaten/kota. "Titik dropbox tersebut ada yang berupa agen perpanjangan tangan kami di daerah luar Jakarta dan ada juga mitra seperti sekolah, universitas, café, bulk store, dan semacamnya," kata Nandya.

Lebih lanjut, Nandya menjelaskan siklus kegiatan EwasteRJ dalam mengumpulkan dan menyalurkan sampah elektronik. Menurutnya, setelah terkumpul mitra dropbox akan kirim ke sekretariat EwasteRJ untuk kemudian dipilah berdasarkan kategori. Setelah selesai, perusahan pengolah rekanan EwasteRJ akan mengangkutnya.

Selain kegiatan mengurus sampah, EwasteRJ juga kerap mengisi acara sebagai pembicara atau mengisi booth di acara pemerintah, sekolah, perusahaan, maupun komunitas lain untuk membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya sampah plastik. "Ada juga kegiatan tahunan kami, yaitu National Gathering yang sudah kami selenggarakan di September 2019 lalu yang bertujuan untuk mempererat EwasteRJ network terutama dengan para agen kami di daerah, sharing kendala dan pengalaman di daerah masing-masing, membuka peluang kerjasama dengan pihak eksternal," jelas perempuan yang hobi bernyanyi dan menari ini.

Upaya Rafa untuk menumbuhkan kesadaran soal sampah elektronik rupanya disambut baik oleh banyak pihak. Terbukti dari kerja sama yang mereka jalani dengan berbagai instansi dan komunitas. Di antaranya adalah DLH DKI Jakarta, sekolah, universitas, toko, dan Sustaination dan Zerowaste Indonesia.

Hingga saat ini, EwasteRJ telah memiliki agen yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Seperti Bogor, Depok, Yogyakarta, Salatiga, Surabaya, Tuban, Makassar, Palembang, dan Manado. Ingin bergabung dengan EwasteRJ? Bisa banget.

Pantau terus media sosial Instagram EwasteRJ untuk mendapatkan info terbaru soal open recruitment anggota. "Syaratnya sebetulnya hanya komitmen saja sih karena kan ini kegiatan voluntary tapi nanti yang ingin buka titik agen juga bisa hubungi kami di Instagram nanti kami akan share lembar kesediannya," kata Nandya.

 

;
Loading