Sukses

FimelaMom

Imunisasi Anak Sebaiknya Dimulai di Usia Berapa? Ini Penjelasannya

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, imunisasi merupakan salah satu langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya. Namun, masih banyak orang tua yang bertanya-tanya, kapan sebenarnya imunisasi anak sebaiknya dimulai? Pemahaman yang tepat tentang jadwal imunisasi sangat dibutuhkan agar perlindungan terhadap anak dapat optimal sejak dini.

Imunisasi tidak hanya berfungsi untuk melindungi anak secara individu, tetapi juga membantu mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekitar. Oleh karena itu, pemberian imunisasi sesuai usia dan jadwal yang dianjurkan menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak. Berikut penjelasan lengkapnya.

Imunisasi Anak Dimulai Sejak Baru Lahir

Imunisasi anak sebaiknya dimulai sejak bayi baru lahir. Pada usia ini, sistem kekebalan tubuh bayi masih belum sempurna sehingga membutuhkan perlindungan tambahan dari vaksin. Beberapa imunisasi bahkan diberikan dalam 24 jam pertama setelah bayi lahir.

Imunisasi awal bertujuan untuk melindungi bayi dari penyakit serius yang dapat mengancam keselamatan jiwa. Dengan imunisasi sejak dini, risiko bayi terkena infeksi berat dapat ditekan secara signifikan. Inilah alasan mengapa jadwal imunisasi awal sangat dianjurkan untuk tidak dilewatkan.

Jenis Imunisasi Berdasarkan Usia Anak

Pada usia 0-1 bulan, bayi biasanya mendapatkan imunisasi Hepatitis B dan BCG. Vaksin ini berfungsi melindungi bayi dari penyakit hepatitis serta tuberkulosis yang berisiko tinggi pada usia dini. Kemudian imunisasi polio tetes juga mulai diberikan pada usia ini.

Memasuki usia 2-6 bulan, anak akan menerima imunisasi lanjutan seperti DPT, polio, dan Hib. Vaksin-vaksin tersebut membantu melindungi anak dari difteri, pertusis, tetanus, serta infeksi lainnya. Pemberian dilakukan secara bertahap agar tubuh anak dapat membentuk kekebalan secara optimal.

Apa yang Terjadi Jika Imunisasi Terlambat?

Jika imunisasi terlambat diberikan, anak tetap bisa mendapatkan vaksin sesuai anjuran dokter. Jadwal imunisasi dapat disesuaikan agar anak tetap memperoleh perlindungan yang dibutuhkan. Namun, penundaan imunisasi dapat meningkatkan risiko anak tertular penyakit tertentu.

Karena itu, orang tua dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika anak melewatkan jadwal imunisasi. Dengan pendampingan yang tepat, imunisasi tetap dapat diberikan secara aman dan efektif.

Imunisasi anak sebaiknya dimulai sejak bayi baru lahir dan dilanjutkan sesuai jadwal hingga usia sekolah. Setiap tahap imunisasi memiliki peran penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya. Dengan mengikuti jadwal imunisasi yang dianjurkan, orang tua turut menjaga kesehatan anak dan lingkungan sekitarnya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading