Sukses

FimelaMom

Cara Membantu Kakak agar Tetap Merasa Diperhatikan Setelah Adik Lahir

Fimela.com, Jakarta - Kelahiran adik baru sering menjadi momen yang membawa perubahan dalam dinamika keluarga. Selain rutinitas yang berubah, perhatian orang tua juga biasanya lebih banyak tertuju pada kebutuhan bayi yang masih membutuhkan pendampingan penuh setiap hari.

Di tengah perubahan tersebut, anak pertama seringkali ikut merasakan perubahan suasana di rumah. Sebagian anak mulai menunjukkan sikap yang berbeda seperti lebih mudah rewel, menjadi lebih manja, atau lebih sensitif dibanding biasanya.

Sahabat Fimela, perubahan perilaku tersebut sebenarnya cukup umum terjadi dalam masa adaptasi. Anak sedang belajar memahami posisi baru mereka di rumah setelah sebelumnya terbiasa mendapatkan perhatian penuh dari orang tua dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari Kids-First.com.au, anak membutuhkan rasa aman dan dukungan emosional agar dapat beradaptasi dengan lebih nyaman ketika terjadi perubahan besar dalam keluarga, termasuk kehadiran saudara baru.

Sementara itu, Libero.com menjelaskan bahwa rasa cemburu pada kakak dapat muncul ketika mereka merasa perhatian orang tua berubah setelah adik lahir, terutama pada masa awal adaptasi di rumah.

Alasan Anak Pertama Menunjukkan Sikap yang Berbeda

Anak pertama biasanya belum sepenuhnya memahami mengapa situasi di rumah berubah setelah adik lahir. Mereka melihat orang tua menjadi lebih sibuk, waktu bersama berkurang, dan banyak perhatian diberikan kepada bayi yang baru datang ke keluarga.

Kondisi tersebut dapat membuat anak merasa perhatian yang biasa mereka terima menjadi berbeda dibanding sebelumnya. Karena belum dapat mengungkapkan perasaan dengan jelas, emosi tersebut sering muncul melalui perubahan perilaku sehari-hari.

Sahabat Fimela, sebagian anak juga mulai mencari perhatian dengan cara yang lebih emosional misalnya menjadi lebih manja, lebih sering menangis, atau sengaja melakukan hal yang membuat orang tua fokus kepada mereka. Reaksi seperti ini sering menjadi bentuk kebutuhan emosional yang belum tersampaikan dengan baik.

Selain itu, perubahan rutinitas keluarga juga memengaruhi kondisi anak pertama. Aktivitas sederhana seperti waktu bermain bersama orang tua, jam tidur, atau kebiasaan sehari-hari dapat berubah karena orang tua harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan bayi baru lahir.

Anak pertama juga lebih mudah merasa sensitif ketika mereka mendengar kalimat yang terdengar seperti perbandingan dengan adiknya. Hal-hal kecil seperti itu dapat membuat anak merasa tersisih apabila tidak disikapi dengan komunikasi yang lebih hati-hati di rumah.

Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Hubungan Kakak dan Adik

Masa adaptasi setelah adik lahir biasanya membutuhkan waktu, terutama bagi anak pertama yang sedang belajar memahami perubahan suasana di rumah. Berikut adalah beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan:

  • Luangkan Waktu Khusus Bersama Kakak

Meluangkan waktu berdua dengan kakak dapat membantu anak tetap merasa dekat dan diperhatikan meskipun perhatian orang tua kini terbagi dengan adik. Aktivitas sederhana seperti membaca buku, menggambar, atau sekadar mengobrol sebelum tidur dapat membantu anak merasa lebih tenang secara emosional.

  • Libatkan Kakak dalam Aktivitas Merawat Adik

Mengajak kakak ikut membantu aktivitas ringan seperti mengambil popok atau memilih baju bayi dapat membuat mereka merasa tetap memiliki peran penting di rumah. Cara ini juga bisa membantu anak lebih mudah membangun kedekatan dengan adik sejak awal.

  • Dengarkan Perasaan Anak Tanpa Langsung Menyalahkan

Saat anak mulai menunjukkan rasa kesal atau cemburu, penting bagi orang tua untuk mendengarkan terlebih dahulu tanpa langsung memarahi mereka. Anak biasanya lebih mudah mengelola emosinya ketika merasa perasaannya diterima dan dipahami.

  • Pertahankan Rutinitas Kecil yang Sudah Terbiasa Dilakukan

Menjaga kebiasaan sederhana seperti sarapan bersama, waktu bermain sore, atau menemani kakak sebelum tidur bisa membantu anak merasa bahwa hubungan mereka dengan orang tua tetap sama meskipun ada perubahan di rumah.

  • Hindari Membandingkan Kakak dengan Adik

Kalimat perbandingan kecil sering membuat anak merasa tersaingi tanpa disadari. Karena itu, penting untuk tetap menghargai proses dan karakter masing-masing anak agar hubungan kakak dan adik berkembang dengan lebih nyaman.

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading