Fimela.com, Jakarta - Fokus pada kekuatan anak-anak dapat memberikan keunggulan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan mereka, mulai dari perkembangan pribadi hingga pencapaian akademik. Pendekatan ini, yang dikenal sebagai pengasuhan berbasis kekuatan (strength-based parenting) atau pendidikan berbasis kekuatan (strength-based education), menekankan pada pengidentifikasian dan pengembangan bakat, kemampuan, dan sifat positif anak, alih-alih hanya berfokus pada kelemahan mereka. Dengan menerapkan metode ini, orang tua diajak untuk menarik diri dari pandangan negatif saat membesarkan anak. Hal ini bertujuan untuk menawarkan pengalaman yang lebih positif bagi seluruh keluarga di rumah. Pendekatan ini juga didasari oleh prinsip psikologi positif, yang berfokus pada atribut positif seorang anak daripada mencoba memperbaiki apa yang kurang.
Memahami Esensi Pengasuhan dan Pendidikan Berbasis Kekuatan
Pengasuhan berbasis kekuatan merupakan pendekatan yang positif dan memberdayakan. Fokus utamanya adalah membangun kekuatan individu anak, bukan sekadar berusaha memperbaiki kelemahan yang mereka miliki. Gaya pengasuhan ini ditandai oleh adanya pengetahuan serta dorongan terhadap kepribadian, kemampuan, bakat, dan keterampilan unik anak, yang secara kolektif disebut sebagai kekuatan. Dalam praktiknya, pendekatan ini mengajarkan orang tua untuk tidak terlalu terpaku pada aspek negatif ketika membesarkan anak. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan dan pengalaman yang lebih positif bagi seluruh anggota keluarga di rumah. Dengan demikian, fokus bergeser dari koreksi kelemahan menjadi pemberdayaan potensi. Sementara itu, pendidikan berbasis kekuatan adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Metode ini membantu siswa mengidentifikasi, mengartikulasikan, dan menerapkan keterampilan individu mereka yang relevan dengan kebutuhan belajar. Daripada hanya mencari dan mengisi kesenjangan dalam pembelajaran, sekolah didorong untuk lebih banyak mengidentifikasi apa yang siswa ketahui atau dapat lakukan, kemudian membangun berdasarkan pengetahuan tersebut.
Membangun Keluarga yang Lebih Harmonis dan Bahagia
Pendekatan berbasis kekuatan tidak hanya bermanfaat bagi anak, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan pada orang tua dan dinamika keluarga secara keseluruhan. Dalam salah satu penelitian, orang tua merasa lebih bahagia dengan anak-anak mereka dan lebih percaya diri tentang keterampilan pengasuhan mereka sendiri setelah mengikuti kursus yang menerapkan prinsip ini. Metode ini secara efektif menumbuhkan hubungan orang tua-anak yang lebih baik. Kekuatan menjadi titik temu positif di mana orang tua dan anak-anak dapat terhubung, belajar untuk melihat dan menghargai yang terbaik dalam diri satu sama lain. Proses ini pada gilirannya membangun kepercayaan dan kasih sayang dalam hubungan mereka. Sebagai bonus tambahan, keluarga akan keluar dari lingkaran kritik yang sering terjadi dan dapat menikmati kehidupan keluarga yang lebih bahagia serta harmonis. Ini menciptakan lingkungan rumah yang mendukung pertumbuhan positif bagi semua anggota keluarga.
Advertisement
Advertisement
Beragam Keuntungan bagi Tumbuh Kembang Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5062079/original/6532800_1734927727-asian-japanese-family-has-breakfast-home-asian-mom-daughter-happy-talking-together-while-eating-bread-drink-orange-juice-corn-flakes-cereal-milk-table-modern-kitchen-morning__1_.jpg)
Fokus pada kekuatan anak telah terbukti memberikan berbagai manfaat positif yang signifikan bagi perkembangan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini mengarah pada citra diri yang lebih positif, serta kesadaran diri dan kepercayaan diri yang lebih besar pada anak. Pengakuan orang tua terhadap sifat-sifat positif anak akan memberikan kepercayaan diri internal bagi mereka untuk lebih mengejar dan mengembangkan atribut-atribut tersebut. Siswa yang diasuh dengan pendekatan berbasis kekuatan cenderung mencapai prestasi akademik yang lebih tinggi, seperti nilai yang lebih baik dan tingkat keterlibatan yang meningkat.
Pengasuhan jenis ini juga dikaitkan dengan ketekunan, keterlibatan di sekolah, dan kinerja akademik yang lebih tinggi. Anak-anak dan remaja yang memiliki orang tua berbasis kekuatan juga mengalami tingkat stres yang lebih rendah, lebih mampu menangani masalah pertemanan, lebih baik dalam memenuhi tenggat waktu pekerjaan rumah, dan mendapatkan nilai yang lebih baik. Selain itu, anak-anak menunjukkan tingkat stres yang lebih rendah dan strategi koping berbasis kekuatan. Penguatan positif ini bahkan membantu mereka mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang lebih efektif, karena mereka sering belajar menggunakan keterampilan yang dimiliki secara kreatif untuk mengatasi masalah atau isu lainnya.
Jika anak-anak mengetahui kekuatan mereka, mereka dapat memberikan kelonggaran pada diri sendiri ketika area yang tidak mereka kuasai menimbulkan masalah. Remaja melaporkan kesejahteraan dan pola pikir yang lebih baik ketika dibesarkan dengan pendekatan ini. Menggunakan kekuatan mereka untuk menavigasi dunia dikaitkan dengan peningkatan kepuasan hidup anak-anak, kepercayaan diri, dan emosi positif. Anak-anak dan remaja yang memiliki orang tua yang membantu mereka melihat dan menggunakan kekuatan mereka menikmati berbagai manfaat kesejahteraan, termasuk mengalami lebih banyak emosi positif, menjadi lebih gigih, merasa lebih percaya diri, dan lebih puas dengan hidup mereka. Pendekatan ini membantu anak-anak mencapai potensi penuh mereka. Orang-orang di puncak bidangnya, seperti pemenang Hadiah Pulitzer atau Olimpiade, tidak unggul karena mereka menghilangkan kelemahan, tetapi karena mereka telah belajar memaksimalkan kekuatan mereka. Membangun harga diri yang kuat dan kesadaran diri yang positif dimulai dengan pemahaman menyeluruh tentang kekuatan dan kemampuan mereka. Anak-anak dari orang tua yang mempraktikkan pengasuhan berbasis kekuatan juga lebih mungkin merasa bahwa mereka termasuk di sekolah.
Strategi Praktis Menerapkan Pendekatan Berbasis Kekuatan
Menerapkan pendekatan berbasis kekuatan dalam pengasuhan membutuhkan langkah-langkah yang terencana dan konsisten. Langkah pertama yang krusial adalah mengidentifikasi apa saja kekuatan yang dimiliki anak. Salah satu cara efektif untuk melakukannya adalah dengan mengamati mereka dalam berbagai situasi berbeda. Misalnya, orang tua mungkin menyadari bahwa anak mereka unggul dalam olahraga atau memiliki bakat artistik yang hebat.
Para peneliti bahkan telah mengembangkan beberapa sistem untuk mengklasifikasikan kekuatan ini, dengan Klasifikasi Kekuatan dan Kebajikan VIA (Peterson & Seligman) sebagai salah satu yang paling berpengaruh dan banyak diteliti. Selanjutnya, penting untuk menggeser fokus dari kelemahan anak ke arah kekuatan mereka. Fokus pada apa yang anak lakukan dengan benar, dibandingkan dengan apa yang mereka lakukan salah, akan memberdayakan anak untuk tumbuh secara emosional, sosial, dan akademis. Sebaliknya, fokus yang berlebihan pada kelemahan anak dapat menurunkan motivasi mereka untuk berbuat lebih baik.
Jika orang tua hanya fokus pada kesalahan, anak akan hidup sesuai dengan visi kegagalan; namun, jika fokus pada kekuatan anak, mereka akan hidup sesuai dengan apa yang mungkin. Pendekatan pengasuhan berbasis kekuatan mengajarkan orang tua bagaimana menarik diri dari hal negatif saat membesarkan anak, demi menawarkan pengalaman yang lebih positif bagi seluruh keluarga di rumah.
Kuncinya adalah membentuk kebiasaan untuk menukar pertanyaan “Apa yang perlu diperbaiki?” dengan “Kekuatan apa yang dibutuhkan untuk menangani situasi ini?”. Ini mendorong anak untuk menggunakan aset positif mereka dalam menghadapi tantangan. Terakhir, penguatan positif dan penghargaan menjadi elemen penting. Secara teratur mengakui keahlian anak, seperti dalam matematika atau olahraga, atau memperkuat karakteristik positif seperti suka membantu dan kebaikan, akan mendorong anak untuk terus mengasah keterampilan dan kualitas tersebut. Dr. Waters merekomendasikan untuk menyebutkan kekuatan anak ketika orang tua melihatnya. Penting juga bagi orang tua untuk mendorong dan mendukung anak sepanjang hidup mereka, memastikan mereka tidak membandingkan diri dengan orang lain atau menyalahkan mereka karena tidak memenuhi harapan.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/388970/original/039445900_1708425916-WhatsApp_Image_2024-02-15_at_12.52.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3596166/original/020088100_1633665874-beautiful-mother-blue-shirt-apron-is-preparing-fresh-vegetable-salad-home_1157-13939.jpg)
![Alyssa Daguise buktikan bahwa dirinya tak hanya sekadar bumil glowing tapi juga fashionable mama [@alyssadaguise]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/3unXmjBHzsgf6tbkHdT7tylJAUg=/0x23:1080x1103/200x200/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554685/original/000301200_1776091833-SnapInsta.to_670688104_18581626381057164_3767344184430632019_n.jpg)
![Jessica Iskandar bersama suami dan ketiga anaknya merayakan Natal di Amerika Serikat. Di hari Natal, keluarga good looking ini tampil dengan set piyama merah motif tartan. [@inijedar]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/8S9tq6adu7Lf48sIAj8rCfJnvG8=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464355/original/036447700_1767686496-IMG_3139_2_.jpeg)
![Audi Marissa menunjukkan betapa bahagia dirinya menjadi seorang ibu anak satu saat pemotretan [@audimarissa]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/7s-G3ngfseB0GpHRuXf1TyRuNwc=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463212/original/058403400_1767602053-SnapInsta.to_610572557_18554326282030387_7856265766271261292_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5160699/original/091862400_1741837825-pexels-rdne-6669850.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284093/original/045417700_1604288848-adam-sherez-WMjqzYGoU5w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256352/original/092299700_1750234787-Ibu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4570833/original/042949300_1694414623-Ilustrasi_pasangan_bertengkar__cuek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4952367/original/031623500_1727231762-pexels-ketut-subiyanto-4245930.jpg)
![emakin banyak keluarga mencoba digital detox 24 jam saat liburan untuk mengurangi distraksi gadget dan menciptakan quality time yang lebih hangat bersama orang-orang terdekat. [Dok/freepik.com/tirachardz]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/eqE5hUuLdc2PMHjYSsCi-wwhzmA=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6304861/original/087894800_1779179332-2444.jpg)
![Yuk, simak beberapa cara yang bisa membantu orangtua dalam menghadapi momen anak kehilangan barangnya dengan lebih tenang. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/IkbU-Ketwq0ZaTnH5nnAmG6PzfU=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6302439/original/046881300_1779176992-2147824144.jpg)
![Momen libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan kebiasaan kecil yang membantu anak menjadi lebih reflektif. [Dok/freepik.com/bearfotos]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/FTXVJtzBy6rUn_6rHsZ_cepultU=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557205/original/048848100_1776321886-5189.jpg)
![ArtScience Museum menghadirkan kedalaman samudra yang selama ini tersembunyi di Singapura. [Dok/Marina Bay Sands Singapore].](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/XkAjVaFT1ifyjbRsfO1szvMMeug=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262750/original/015677700_1781846243-Into_the_Ocean_Journey_Beneath_Key_Visual_Credit_to_Marina_Bay_Sands.jpg)
![Ketika anak ikut memilih bahan dan melihat proses memasak, mereka cenderung lebih antusias mencoba makanan baru. [Dok/Pexels.com/Gustavo Fring].](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/Eh2Tt3n_ufclCg2xCeVNxEobqQM=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556029/original/050208900_1776229226-pexels-gustavo-fring-4149028.jpg)
![Sebagai orangtua, penting untuk membantu anak untuk menemukan keseimbangan dalam penggunaan gadget. [Dok/freepik.com/pvproduction]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/kEZaSTuTyveMBTj-PLVUXQSYalI=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555437/original/008864700_1776156641-19118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4205517/original/071517900_1666856136-nicolas-lobos-KTfAuP8gtYM-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6300970/original/028657900_1779175528-pexels-polina-kovaleva-5885513.jpg)
![Secara sederhana, clean eating berarti mengonsumsi makanan utuh (whole foods) yang minim proses. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/mN2lbfc2P-MYKXU9NKopK-vkMvk=/0x0:7360x4148/320x217/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5393112/original/017172700_1761542889-pretty-young-woman-eating-red-cherry-tomato-holding-bowl-mixed-salad-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5930743/original/028326200_1778828329-people-taking-community-action_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5750140/original/060606100_1778650521-high-angle-woman-doing-creative-journaling_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3398986/original/073745900_1615454866-pexels-rachel-claire-4577811.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284093/original/045417700_1604288848-adam-sherez-WMjqzYGoU5w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256352/original/092299700_1750234787-Ibu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3596166/original/020088100_1633665874-beautiful-mother-blue-shirt-apron-is-preparing-fresh-vegetable-salad-home_1157-13939.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479646/original/098401200_1768984292-front-view-mother-girl-playing-game.jpg)
![Tuntutan kesempurnaan memicu kecemasan pada anak. [Dok/Pexels.com/Pavel Danilyuk].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/ZGfsiHrJPh6WaAqdPqlufgCGswc=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6295160/original/060170900_1779169697-pexels-pavel-danilyuk-7055271.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490248/original/065664500_1624409130-amol-tyagi-UZFCQPNc4bs-unsplash__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8266321/original/019862100_1782114627-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_14.48.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4045336/original/051178800_1654595724-ADAM-DENI-Herman-Zakharia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264377/original/004846700_1782108967-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_12.51.20.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264345/original/059017000_1782108462-1001383250.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264342/original/051893800_1782108242-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_12.51.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264341/original/014558300_1782107904-53f820b6-9caa-4896-9425-c0e041f9c316.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4577158/original/026283000_1694778891-jordan-whitt-KQCXf_zvdaU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5160699/original/091862400_1741837825-pexels-rdne-6669850.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284093/original/045417700_1604288848-adam-sherez-WMjqzYGoU5w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265623/original/077800900_1782113372-Fourth_as_LV_Freinds_of_House__5_.jpg)