Fimela.com, Jakarta - Melatih anak makan sendiri dengan tepat merupakan tahapan perkembangan krusial yang menopang kemandirian, pengembangan keterampilan motorik, serta kesadaran mereka terhadap makanan. Proses penting ini membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang tepat dari para orang tua agar berjalan lancar dan efektif. Dengan bimbingan yang sesuai, anak dapat belajar menikmati pengalaman makan sebagai bagian dari pertumbuhan mereka. Memahami kapan waktu yang tepat untuk memulai dan bagaimana cara mendukung proses ini adalah kunci keberhasilan. Setiap anak memiliki ritme perkembangannya sendiri, sehingga penting untuk selalu memperhatikan isyarat yang mereka tunjukkan.
Dilansir dari berbagai sumber, anak-anak umumnya mulai menunjukkan ketertarikan untuk anak makan secara mandiri di rentang usia 9 hingga 12 bulan. Namun, waktu pasti dimulainya tahapan ini sangat bervariasi, tergantung pada laju perkembangan individu masing-masing anak. Mengamati kesiapan bayi jauh lebih penting daripada hanya berpegang pada patokan usia semata.
Pada usia sekitar 6 bulan, bayi diharapkan sudah mampu membawa teether atau mainan ke mulut mereka saat dalam posisi duduk. Di fase ini, mereka juga sudah bisa makan sendiri menggunakan sendok yang telah diisi atau mengonsumsi potongan makanan padat yang bertekstur lembut. Ini menjadi indikator awal kesiapan anak untuk eksplorasi makanan.
Advertisement
Advertisement
Mengenali Tanda Kesiapan Anak untuk Makan Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653943/original/073475300_1700313407-adrian-solomon-t2csAFCOBu4-unsplash.jpg)
Saat mencapai usia 9 hingga 12 bulan, banyak bayi akan menunjukkan minat yang lebih jelas pada aktivitas makan mandiri. Sebagian besar dari mereka sudah dapat duduk tegak tanpa bantuan, mengoordinasikan mata dan tangan untuk mengambil benda-benda kecil, memasukkan objek ke mulut, serta menelan makanan tanpa tersedak. Keterampilan ini menjadi fondasi penting bagi kemandirian mereka dalam makan.
Beberapa tanda kesiapan lain yang perlu diperhatikan meliputi kemampuan duduk tegak sendiri atau dengan dukungan, disertai kontrol kepala dan leher yang baik. Anak juga akan mulai membawa benda ke mulut, menggapai dan menggenggam makanan, serta menelan makanan alih-alih terus mendorongnya keluar. Ketertarikan saat makanan ditawarkan, upaya mengambil makanan dari piring Anda, atau menolak sendok saat disuapi, juga merupakan indikasi kuat bahwa mereka siap. Gerakan “pincer grasp”, yaitu mengambil makanan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk, adalah tanda motorik halus yang penting.
Metode Efektif untuk Membiasakan Anak Makan Mandiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4534727/original/011759500_1691752358-christian-bowen-FLkOiJCrYcU-unsplash.jpg)
Ada beberapa metode dan pendekatan yang dapat diterapkan untuk melatih anak makan mandiri, masing-masing dengan fokus dan keunggulannya sendiri. Memilih pendekatan yang sesuai dengan karakter anak dan keluarga akan sangat membantu proses belajar ini.
Salah satu metode yang populer adalah Baby-Led Weaning (BLW), yaitu cara pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI) yang memberikan peran aktif kepada bayi saat makan. Dengan BLW, makanan lunak diletakkan dalam jangkauan bayi, memungkinkan mereka untuk memutuskan apa yang ingin diambil, dicicipi, dan dimakan. Metode ini mendorong bayi untuk mengeksplorasi makanan dengan semua indra mereka, termasuk menyentuh, mencium, meremas, dan merasakan berbagai tekstur. BLW dapat dimulai sejak usia 6 bulan atau ketika bayi menunjukkan tanda-tanda kesiapan, dengan makanan jari sebagai langkah pertama menuju kemandirian.
Pengenalan makanan jari atau finger foods adalah komponen penting dalam melatih kemandirian makan. Makanan jari adalah potongan makanan kecil dan lunak yang mudah diambil dan dihancurkan di antara gusi atau gigi bayi. Contoh makanan jari yang baik meliputi irisan pisang atau pir matang, stik sayuran kukus seperti wortel atau ubi jalar, potongan kecil keju atau roti panggang, dan pasta yang sudah dimasak. Potongan makanan yang dipotong memanjang seringkali lebih mudah dipegang dan digigit oleh bayi yang lebih muda. Pastikan makanan jari yang ditawarkan cukup kecil agar mudah diambil dan cukup lunak untuk dikunyah.
Selain makanan jari, pengenalan penggunaan peralatan makan juga menjadi bagian integral dari proses ini. Meskipun penggunaan garpu dan cangkir datang lebih lambat, sendok bisa mulai diperkenalkan sejak dini. Membiasakan anak dengan peralatan makan sejak awal akan membantu mereka mengembangkan keterampilan motorik halus dan koordinasi tangan-mata.
-
Sendok
Bayi dapat mulai menggunakan sendok sendiri sekitar usia 10 hingga 12 bulan. Sendok dengan mangkuk dangkal akan memudahkan anak membersihkan makanan dari sendok dan membatasi jumlah makanan, sehingga mengurangi risiko tersedak. Sendok dengan pegangan besar dan lembut sangat direkomendasikan agar mudah digenggam oleh tangan kecil. Untuk membantu anak belajar, berikan mereka sendok sendiri untuk berlatih membawa ke mulut saat Anda menyuapi. Anda juga bisa memuat sendok dengan makanan terlebih dahulu, lalu memberikannya kepada anak untuk dimasukkan ke mulut mereka sendiri. Modelkan cara makan dengan sendok; Anda bisa memegang satu sendok dan anak memegang sendok lainnya.
-
Garpu
Penggunaan garpu biasanya datang lebih lambat dibandingkan sendok. Pada awalnya, bantu anak dengan memegang tangan mereka di atas garpu untuk membantu mereka mengambil makanan. Ini akan melatih koordinasi dan kekuatan otot tangan mereka.
-
Cangkir
Anda bisa menawarkan cangkir latihan atau sippy cup dengan tutup berujung atau cangkir dan sedotan saat bayi berusia sekitar 6 bulan dan mulai makan makanan padat. Anak-anak dapat mulai belajar menggunakan cangkir tanpa tutup pada usia 9 bulan. Pada usia sekitar 12 bulan, mereka dapat minum dari cangkir tanpa tutup saat Anda memegangnya. Cangkir sedotan lebih disarankan daripada cangkir sippy cup untuk perkembangan oral motor yang matang.
Advertisement
Menciptakan Lingkungan Positif dan Strategi Orangtua
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5424869/original/092067800_1764162762-troy-t-Fn-MiB-kGEI-unsplash.jpg)
Keberhasilan melatih anak makan mandiri sangat dipengaruhi oleh lingkungan makan yang positif dan peran aktif orangtua. Menjadikan waktu makan sebagai momen yang menyenangkan, bebas dari tekanan, adalah fondasi penting. Hindari pertengkaran atau paksaan terkait makanan; sebaliknya, gunakan piring berwarna-warni atau buat bentuk lucu dengan makanan untuk menarik minat mereka. Makan bersama keluarga juga sangat membantu, karena anak-anak belajar dengan mengamati kebiasaan baik orang lain.
Kesabaran dan dukungan adalah kunci dalam proses belajar ini. Rayakan setiap gigitan yang berhasil dan pahami bahwa kekacauan adalah bagian alami dari eksplorasi dan pembelajaran. Menerima kekacauan juga membantu anak menjadi kurang sensitif terhadap berbagai tekstur dan dapat mencegah kebiasaan makan pilih-pilih yang lebih ekstrem di kemudian hari. Selain itu, pastikan waktu makan tetap tenang dan hindari gangguan seperti televisi atau gadget.
Sebagai orangtua, berikan banyak kesempatan kepada anak untuk berlatih makan mandiri, karena ini adalah kunci untuk mengembangkan keterampilan mereka. Modelkan perilaku makan yang sehat dengan mengonsumsi makanan yang sama dengan anak Anda dan tunjukkan cara menggunakan peralatan makan. Penting untuk tidak memaksa anak makan; orang tua memang penilai terbaik tentang apa yang harus dimakan anak, tetapi anak-anak adalah penilai terbaik tentang seberapa banyak yang harus mereka makan. Memaksa makan dapat menyebabkan pertengkaran dan masalah makan.
Biarkan anak bertanggung jawab atas berapa banyak makanan yang mereka konsumsi, karena ini akan mengakhiri pertengkaran saat makan. Hormati isyarat lapar dan kenyang anak, bantu mereka mengidentifikasi dan mendengarkan sinyal tubuh mereka sendiri. Tawarkan berbagai makanan sehat dan pastikan ada pilihan yang disukai anak di setiap waktu makan. Jangan menyerah pada makanan baru; anak-anak mungkin perlu mencoba makanan 10-15 kali sebelum mereka tahu apakah mereka menyukainya atau tidak. Tawarkan kembali makanan dengan cara yang positif.
Manajemen makanan yang baik juga mendukung proses makan mandiri. Sajikan tiga kali makan utama dan dua camilan pada waktu yang konsisten setiap hari. Hindari memberikan camilan terlalu dekat dengan waktu makan agar anak merasa lapar saat tiba waktunya makan. Batasi camilan tidak lebih dari dua porsi kecil yang bergizi setiap hari, dan perhatikan ukurannya. Mulailah dengan porsi kecil dan tawarkan lebih banyak jika anak masih lapar. Siapkan peralatan makan yang ramah balita, seperti piring, cangkir, dan sendok yang tidak mudah pecah. Potong makanan anak menjadi potongan seukuran gigitan agar lebih mudah dikonsumsi, dan libatkan anak dalam persiapan makanan, bahkan untuk tugas sederhana seperti mencuci atau menyortir bahan makanan.
Prioritas Keamanan: Mengenali dan Mencegah Bahaya Tersedak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3930903/original/003471600_1644559819-hessam-nabavi-0c_TaVKZtQw-unsplash.jpg)
Tersedak merupakan salah satu penyebab utama cedera pada bayi dan anak kecil. Di Amerika Serikat, satu anak meninggal karena tersedak setiap lima hari, dengan 75% kasus kematian terjadi pada anak di bawah usia tiga tahun. Oleh karena itu, memahami dan mencegah bahaya tersedak adalah prioritas utama saat melatih anak makan mandiri.
Beberapa jenis makanan memiliki risiko tinggi menyebabkan tersedak dan harus dihindari atau dimodifikasi secara khusus sebelum disajikan kepada anak. Mengenali daftar makanan ini sangat penting untuk memastikan keamanan anak selama waktu makan.
-
Buah-buahan dan Sayuran
Hindari anggur utuh, ceri, tomat ceri, atau bola melon; potong memanjang menjadi empat bagian. Jangan berikan biji jagung utuh yang dimasak atau mentah. Potongan sayuran atau buah mentah yang keras, seperti wortel mentah atau apel, harus dimasak hingga lunak, diparut, atau dipotong tipis. Buah kalengan utuh, buah atau sayuran kering yang belum dimasak seperti kismis, dan marshmallow juga termasuk dalam kategori berisiko tinggi.
-
Protein
Kacang-kacangan dan biji-bijian utuh atau cincang sebaiknya dihindari; tawarkan sebagai selai kacang yang dioles tipis, bukan sesendok penuh, atau kacang tanah yang digiling. Potongan atau sesendok selai kacang atau selai biji-bijian yang tebal juga berbahaya. Potongan daging yang keras atau besar, hot dog, stik daging, atau sosis harus dipotong memanjang dan menjadi potongan kecil. Potongan keju besar, terutama keju stik, sebaiknya diparut atau diiris tipis. Pastikan tidak ada tulang pada daging atau ikan, dan hindari kacang polong utuh.
-
Produk Biji-bijian
Keripik kentang atau jagung, pretzel, popcorn, atau makanan ringan serupa berisiko tinggi. Biskuit atau granola bar, serta kerupuk atau roti dengan biji-bijian, potongan kacang, atau biji-bijian utuh juga harus diwaspadai. Biji-bijian utuh dari barley, gandum, atau biji-bijian lain yang dimasak juga perlu perhatian khusus.
-
Makanan Manis
Permen bulat atau keras, jelly bean, karamel, permen karet, atau permen kenyal, serta camilan buah kenyal, dan permen karet, semua berpotensi menyebabkan tersedak dan sebaiknya tidak diberikan kepada anak kecil.
Selain mengenali makanan berisiko, cara mempersiapkan makanan dengan aman juga krusial untuk mencegah tersedak. Modifikasi makanan adalah langkah yang tidak boleh dilewatkan.
-
Memasak Makanan Keras
Masak atau kukus makanan keras, seperti wortel, hingga cukup lunak untuk ditusuk garpu. Tekstur yang lebih lembut akan mengurangi risiko tersedak.
-
Menghilangkan Bagian Berisiko
Buang biji, biji, dan kulit atau kulit keras dari buah-buahan dan sayuran sebelum menyajikannya kepada anak.
-
Memotong Makanan
Cincang halus makanan menjadi irisan tipis, strip, atau potongan kecil (tidak lebih besar dari ½ inci). Alternatifnya, parut, haluskan, atau lumatkan makanan hingga teksturnya aman untuk dikonsumsi.
-
Menghilangkan Tulang
Buang semua tulang dari ikan, ayam, dan daging sebelum dimasak atau disajikan. Tulang dapat menjadi bahaya tersedak yang serius.
-
Menggiling Daging
Giling daging dan unggas yang keras agar lebih mudah dikunyah dan ditelan oleh anak.
-
Memotong Makanan Berbentuk Tabung
Potong makanan berbentuk tabung, seperti wortel bayi, keju stik, atau hot dog, menjadi strip pendek daripada potongan bulat. Potongan bulat sangat berisiko menyebabkan tersedak.
-
Mengoleskan Selai Kacang
Oleskan selai kacang tipis-tipis pada makanan lain, misalnya roti panggang atau kerupuk, untuk menghindari gumpalan yang bisa menyebabkan tersedak.
Pengawasan yang ketat juga tidak kalah penting. Selalu awasi anak Anda saat mereka makan, karena tersedak bisa terjadi tanpa suara. Pastikan anak duduk tegak saat makan dan hindari membiarkan mereka makan sambil berbaring, merangkak, atau berjalan. Selain itu, jangan biarkan anak makan di dalam mobil atau kereta dorong. Sangat disarankan bagi orang tua untuk mempelajari CPR dan manuver Heimlich khusus untuk anak-anak jika terjadi keadaan darurat.
Advertisement
Manfaat Perkembangan dari Kemandirian Makan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3395224/original/007940700_1615106339-WhatsApp_Image_2021-03-07_at_8.41.57_AM.jpeg)
Belajar makan sendiri adalah tahapan perkembangan yang sangat penting dan membawa banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Proses ini tidak hanya tentang mengisi perut, tetapi juga tentang membangun berbagai keterampilan esensial yang akan berguna sepanjang hidup mereka.
Salah satu manfaat utamanya adalah pengembangan keterampilan motorik halus. Aktivitas memegang makanan, sendok, atau garpu akan memperkuat otot-otot jari dan tangan anak. Kekuatan dan koordinasi ini sangat penting untuk berbagai tugas lain, seperti memegang benda, menulis, atau menggambar. Selain itu, keterampilan oral motor juga ikut terasah, memperkuat otot di mulut, lidah, dan rahang, yang krusial untuk makan, belajar minum, dan berbicara dengan jelas.
Kemandirian dalam makan juga berkontribusi pada pembentukan harga diri dan kemandirian anak. Ketika mereka berhasil menguasai tugas ini, rasa bangga dan percaya diri mereka akan meningkat. Ini adalah langkah awal penting dalam perjalanan mereka menuju kemandirian yang lebih luas dalam berbagai aspek kehidupan.
Terakhir, proses makan mandiri membantu anak mengembangkan kesadaran yang lebih baik terhadap makanan. Mereka belajar tentang rasa, bau, suhu, dan tekstur makanan melalui eksplorasi langsung. Ini juga berkontribusi pada perkembangan sosial dan emosional mereka, karena waktu makan seringkali menjadi momen interaksi keluarga dan pembelajaran tentang batasan serta kebiasaan sosial.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5146182/original/054612500_1740777033-derek-owens-I3UQSz13T9A-unsplash.jpg)
![Alyssa Daguise buktikan bahwa dirinya tak hanya sekadar bumil glowing tapi juga fashionable mama [@alyssadaguise]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/3unXmjBHzsgf6tbkHdT7tylJAUg=/0x23:1080x1103/200x200/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554685/original/000301200_1776091833-SnapInsta.to_670688104_18581626381057164_3767344184430632019_n.jpg)
![Perjalanan panjang di dalam mobil juga kerap membuat anak cepat merasa bosan atau suasana menjadi terlalu sunyi. Karena itu, memilih permainan yang tepat bisa menjadi kunci agar road trip tetap seru dan menyenangkan untuk seluruh anggota keluarga. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/nRhdhx5qcE4cdlSbRusPOg_MBO4=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672603/original/047792900_1778485957-2151030899.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258475/original/050975900_1781346562-pexels-kampus-8813533.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551431/original/081026900_1775726183-pexels-karola-g-7296731.jpg)
![Langkah pertama untuk menghentikan pola asuh toxic adalah menyadari bahwa tidak semua hal yang dianggap “normal” dalam keluarga sebenarnya sehat. [Dok/freepik.com/peoplecreations]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/vwRa9MJ83R7AVZZ75Kui8n8UoeE=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5693318/original/079325600_1778569958-2690.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245688/original/056093900_1749378340-Anak_bermain_hp.jpg)
![Perjalanan panjang di dalam mobil juga kerap membuat anak cepat merasa bosan atau suasana menjadi terlalu sunyi. Karena itu, memilih permainan yang tepat bisa menjadi kunci agar road trip tetap seru dan menyenangkan untuk seluruh anggota keluarga. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/I06S8psEhvKoujosPxpjt2fx_2Q=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672603/original/047792900_1778485957-2151030899.jpg)
![Aktivitas seni mengasah kreativitas anak Anda. [Dok/Pexels.com/RDNE Stock project].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/sYRo04pdq3jyVEYK1TRLHwhCotw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6211232/original/000151300_1779089269-pexels-rdne-7605918.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260534/original/047578000_1781600279-pexels-silverkblack-23224898.jpg)
![Penting bagi orangtua untuk menciptakan pengalaman liburan sekolah yang lebih interaktif agar anak tetap antusias selama perjalanan.[Dok/freepik.com/bearfotos]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/GSPzTjjXeOt4Hp6uEmaK-AJcRQI=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5694836/original/038786000_1778572235-5189.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7756548/original/097066400_1780565583-pexels-pixabay-39691_2.jpg)
![Staycation yang dikemas secara kreatif akan memperkuat ikatan emosional bersama anak. [Dok/Pexels.com/Micah Eleazar].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/jfrAvSsGA_Vx6yc0_1deRA3GU5Y=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7737925/original/016472200_1780544463-pexels-micahways-10498601.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5934075/original/055087900_1778831527-pexels-maksgelatin-4775196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293366/original/017821600_1783695315-DSC09836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562566/original/083037000_1776832876-2148454494.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2972913/original/082767900_1574245378-josh-applegate-p_KJvKVsH14-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2944946/original/016947600_1571646509-thiago-cerqueira-Wr3HGvx_RSM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4038631/original/060126900_1653984049-humphrey-muleba-xy3iffqI4L0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5384323/original/033026900_1760768424-IMG-20251018-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521169/original/060978200_1772682613-young-woman-looking-concerned-class.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542533/original/032149900_1774946379-smiley-family-high-five.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320534/original/027248300_1786353804-1001542384.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7767979/original/011455400_1780578714-IMG_3908__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308334/original/005435400_1785137531-64336.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320358/original/009109700_1786346832-WhatsApp_Image_2026-08-10_at_14.13.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319904/original/057026500_1786323227-1000043624.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406695/original/011771700_1782289674-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_15.18.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5146182/original/054612500_1740777033-derek-owens-I3UQSz13T9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318857/original/054824900_1786167446-housewife-woking-home-lady-blue-shirt-woman-clean-floor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320492/original/015037500_1786351945-woman-dealing-with-rosacea-skin-condition-face.jpg)