Sukses

FimelaMom

Bukan Hanya IQ, Kecerdasan Emosi dan Sosial Jadi Bekal Penting Anak Hadapi Masa Depan

Fimela.com, Jakarta - Keberhasilan anak di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik. Kemampuan mengenali emosi, mengelola perasaan, serta membangun hubungan yang sehat dengan orang lain juga menjadi bekal penting yang perlu diasah sejak usia dini.

Psikolog Klinis Anak dan Remaja sekaligus Psikolog Keluarga, Ayoe Sutomo, M.Psi., menjelaskan bahwa kecerdasan emosi (EQ) dan kecerdasan sosial (SQ) memiliki peran yang sama pentingnya dengan kecerdasan intelektual (IQ).

“Dalam dunia yang penuh tantangan, anak-anak kelak tidak hanya dituntut pintar secara akademis, tetapi juga mampu mengenali, memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosinya secara sehat. Begitu pula dengan kecerdasan sosial, yaitu kemampuan memahami orang lain, berinteraksi secara efektif, dan membangun hubungan yang bermakna,” jelas Ayoe dalam acara Family's Days Out bersama Teman Bumil & Parenting

Menurutnya, perkembangan emosi anak dipengaruhi oleh banyak faktor. Selain faktor biologis dan genetik, lingkungan keluarga serta pola pengasuhan memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kemampuan anak mengelola emosi.

“Ada anak yang memiliki temperamen bawaan yang mudah beradaptasi, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama. Faktor genetik memang berkontribusi terhadap stabilitas emosi, tetapi pola kelekatan dengan orang tua, gaya pengasuhan, stabilitas emosi orang tua, hingga kualitas hubungan dalam keluarga juga ikut membentuk perkembangan emosi anak,” ujarnya.

Psikolog Ayoe mengungkapkan, ada anak yang memiliki temperamen bawaan mudah (easy child), tapi ada juga yang sulit atau lambat dan butuh adaptasi. Ini semua terkait dengan perkembangan otak di 5 tahun pertama. Faktor genetik menyumbang kurang lebih 50% pada stabilitas emosi.

“Tetapi pola pelekatan, gaya pengasuhan, dan stabilitas emosi orang tua dan kualitas hubungan pernikahan ikut mempengaruhi perkembangan emosi anak," lanjut Ayoe.

Kesehatan Mental Orangtua Juga penting

Selain memperhatikan kondisi anak, orangtua juga perlu menjaga kesehatan mentalnya sendiri. Sebab, kondisi emosional ayah dan ibu akan sangat memengaruhi suasana pengasuhan di rumah.

Hal ini juga diamini oleh Psikolog Klinis Anak dan Remaja Melissa Luckyanti, M.Psi. Berdasarkan pengalamannya mendampingi para orangtua, ia melihat banyak ibu yang sebenarnya membutuhkan ruang aman untuk berbagi cerita mengenai tantangan yang mereka hadapi.

“Dari banyak orangtua yang berkonsultasi, saya menemukan bahwa sebagian besar, terutama ibu, membutuhkan tempat untuk mengeluarkan isi hati yang selama ini dipendam. Ada yang kesulitan menghadapi kemampuan sosial anak, tetapi tidak sedikit pula yang merasa belum mampu menjadi orang tua yang baik karena masih berjuang dengan persoalan mental dan emosionalnya sendiri, seperti baby blues atau masalah dalam hubungan dengan pasangan,” ungkap Melissa.

Menurut Melissa, ketika kesehatan mental orangtua terjaga, mereka akan lebih siap memberikan pendampingan emosional kepada anak. Sebaliknya, jika orangtua terus memendam tekanan tanpa mencari bantuan, kondisi tersebut dapat memengaruhi pola pengasuhan.

Untuk itu, orangtua disarankan tidak hanya memperhatikan perkembangan fisik dan akademik anak, tetapi juga rutin mengamati perkembangan mental dan emosinya. Apabila muncul tanda-tanda seperti anak sulit mengendalikan emosi, menarik diri dari lingkungan sosial, atau mengalami perubahan perilaku yang menetap, konsultasi dengan tenaga profesional dapat menjadi langkah yang tepat.

Sebagai langkah awal, orangtua juga dapat memanfaatkan berbagai layanan skrining perkembangan mental dan emosional anak yang kini tersedia. Salah satunya menggunakan instrumen Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME), yaitu pedoman skrining dari Kementerian Kesehatan RI untuk mendeteksi dini kemungkinan adanya masalah mental dan emosional pada anak usia prasekolah atau usia 3-6 tahun.

Skrining ini cukup mudah bisa diakses Psikolog Corner by Teman Bumil & Parenting, yaitu fitur khusus di website temanbumilparenting untuk mendukung orangtua dalam mengupayakan kesehatan mental serta mendukung perkembangan emosi dan psikologis anak.

“Skrining perkembangan mental dan emosi cukup dilakukan dengan menjawab 8 pertanyaan, dan akan langsung keluar hasilnya: normal, perlu konsultasi, atau ada penyimpangan. Untuk mendukung fitur ini, pengunjung website juga bisa mendapatkan edukasi terkait kesehatan mental dan emosional anak melalui artikel, video, dan kelas edukasi para ahli. Nantinya Psikolog Corner by Teman Bumil & Parenting akan menambah juga fitur Skrining Kesiapan Sekolah serta Minat dan Bakat dan juga layanan Telekonsultasi Psikologmelalui chat dan video call,” kata Intan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading