Sukses

Food

Dari TikTokers Daging, Dims The Meatguy Sajikan Steak Sempurna dengan Teknik Dry Aging

Fimela.com, Jakarta Nama Dimsthemeatguy atau Dimas dikenal sebagai content creator yang kerap menyoroti konten perdagingan di TikTok. Pengalamannya mencicipi daging dari restoran ke restoran membuatnya berani menghadirkan destinasi kuliner yang menjadi tempat di mana semua orang mencicipi daging sapi dengan kualitas terbaik.

Restoran dengan nama Meatguy Steakhouse didirikan Dimas dengan tujuan agar masyarakat bisa mencicipi langsung seperti apa olahan daging sapi dengan kualitas sempurna. Bahkan di awal pembukaannya, Meatguys Steakhouse selalu full booked oleh pecinta kuliner yang penasaran dengan kualitas daging yang dihadirkan.

Fimela pun jadi salah satu yang beruntung untuk mencicipi langsung olahan daging sapi yang dihadirkan di Meatguy Steakhouse. Ambience ruangan dan hospitality yang unik jadi impresi yang unik saat masuk ke Meatguy Steakhouse. Kamupun bisa melihat kulkas dry ager yang biasa ditemui di restoran grill kebanyakan. Namun tampilan daging yang sedang dry aging di dalam kulkas tersebut menjadi sebuah tampilan yang menarik.

 

Dry Aging

Bagaimana tidak? Proses dry aging pada daging menggunakan bahan-bahan unik yang menjadi bagian dari eksperimen Dimas untuk menciptakan seni dry daging itu sendiri. Dari eksperimen yang menarik ini, tak heran jika Dimas didapuk menjadi Brand Ambassador untuk Dry Ager.

Perjalanannya yang mengelilingi dunia tidak hanya membawanya untuk mengungkap rahasia Dry-Aging dan seni menciptakan steak yang sempurna, tetapi juga menempatkannya sebagai salah satu tokoh utama dalam dunia kuliner. Eksplorasi Daging atau Meat Exploration Dimsthemeatguy pun merambah ke berbagai batas, menjelajahi pengalaman dengan datang ke beragam steakhouse dan peternakan di Jepang, Australia, Korea, dan Amerika Serikat yang terbaik bahkan memiliki penghargaan.

Belum lama ini, Dimas baru saja kembali dari Meat Exploration di Amerika Serikat, dia meriset potongan daging dengan mencoba berbagai steakhouse, hal ini sebagai bentuk bahwa Dimas terus melebarkan pemahamannya dalam industri makanan dan minuman. Meat Exploration ke Amerika Serikat bukanlah hal yang tidak beralasan, salah satu yang mendasari keberangkatan ini adalah karena adanya Inspirasi New York style yang dibawa oleh Meatguy Steakhouse. Meatguy Steakhouse menjadi bukti nyata dari semangat Dimas dan bertahun-tahun kerja kerasnya.

 

Jajal daging dry aging

Dimsthemeatguy memperkenalkan eksperimen dry-aged, menghadirkan pilihan rasa yang menantang cita rasa tradisional pada umumnya. Beberapa eksperimen melibatkan Dry Aged Cheese, Mixed Nuts, Coconut, dan Honey Almond. Dry Aged with Butter Tallow menjadi poin unik yang meningkatkan kekayaan pengalaman tersebut. Tim yang berdedikasi mengerjakan proses dry aging yang memerlukan waktu dan perhatian, dengan teliti, hal itulah yang mendasari harga yang lebih tinggi.

Proses ini, berkisar dari 28 hingga 120 hari, menjamin kualitas premium, bahkan dengan menunggu 60 hari dapat menghasilkan aroma yang lebih kuat dan tekstur yang unik. Saat berkunjung ke Meatguy Steakhouse, Fimela berkesempatan untuk mencicipi Dry Aged Chocolate Nibs.

Butiran cokelat yang tebal dibalur pada permukaan Fullblood Wagyu MBS 9 guna menambah kekayaan rasa pada daging saat dimasak. Setelah proses dry aging rampung, daging di-trim sedikit lalu dimasak. Bicara soal rasa, parutan cokelat yang dibalur memberikan sentuhan rasa nutty yang unik pada daging. Sementara pada tekstur, daging ini seolah langsung lumer di mulut karena adanya proses dry aging.

 

Medium rare steak

Selain menyajikan Fullblood Wagyu MBS 9 yang diolah dengan teknik dry aged, Meatguy Steakhouse juga menyajikan Australian Wagyu Fullblood yang dimasak dengan tingkat kematangan medium rare. Masyarakat Indonesia cenderung menghindari tingkat kematangan medium rare karena mengeluarkan aroma yang tidak nyaman, seperti bau rumput pada steak. Sehingga kurang nyaman dinikmati.

Padahal, kematangan medium rare menjadi yang disarankan untuk menikmati steak dengan pengalaman yang lebih penuh. Oleh karena itu, Meatguy Steakhouse ingin mengedukasi masyarakat bahwa tidak semua olahan steak dengan kematangan medium rare memberikan pengalaman yang kurang mengenakan. Selama daging yang digunakan cukup berkualitas, cita rasa yang dihasilkan dari steak medium rare tetap enak dinikmati.

Dari Australian Wagyu Fullblood yang disajikan, Fimela dibuat terimpresi dengan tekstur dan aroma dari steak. Aroma smokey dengan tekstur daging yang lebih bold terasa dengan jelas di lidah. Dipadukan dengan Potato Puree yang dimasak dengan teknik tertentu yang bikin teksturnya sangat lembut dan creamy.

 

Dessert

Sesi perjalanan kuliner ini ditutup dengan dessert, Moelleux Au Chocolat "Valrhona Manjari". Ini merupakan choco lava yang dibuat dari Single Origin Madagascar Chocolate yang dipadukan dengan Berris Compote dan Vanilla Ice Cream. Perpaduan rasa dan tekstur yang beragam bikin sensasi menikmati dessert semakin seru. Bagaimana? Tertarik mencoba?

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading