Sukses

Food

Susu Kemasan Cepat Basi Setelah Dibuka? 7 Tips Agar Susu Tetap Segar dan Tahan Lama

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, susu kemasan seperti susu UHT, pasteurisasi, maupun susu nabati menjadi pilihan praktis bagi banyak keluarga karena daya simpannya yang cukup panjang sebelum dibuka. Namun, begitu kemasannya terbuka, susu cenderung lebih cepat basi meski masih dalam masa kedaluwarsa. Ini sering kali membuat konsumen bingung dan merasa sayang jika harus membuang susu yang belum habis.

Faktor utama yang menyebabkan susu cepat basi setelah dibuka adalah cara penyimpanan yang kurang tepat. Suhu penyimpanan, kebersihan kemasan, hingga kebiasaan sehari-hari dalam mengakses susu berpengaruh besar terhadap ketahanannya. Padahal, dengan perlakuan yang sesuai, susu dapat tetap segar dan aman dikonsumsi lebih lama.

Berikut adalah beberapa tips menyimpan susu kemasan yang dilansir dari berbagai sumber termasuk dairyfarmersofcanada.ca.

1. Simpan di Bagian Belakang Kulkas

Hindari menyimpan susu di pintu kulkas. Suhu di bagian pintu cenderung tidak stabil karena sering terkena udara luar saat kulkas dibuka-tutup. Sebaiknya simpan susu di rak bagian belakang atau bawah kulkas, di mana suhu lebih konsisten dan dingin. Idealnya, suhu penyimpanan susu berada antara 0°C hingga 4°C.

2. Segera Masukkan Kembali ke Kulkas

Setelah susu dituangkan, jangan biarkan kemasan berada di suhu ruang terlalu lama. Paparan suhu ruang selama lebih dari dua jam dapat mempercepat pertumbuhan bakteri. Jika suhu lingkungan cukup panas, waktu tersebut bahkan bisa lebih singkat, yaitu sekitar satu jam.

3. Gunakan Wadah yang Tertutup Rapat dan Tidak Tembus Cahaya

Jika kemasan susu tidak bisa ditutup kembali dengan rapat, pindahkan susu ke wadah yang bersih dan tertutup kedap udara. Pilih wadah yang tidak tembus cahaya untuk menjaga stabilitas nutrisi, terutama vitamin-vitamin yang sensitif terhadap cahaya seperti vitamin D dan B2 (riboflavin).

4. Jangan Minum Langsung dari Kemasan

Meski praktis, minum langsung dari kemasan dapat memperkenalkan bakteri dari mulut ke dalam susu, sehingga mempercepat kerusakan. Biasakan menuang susu ke dalam gelas untuk menjaga kebersihan dan memperpanjang masa simpannya.

5. Tambahkan Sedikit Garam

Beberapa sumber menyebutkan bahwa menambahkan sejumput garam ke dalam susu dapat membantu memperlambat pertumbuhan bakteri. Meski terdengar tidak biasa, cara ini cukup sering dipraktikkan, terutama jika susu akan disimpan lebih lama. Gunakan hanya sedikit agar tidak mengubah rasa.

6. Bekukan Susu Bila Perlu

Jika kira-kira kamu merasa tidak akan menghabiskan susu dalam beberapa hari, susu bisa dibekukan untuk memperpanjang daya simpannya hingga enam minggu. Setelah dicairkan, susu sebaiknya digunakan dalam 3–4 hari. Meski tekstur susu bisa berubah sedikit setelah dibekukan, rasanya tetap aman digunakan untuk masakan atau kue.

7. Kenali Tanda-tanda Susu Basi

Periksa susu sebelum dikonsumsi, terutama jika sudah dibuka lebih dari beberapa hari. Tanda-tanda susu basi meliputi bau asam, rasa yang berubah, tekstur menggumpal, atau warna yang keruh. Bila ada tanda-tanda ini, sebaiknya susu tidak lagi dikonsumsi.

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading