Sukses

Food

Resep Kue Kararaban Khas Banjar dengan Aroma Kayu Manis yang Harum dan Mudah Dibuat

Fimela.com, Jakarta - Kalimantan Selatan punya beragam wadai atau kue tradisional, dan salah satunya tampil dengan taburan rempah yang menggoda. Resep kue kararaban khas Banjar dengan aroma kayu manis ini mudah dicoba di rumah dengan bahan yang gampang ditemukan.

Kararaban dalam bahasa Banjar berarti selaput debu di sarang laba-laba, dan nama itu diduga muncul karena taburan adas serta kayu manis halus di atasnya tampak seperti debu yang berhamburan. Kue basah yang dikenal sebagai takjil khas Banjar ini bertekstur lembut dan berwarna kecokelatan.

Rasanya manis dengan aroma rempah yang hangat di setiap gigitan. Yuk, Sahabat Fimela, simak resep lengkapnya langkah demi langkah berikut ini.

Mengenal Kue Kararaban, Wadai Khas Banjar Bertabur Rempah

Dalam bahasa Banjar, wadai berarti kue. Masyarakat Banjar memiliki tradisi menyajikan 41 macam wadai pada momen khusus, seperti upacara adat, pernikahan, dan syukuran. Kararaban termasuk salah satu jenis wadai itu, dan angka 41 diyakini sakral oleh masyarakat setempat.

Tradisi tersebut masih terlihat hingga kini. Sebanyak 41 jenis wadai disajikan di Kompleks Makam Sultan Suriansyah, Banjarmasin, saat peringatan Hari Jadi ke-499 kota tersebut.

Kararaban biasa ditemukan di pasar wadai. Kue ini dibuat dari tepung beras, tepung terigu, gula merah, santan, telur ayam, dan garam, lalu diberi taburan adas dan kayu manis yang dihaluskan.

Aroma Kayu Manis yang Jadi Ciri Khas Kararaban

Taburan kararaban memadukan adas dan kayu manis halus. Kayu manis inilah yang memberi aroma hangat sekaligus tampilan cokelat gelap pada permukaan kue.

Melansir dari National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) di bawah National Institutes of Health, Amerika Serikat, ada beberapa jenis kayu manis. Salah satunya cassia, yang mengandung senyawa kumarin dan dapat membahayakan hati bila dikonsumsi dalam jumlah besar. Lembaga itu menyebut kayu manis aman dikonsumsi dalam takaran lazim sebagai bumbu makanan.

Karena hanya dipakai sebagai taburan tipis, kayu manis pada kararaban tergolong aman bagi kebanyakan orang. Meski begitu, Sahabat Fimela yang memiliki gangguan hati sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Informasi ini bukan pengganti konsultasi profesional.

Bahan-Bahan Resep Kue Kararaban Khas Banjar

Resep berikut untuk satu loyang bulat berdiameter sekitar 16 cm.

Bahan adonan:

  • 600 ml santan dengan kekentalan sedang
  • 200 sampai 250 gram gula merah, sisir halus
  • 3 butir telur ayam
  • 4 sendok makan tepung beras
  • 2 sendok makan tepung terigu
  • 1/4 sendok teh garam

Bahan taburan rempah:

  • 1 sendok makan adas manis, sangrai lalu haluskan
  • Kayu manis bubuk secukupnya (sekitar 1 sendok teh)

Perlengkapan:

  • Sedikit minyak untuk mengolesi loyang
  • Plastik tahan panas sebagai alas
  • Saringan teh untuk menabur rempah

Cara Membuat Kue Kararaban Khas Banjar

  1. Sangrai adas manis di wajan kering dengan api kecil hingga harum. Angkat, lalu haluskan dengan blender kering atau ulekan. Sisihkan.
  2. Masukkan santan dan gula merah ke dalam panci. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk sampai gula larut sempurna. Saring bila ada kotoran, lalu dinginkan.
  3. Panaskan kukusan hingga air mendidih. Olesi loyang dengan sedikit minyak, lalu alasi dengan plastik tahan panas.
  4. Kocok telur dalam wadah besar sampai tercampur rata. Masukkan tepung beras, tepung terigu, dan garam. Aduk hingga tidak ada gumpalan.
  5. Tuang larutan santan dan gula merah yang sudah dingin sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai adonan halus.
  6. Tuang adonan ke dalam loyang melalui saringan agar hasilnya halus.
  7. Kukus adonan selama 10 menit dengan api sedang. Lapisi tutup kukusan dengan kain agar uap air tidak menetes ke adonan.
  8. Campur adas halus dengan kayu manis bubuk, lalu taburkan merata di atas adonan memakai saringan teh.
  9. Kukus kembali selama 30 sampai 40 menit hingga matang. Tusuk dengan lidi, kue matang jika lidi keluar bersih.
  10. Angkat dan biarkan kue benar-benar dingin. Taburi lagi tipis dengan campuran rempah, lalu potong sesuai selera.

Tips agar Kararaban Lembut dan Taburannya Harum

Aduk adonan secukupnya saja. Adonan yang diaduk terlalu lama menimbulkan banyak gelembung udara sehingga permukaan kue mudah berlubang. Menyaring adonan sebelum dikukus membantu hasilnya tetap halus.

Sebagian pembuat kararaban mengukus adas halus terlebih dahulu sebelum dicampur dengan kayu manis bubuk. Mereka juga menaburkan campuran rempah sekali lagi setelah kue matang agar aromanya lebih kuat. Sahabat Fimela bisa mencoba cara ini bila ingin taburan yang lebih harum.

Masalah Kemungkinan Penyebab Solusi
Permukaan kue basah Uap air menetes dari tutup kukusan Lapisi tutup kukusan dengan kain
Taburan rempah tenggelam Adonan belum cukup set saat ditaburi Kukus 10 menit dahulu sebelum menabur
Kue bertekstur kasar Adonan tidak disaring Saring adonan sebelum dituang ke loyang
Rasa kurang manis Gula merah terlalu sedikit Gunakan takaran gula merah yang lebih banyak, dalam rentang resep

Cara Menyajikan dan Menyimpan

Kararaban paling nikmat disajikan setelah dingin sempurna, ditemani teh hangat atau kopi. Kue ini juga dikenal sebagai takjil khas Banjar pada bulan Ramadan, sehingga cocok menjadi hidangan berbuka.

Kue bersantan dan bertelur mudah basi. Sebaiknya habiskan pada hari yang sama, atau simpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas bila ada sisa.

Pertanyaan dan Jawaban Resep Kue Kararaban Khas Banjar dengan Aroma Kayu Manis

1. Apa arti kararaban dalam bahasa Banjar?

Kararaban berarti selaput debu di sarang laba-laba, merujuk pada taburan rempah halus yang tampak seperti debu di atas kue.

2. Apa bahan utama kue kararaban?

Tepung beras, tepung terigu, gula merah, santan, telur ayam, dan garam, dengan taburan adas serta kayu manis halus.

3. Berapa lama mengukus kue kararaban?

Kukus 10 menit pertama sebelum menabur rempah, lalu kukus lagi 30 sampai 40 menit hingga matang.

4. Mengapa taburan rempah perlu disangrai?

Menyangrai adas membuat aromanya lebih harum sebelum dihaluskan dan dicampur kayu manis.

5. Apakah kayu manis aman dikonsumsi?

Menurut NCCIH, kayu manis aman dalam takaran lazim sebagai bumbu makanan. Orang dengan gangguan hati sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading