Sukses

Food

Cara Membuat Kue Bugis Mandi Rumahan: Lembut, Kenyal, Kuah Santan Gurih

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, resep kue bugis mandi ala rumahan bisa menjadi pilihan camilan tradisional yang hangat dinikmati bersama keluarga. Perpaduan kulit ketan yang kenyal, isian unti kelapa yang legit, dan siraman kuah santan kental menghadirkan rasa manis-gurih yang serasi.

Dikenal juga sebagai putri mandi di sejumlah daerah, kue ini tampil cantik dengan warna-warna cerah. Meski terlihat istimewa, langkah pembuatannya cukup sederhana selama kamu mengikuti takaran dan prosesnya dengan runtut. Hasil resep ini sekitar 12 buah kue bugis mandi.

Asal-Usul dan Ciri Khas Bugis Mandi

Kue bugis mandi berasal dari Sulawesi Selatan dan merupakan salah satu kuliner khas suku Bugis. Di berbagai wilayah, kudapan ini juga akrab disebut putri mandi.

Penyebutan "mandi" merujuk pada tampilannya yang seperti berendam dalam kuah santan kental. Bola-bola ketan berisi unti kelapa disajikan dalam mangkuk, lalu disiram santan hingga sebagian terendam.

Perlu dibedakan dengan kue bugis yang dibungkus daun pisang tanpa kuah santan. Sementara kue bugis mandi selalu disajikan dengan siraman kuah santan kental yang menjadi ciri utamanya.

Bahan Resep Kue Bugis Mandi untuk Sekitar 12 Buah

Bagian ini memuat bahan-bahan yang diperlukan untuk mendapatkan tekstur kulit yang lembut, isian yang manis legit, serta kuah santan yang kental dan halus. Gunakan takaran sesuai daftar berikut agar hasilnya konsisten.

Bahan Kulit

  • 150 gram tepung ketan
  • 50 gram kentang, kukus lalu haluskan
  • 1/2 sendok teh garam
  • 65 ml santan
  • 150 ml air
  • Pasta pandan secukupnya
  • Pewarna makanan merah secukupnya
  • Pewarna makanan kuning secukupnya

Bahan Unti Kelapa

  • 200 gram kelapa parut setengah tua
  • 100 gram gula merah, sisir halus
  • 2 sendok makan gula pasir
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1 lembar daun pandan
  • 100 ml air

Bahan Kuah Santan

  • 65 ml santan
  • 250 ml air
  • 30 gram tepung beras
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 lembar daun pandan

Cara Membuat: Dari Unti hingga Kuah Santan

Ikuti urutan langkah berikut agar adonan kalis, isian tidak basah, dan kuah santan menjadi kental tanpa menggumpal. Siapkan panci untuk merebus serta wadah saji untuk penyajian hangat.

  1. Membuat isian unti kelapa

    Masukkan air, gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan ke dalam panci. Masak hingga seluruh gula larut, lalu saring agar halus. Masukkan kelapa parut ke larutan gula, masak sambil diaduk hingga air menyusut dan isian agak kering. Angkat dan dinginkan.

  2. Menguleni adonan kulit

    Campurkan santan, air, dan garam dalam panci. Panaskan hingga hampir mendidih, matikan api dan biarkan hangat. Di wadah lain, aduk tepung ketan dengan kentang kukus halus. Tuang campuran santan sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai adonan lembut, kalis, dan mudah dibentuk.

  3. Mewarnai adonan

    Bagi adonan menjadi tiga bagian sama banyak. Bagian pertama beri pasta pandan hingga hijau, bagian kedua beri pewarna merah, dan bagian ketiga beri pewarna kuning. Uleni masing-masing hingga warna merata.

  4. Membentuk kue

    Ambil sedikit adonan, pipihkan di telapak tangan, isi unti kelapa secukupnya, lalu tutup kembali. Bulatkan hingga permukaan halus. Ulangi hingga adonan habis.

  5. Merebus hingga matang

    Didihkan air dalam panci. Masukkan bulatan adonan satu per satu. Rebus sampai seluruh kue mengapung sebagai tanda matang, lalu angkat dan tiriskan.

  6. Mengentalkan kuah santan

    Campurkan santan, air, tepung beras, garam, dan daun pandan. Aduk hingga tepung larut, masak dengan api kecil sambil terus diaduk agar tidak menggumpal. Masak sampai kuah mengental dan lembut.

  7. Penyajian

    Susun beberapa butir kue bugis mandi dalam mangkuk. Siram dengan kuah santan hangat hingga sebagian kue terendam. Sajikan selagi hangat.

Kunci Sukses, Penyajian, dan Penyimpanan

Beberapa hal berikut membantu menjaga kulit tetap lembut, isian tidak basah, serta kuah santan halus. Perhatikan juga cara merebus dan mengatur kekentalan kuah agar hasil akhir sesuai selera keluarga.

  • Gunakan kelapa parut yang tidak terlalu tua agar tekstur unti lembut dan tidak mengeras setelah dingin.
  • Kentang kukus membantu kulit lebih empuk dan tidak mudah retak. Haluskan kentang saat masih panas agar tercampur rata dengan tepung ketan.
  • Tuang santan ke campuran tepung sedikit demi sedikit. Daya serap tepung bisa berbeda sehingga jumlah cairan dapat disesuaikan seperlunya.
  • Rebus kue dalam air yang benar-benar mendidih. Setelah mengapung, biarkan 1–2 menit agar bagian dalam matang sempurna.
  • Masak kuah santan dengan api kecil sambil terus diaduk agar halus, tidak pecah, dan tidak menggumpal.
  • Adonan kulit bisa pecah jika terlalu kering, kurang diuleni, atau direbus saat air belum mendidih sempurna.
  • Kue bugis mandi bisa dibuat tanpa kentang, namun penambahan kentang membantu menghasilkan kulit yang lebih lembut dan tidak cepat keras setelah dingin.
  • Tepung beras pada kuah santan berfungsi sebagai pengental alami sehingga teksturnya lembut dan mampu melapisi permukaan kue dengan baik.

Selain tampilannya yang cantik, kue bugis mandi disukai karena perpaduan tekstur dan rasa yang seimbang. Kulit tepung ketan memberikan sensasi kenyal yang lembut.

Isian unti kelapa menghadirkan manis legit dari gula merah, sementara kuah santan menambah gurih yang menyatu dengan sempurna. Perpaduan ini pas untuk camilan sore, sajian arisan, hingga hidangan acara keluarga atau perayaan tradisional.

Untuk penyimpanan, pada suhu ruang sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 1 hari. Jika disimpan di lemari pendingin, kue dapat bertahan sekitar 2 hari dalam wadah tertutup, lalu hangatkan kembali sebelum disajikan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading