Sukses

Food

Resep Wheel Cake Taiwan, Kue Bulat Isi Cokelat atau Kacang Merah Paling Enak

0(0)

Waktu Pembuatan125 Menit

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Fimela.com, Jakarta - Siapa yang tidak tergiur dengan aroma manis dari resep wheel cake taiwan, kue bulat isi cokelat atau kacang merah yang sering kita jumpai di gerai jajanan pasar malam? Kue yang memiliki tekstur unik renyah di bagian luar namun lembut membelai lidah di bagian dalam ini memang menjadi primadona street food yang selalu dicari banyak orang.

Sahabat Fimela mungkin mengira kudapan ini asli dari Taiwan, namun faktanya kue ini memiliki akar sejarah panjang yang bermula dari Jepang pada masa kolonial. Melansir dari Taipei Times, kudapan ini awalnya diperkenalkan sebagai variasi dari Imagawayaki Jepang sebelum akhirnya diadaptasi lidah lokal menjadi Che Lun Bing dengan ciri khas kulit yang lebih tipis dan garing.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu jauh-jauh terbang ke Taipei atau mengantre panjang di mal untuk menikmati kehangatan kue ini. Dengan peralatan masak sederhana di dapur, Sahabat Fimela bisa menyajikan camilan istimewa ini sebagai teman minum teh sore yang sempurna untuk keluarga tercinta.

Kunci dari wheel cake yang otentik terletak pada adonannya. Kita menginginkan kulit yang kokoh dan garing saat digigit, tapi tetap lembut dan berpori di dalam. Berikut adalah panduan lengkapnya.

Bahan-Bahan Resep Wheel Cake Taiwan (Che Lun Bing)

Bahan Adonan Kulit (Batter):

  • 200 gram tepung terigu protein sedang (segitiga biru atau sejenisnya)
  • 30 gram tepung maizena (rahasia tekstur garing)
  • 2 butir telur ayam suhu ruang
  • 40 gram gula pasir
  • 300 ml susu cair full cream
  • 30 gram mentega cair (lelehkan dan biarkan suhu ruang)
  • 1 sendok teh baking powder
  • ½ sendok teh ekstrak vanila
  • Sejumput garam halus
  • Minyak sayur secukupnya (untuk mengoles cetakan)

Bahan Isian (Pilih Sesuai Selera):

  • Cokelat: Selai cokelat hazelnut, dark chocolate compound cincang, atau meses berkualitas.
  • Kacang Merah (Red Bean): 200 gram pasta kacang merah manis (anko) siap pakai, atau buat sendiri dengan merebus kacang merah azuki dan gula hingga lumat.
  • Custard Cream: Campuran susu, kuning telur, gula, dan maizena yang dimasak hingga kental (opsional).

Cara Membuat

  1. Persiapkan Adonan Cair: Dalam wadah bersih, kocok telur dan gula pasir menggunakan whisk hingga gula larut dan warnanya sedikit memucat. Masukkan susu cair, ekstrak vanila, dan mentega cair. Aduk rata hingga semua bahan basah menyatu.
  2. Campurkan Bahan Kering: Ayak tepung terigu, tepung maizena, baking powder, dan garam langsung di atas adonan basah. Pengayakan ini penting agar adonan mulus dan tidak bergerindil.
  3. Aduk dan Istirahatkan: Aduk adonan perlahan dari tengah ke arah luar hingga rata. Jangan over-mix agar kue tidak bantat. Saring adonan jika masih ada gumpalan, lalu tutup wadah dengan kain bersih atau plastic wrap. Diamkan selama 30 menit agar baking powder bekerja dan gluten rileks.
  4. Panaskan Cetakan: Panaskan cetakan kue (bisa menggunakan cetakan kue lumpur, martabak mini, atau snack maker datar) dengan api kecil. Olesi tipis seluruh permukaannya dengan minyak sayur menggunakan kuas. Pastikan cetakan benar-benar panas merata sebelum menuang adonan.
  5. Tuang dan Bentuk Kulit: Tuang adonan hingga mengisi sekitar ½ atau ¾ tinggi lubang cetakan. Segera gunakan sendok sayur atau alat perata (bisa tongkat kayu kecil) untuk memutar adonan dari tengah ke arah dinding cetakan hingga terbentuk lapisan kulit tipis di pinggirannya. Lakukan dengan cepat.
  6. Isi dan Tangkupkan:
    • Biarkan adonan dimasak hingga muncul gelembung-gelembung kecil dan pinggirannya mulai kering kecokelatan.
    • Masukkan 1 sendok makan penuh isian (cokelat atau kacang merah) ke dalam setengah jumlah kue yang ada di cetakan. Biarkan setengah sisanya kosong (hanya kulit).
    • Saat bagian bawah kulit sudah cokelat keemasan dan mudah dilepas, congkel bagian kulit yang kosong (tanpa isi), lalu tangkupkan di atas bagian kue yang berisi.
  7. Matangkan Sempurna: Tekan sedikit agar kedua bagian menempel. Bolak-balik kue sebentar di dalam cetakan selama 1-2 menit tambahan untuk memastikan sambungannya tertutup rapat dan kulit luarnya benar-benar garing.
  8. Sajikan: Angkat wheel cake dan letakkan di rak kawat (cooling rack) sebentar agar uap panas hilang dan kulitnya tetap renyah. Nikmati selagi hangat!

Tips untuk Pemula

Agar wheel cake buatan Sahabat Fimela sukses pada percobaan pertama, perhatikan detail berikut:

  • Konsistensi Api: Gunakan api yang sangat kecil dan stabil. Api yang terlalu besar akan membuat kulit gosong sementara bagian dalam masih mentah.
  • Jangan Pelit Isian: Salah satu daya tarik jajanan ini adalah isiannya yang melimpah (generous filling). Namun, pastikan tidak berlebihan hingga meluber keluar dan merusak bentuk kue.
  • Penyimpanan: Jika tidak habis, simpan dalam wadah kedap udara di kulkas. Panaskan kembali menggunakan oven atau air fryer selama 3-5 menit untuk mengembalikan tekstur garingnya. Hindari menggunakan microwave karena akan membuat kulitnya lembek.

Jejak Sejarah: Dari Imagawayaki Menjadi Wheel Cake

Sebelum masuk ke dapur, ada baiknya kita mengenal sedikit latar belakang kue ikonik ini. Kudapan yang di Taiwan dikenal dengan nama Che Lun Bing (車輪餅) ini sejatinya adalah adaptasi dari Imagawayaki asal Jepang. Melansir data sejarah kuliner dari TasteAtlas, Imagawayaki pertama kali populer di dekat Jembatan Imagawa di Kanda, Edo (sekarang Tokyo), sekitar tahun 1772–1781.

Ketika Jepang menduduki Taiwan (1895–1945), mereka membawa serta budaya kuliner ini. Namun, masyarakat Taiwan melakukan inovasi brilian. Jika versi Jepang cenderung lebih tebal dan empuk seperti kue bolu (cakey), versi Taiwan dikembangkan menjadi lebih garing (crispy) di bagian kulit luarnya. Buku The Arc of Taiwanese Identity mencatat bahwa perubahan bentuk cetakan logam pada tahun 1980-an, yang menyerupai roda mobil, akhirnya mempopulerkan nama "Wheel Cake" hingga sekarang.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Wheel Cake Taiwan

Q1: Bisakah saya mengganti tepung maizena dengan bahan lain?

A1: Bisa, Anda dapat menggantinya dengan tepung beras untuk tekstur yang sedikit lebih keras, atau hilangkan saja jika ingin tekstur yang lebih empuk seperti bolu.

Q2: Mengapa kulit wheel cake saya tidak garing?

A2: Kemungkinan besar karena api kurang panas saat menuang adonan, terlalu banyak cairan dalam resep, atau kue langsung ditumpuk saat masih panas (beruap).

Q3: Apakah cetakan harus teflon anti lengket?

A3: Tidak wajib, cetakan besi cor (cast iron) tradisional justru lebih bagus menghantarkan panas, asalkan diolesi minyak dengan baik agar tidak lengket.

Q4: Berapa lama adonan bisa disimpan di kulkas?

A4: Adonan basah sebaiknya digunakan dalam waktu 24 jam. Jika disimpan terlalu lama, baking powder akan kehilangan efektivitasnya dan kue tidak akan mengembang.

Q5: Apa bedanya wheel cake dengan dorayaki?

A5: Dorayaki terdiri dari dua tangkup pancake tebal yang sudah matang baru diberi isi, sedangkan wheel cake dimasak dan dibentuk langsung bersama isiannya di dalam cetakan hingga menyatu.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Loading