Sukses

Health

Kasus Covid-19 Melonjak, WHO Geram Jumlah Testing Rendah

Fimela.com, Jakarta Kasus Covid-19 di berbagai negara mengalami kenaikan jumlah kasus. Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diduga menjadi biang kerok peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah negara ini.

Dikutip dari Liputan6.com, subvarian Omicron terbaru tersebut memiliki tingkat keparahan yang lebih rendah ketimbang varian pendahulunya. Namun, dua subvarian ini mampu menyebar lebih cepat.

Meski kasus Covid-19 saat ini semakin meningkat, fakta di lapangan menunjukkan angka testing semakin menurun. Menanggapi hal ini, pemimpin teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Maria Van Kerkhove nampak geram.

Mengutip Liputan6.com, Maria menyebut, Covid-19 terus menyebar dalam skala yang cukup intens semenjak kemunculannya tiga tahun lalu. Ia berkata, tanpa testing dan tracing, virus bisa semakin berkembang.

Angka kematian masih tinggi

Maria menyatakan, kasus Covid-19 meningkat 13 persen di Amerika Serikat. Sementara itu, terdapat pengingkatan 58 persen kasus di wilayah Mediterania Timur dan 33 persen di Asia Tenggara.

Ia mengingatkan, angka kematian akibat Covid-19 pun masih tinggi hingga saat ini. Beberapa pekan lalu, terdapat 8.737 jiwa dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19.

"Penting untuk kita tetap mengambil langkah untuk menjaga diri kita agar tetap aman dan mengurangi peredaran virus ini dengan pedoman kesehatan yang sudah terbukti, yakni menjaga jarak, memakai masker, serta menggunakan tes secara tepat," ucap Maria dikutip dari Liputan6.com.

Omicron BA.2 jadi varian dominan

Maria menambahkan, varian Omicron BA.2 masih menjadi varian dominan di seluruh dunia. Sejalan dengan hal itu, terjadi peningkatan kasus Omicron baru, yakni BA.4 dan BA.5. 

Kabar baiknya, ia menyebut, vaksin masih akan tetap efektif mencegah seseorang agar terhindar dari penularan Covid-19. 

"Kabar baiknya vaksin masih terus bekerja, vaksin ini didasari oleh strain utamanya, yang mana secara signifikan dapat mengurangi rawat inap, masuk ke ICU, dan kematian," uajr Maria.

Penulis: Ersya Fadhila Damayanti

#Women for Women

What's On Fimela
Loading