Sukses

Health

Waspada Omicron BA.4 dan BA.5 Berpotensi Alami Peningkatan Replikasi di Sel Paru Seperti Varian Delta

Fimela.com, Jakarta Terdapat temuan baru terkait Omicron BA.4 dan BA.5 yang dilakukan di Jepang dan beberapa negara Eropa. Mengutip dari Liputan6.com, terjadi peningkatan replikasi virus di dalam sel paru.

Disampaikan ahli epidemiologi Dicky Budiman kedua subvarian omicron ini lebih fusogenik dan patogenik dibandingkan BA.2.

“Artinya potensi keparahannya lebih infeksius dan potensi keparahannya ada,” ujar Dicky mengutip Liputan6.com.

Dalam penelitian di Jepang ditemukan angka reproduksi efektif Omicron BA.4 dan B.5 mencapai 1,2 kali lebih tinggi dari BA.2. Artinya transmisi atau penularannya lebih efektif.

 

Tidak memberikan proteksi tambahan

Kabar buruknya tidak akan proteksi tambahan terhadap BA.4 dan BA.5 meski pernah terinfeksi Omicron BA.1, BA.2, atau varian lainnya.

“Meskipun sebelumnya orang tersebut sama-sama terinfeksi Omicron tapi tetap dia tidak punya proteksi BA.4 dan BA.5. Ini yang menjadikan kesadaran bagi kita betapa pentingnya booster dan kombinasi dengan masker.”

Dicky juga menyebut saat ini para ahli dunia sepakat bahwa BA.4 dan BA.5 memiliki potensi menjadi ancaman yang serius. Terutama di negara yang belum memiliki imunitas memadai.

 

Karakter kombinasi Omicron dan Delta

COVID-19 subvarian BA.4 dan BA.5 ini memiliki kombinasi kecepatan infeksi seperti Omicron dan kemampuan mengikat sel seperti Delta. Sehingga bisa dengan mudah masuk ke tubuh manusia untuk menginfeksi dan mudah bereplikasi di paru.

Gejala yang muncul dari Omicron BA.4 dan BA.5 terbilang mirip dengan gejala COVID-19 varian Delta. Di mana terjadi anosmia hingga rasa lelah berlebihan. Selain itu, BA.4 dan BA.5 bisa menginfeksi ulang. Mengingat subvarian baru ini lebih efektif, tidak heran jika terjadi banyak kasus infeksi baru.

Meski demikian, Dicky berpendapat Indonesia sudah memiliki bentuk modal imunitas. Artinya akan banyak orang yang terinfeksi namun tidak bergejala. Dari analisis Dicky, kasus baru tetap bisa tinggi meski cakupan vaksinasi berbagai dosis sudah cukup tinggi.

What's On Fimela
Loading