Sukses

Health

Kerap Merasakan Efek Seperti Tersetrum Saat Siku Tangan Terbentur? Ternyata Ini Penyebabnya!

Fimela.com, Jakarta Siku tangan bisa terbentur sesuatu tanpa sadar. Biasanya, efek yang terjadi setelahnya adalah muncul efek seperti tersetrum. Lebih-lebih setelah terbentur benda padat dengan sangat keras.

Hal tersebut bisa terjadi sekali atau bahkan beberapa kali. Memang efek tersebut bisa hilang dengan sendirinya. Namun, bagaimana efek tersetrum tersebut bisa terjadi setelah siku tangan terbentur? Biar tak penasaran, berikut beberapa penyebabnya.

Kerusakan Saraf Tepi

Penyebab pertama yang membuat sensasi seperti tersetrum muncul usai siku tangan terbentur karena kerusakan saraf tepi atau yang disebut sebagai neuropati perifer. Hanya saja hal ini jarang terjadi, kecuali memang adanya komplikasi neurologis yang mendasari.

Kerusakan saraf tepi termasuk cedera termal pada jaringan perineural, aktivitas sistem saraf simpatis yang berlebihan, cedera vaskular maupun perubahan histologis atau elektrofisiologis. Diagnosis tepatnya tentang gangguan ini hanya bisa diketahui dengan periksa ke dokter.

Nyeri Pada Jalur Saraf

Penyebab lainnya karena nyeri pada jalur saraf atau neuralgia. Kondisi ini sebenarnya bukan termasuk penyakit, tetapi lebih ke gejala cedera maupun gangguan tertentu. Pada beberapa kasus, efek tersetrum setelah siku terbentur bisa termasuk neuralgia trigeminal.

Gangguan tersebut tidak bisa diketahui secara pasti penyebabnya, tetapi seringkali ditandai dengan rasa sakit yang tajam dan seperti tersetrum. Jika benturan bersifat ringan, keluhan seperti tersetrum ini akan hilang dalam beberapa jam. Namun, jika sangat keras makan bisa menyebabkan masalah serius, seperti cedera saraf, patah tulang, atau dislokasi.

Disebabkan Adanya Saraf Ulnar

Munculnya sensasi seperti tersetrum saat siku tangan terbentur, sebetulnya bukan berasal dari tulang siku. Namun, disebabkan saraf ulnar yang ada di dalamnya. Saraf ini berada di siku, dan terletak di belakangan tulang humerus. Tulang tersebut membentang dari siku sampai ke bahu.

Saraf ulnar ini memiliki fungsi mengatur otot, agar jari, tangan, serta otot lengan bagian bawah lebih mudah digerakkan. Tak semua bagian saraf ulnar terlindungi otot atau tulang, sehingga saat mengalami benturan menyebabkan efek sensitif seperti tersetrum.

Bentuk Respon Cepat ke Otak

Ketika terbentur, saraf ulnar yang begitu sensitif karena tidak terlindungi otot dan tulang, akan dengan cepat mengirimkan sinyal ke otak. Respon tersebut akan diterima oleh otak, yang kemudian menghadirkan sensasi kesemutan layaknya tersetrum ringan.

Jika benturannya amat keras, bukan tak mungkin otak juga mengirimkan respon berbeda, seperti munculnya mati rasa di lengan hingga ke jari-jari tangan. Walau begitu, kondisi ini tidak bertahan lama, sehingga bisa pulih dalam beberapa saat.

Cubital Tunnel Syndrom

Penyebab berikutnya kenapa efek seperti tersetrum ini bisa muncul setelah siku tangan terbentur adalah cubital tunner syndrom. Gangguan ini terjadi karena saraf ulnar di siku juga mengalami tekanan hingga menyebabkan sensasi terasa tersetrum.

Bedanya, cubital tunnel syndrom ini lebih sering muncul karena kebiasaan menyandarkan siku pada permukaan keras, menekuk siku dalam waktu lama, melakukan aktivitas amat berat yang dapat menekan saraf ulnar, maupun adanya masalah pada struktur tulang di bagian siku. Jadi, bukan karena siku tangan tangan terbentur benda keras secara tiba-tiba semata.

Itulah beberapa penyebab kenapa efek seperti tersetrum setelah siku tangan terbentur sampai bisa terjadi. Seperti disebutkan sebelumnya, benturan akan hilang dalam beberapa jam bila sifatnya ringan.

Cukup istirahat atau berhenti aktivitas sejenak, agar kondisi tak semakin parah. Akan tetapi, jika tak kunjung menghilang dalam waktu lama, segeralah datang ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading