Sukses

Health

Penyebab Napas Berat yang Harus Diwaspadai

Fimela.com, Jakarta Sesak napas adalah salah satu kondisi permasalahan kesehatan yang cukup bikin panik dan khawatir. Tentu saja, sesak napas terasa seperti seolah-olah tidak bisa bernapas lagi.

Sesak napas sebenarnya bisa terjadi kapan saja. Bisa juga terjadi secara tiba-tiba. Ternyata ada beberapa hal yang menyebabkan sesak napas secara tiba-tiba. Selain sesak napas, terkadang bisa juga kita mengalami napas teras berat. Apakah kedua hal tersebut disebabkan oleh hal yang sama?

Sebelum mengatasinya, kamu harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Berikut penyebab napas berat yang kamu alami.

Penyebab Napas Berat

1. Gangguan jantung

Gangguan pada jantung dapat menyebabkan oksigen sulit dihantar ke seluruh tubuh. Akibatnya, tubuh akan mengalami kekurangan oksigen dan napas pun menjadi berat. Beberapa gangguan jantung yang dapat menyebabkan napas berat adalah:

Gagal jantung

Gagal jantung terjadi ketika pompa jantung melemah, sehingga tidak mampu mengalirkan cukup darah ke seluruh tubuh. Bila menderita gagal jantung, Anda bisa saja mengalami napas berat atau terengah-engah, bahkan saat berbaring.

Serangan jantung

Serangan jantung terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup, sehingga fungsi jantung terganggu. Akibatnya, darah tidak bisa dialirkan ke seluruh tubuh.

Orang yang mengalami serangan jantung akan merasakan gejala napas berat, dada berdebar, dan nyeri dada berat yang menjalar ke lengan atau leher.

Aritmia

Aritmia adalah gangguan yang terjadi pada irama jantung. Kondisi ini membuat jantung berdetak lebih cepat, lebih lambat, atau tidak beraturan. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala, di antaranya jantung berdebar, cepat lelah, dan napas menjadi berat.

Gangguan katup jantung

Katup jantung memiliki fungsi penting dalam sistem peredaran darah. Tugas utamanya adalah untuk mencegah terjadinya aliran darah balik yang dipompa dari dan menuju jantung.

Jika katup ini bermasalah, maka darah bisa terbendung dan tertahan di serambi atau bilik jantung. Hal ini bisa menimbulkan pembengkakan jantung, napas berat, dan menimbulkan gangguan fungsi jantung.

Selain beberapa penyakit jantung di atas, napas berat akibat kelainan pada jantung juga bisa disebabkan oleh kardiomiopati, yaitu kondisi ketika terdapat masalah pada otot jantung hingga membuatnya sulit memompa dan mengirim darah ke seluruh tubuh.

2. Gangguan paru-paru

Napas berat juga sering kali disebabkan oleh gangguan paru-paru. Beberapa penyakit paru-paru yang dapat menyebabkan napas berat meliputi:

Penyakit asma

Asma adalah penyakit yang membuat saluran pernapasan mengalami pembengkakan dan penyempitan. Hal ini membuat penderita asma menjadi sulit bernapas atau mengalami napas berat. Selain napas berat, kekambuhan gejala asma juga dapat menyebabkan napas berbunyi mengi.

Edema paru

Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan cairan di dalam kantong paru-paru (alveoli), sehingga terjadi pembengkakan atau edema pada paru. Edema paru dapat membuat penderitanya sulit bernapas.

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

PPOK adalah gangguan pernapasan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran udara di paru-paru akibat peradangan kronis pada paru-paru. Kondisi ini membuat penderitanya mengalami kesulitan bernapas atau napas menjadi berat.

Selain beberapa kondisi di atas, ada juga gangguan paru-paru lain yang dapat menyebabkan napas berat, yaitu:

  • Pneumonia
  • Hipertensi pulmonal
  • Emboli paru
  • Pneumothorax
  • Tumor atau kanker paru-paru

Penyebab Lainnya

3. Alergi

Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat atau benda asing, seperti serbuk sari, rumput, bulu hewan peliharaan, atau makanan tertentu, seperti susu, telur, dan makanan laut.

Saat mengalami alergi, beberapa keluhan dapat terjadi, seperti gatal-gatal dan pembengkakan pada tenggorokan dan mulut. Hal ini bisa menimbulkan keluhan napas berat.

4. Anemia

Anemia defisiensi besi merupakan penyakit yang disebabkan oleh kekurangan zat besi, sehingga jumlah sel darah merah yang sehat menurun. Penderita anemia jenis ini akan mengalami beberapa gejala, seperti kelelahan, kurang energi, sesak napas, dan juga napas menjadi berat.

5. Serangan panik

Serangan panik adalah munculnya rasa takut atau gelisah yang berlebihan dan terjadi secara tiba-tiba. Serangan panik bisa membuat penderitanya mengalami napas berat, cemas, dan rasa takut yang sulit mereda.

Tak hanya penyakit-penyakit di atas, napas berat juga bisa disebabkan berbagai masalah kesehatan lain, seperti kelainan asam basa darah (asidosis dan alkalosis), kelainan elektrolit, sepsis, obesitas, keracunan, dan syok, misalnya karena dehidrasi berat dan perdarahan parah.

Cara Mencegah

Napas yang terasa berat ternyata bisa dihindari dengan melakukan berbagai hal ini:

  • Lakukan upaya untuk menurunkan berat badan, misalnya dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, bila mengalami obesitas
  • Beristirahat secara cukup
  • Hentikan kebiasaan merokok
  • Kendalikan stres dengan melakukan teknik relaksasi, misalnya yoga atau meditasi
  • Lakukan latihan pernapasan untuk membantu meringankan napas berat akibat serangan panik atau gangguan
  • Jauhi paparan zat atau benda yang dapat memicu alergi atau iritasi pada saluran napas

Itulah penyebab napas berat serta cara mencegahnya. Jika kamu sedang mengalami napas yang terasa berat, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar segera tertangani.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading