Sukses

Health

Didukung Para Ahli, Inilah 6 Tips Paling Efektif Meningkatkan Pemulihan Setelah Lari Pagi

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, lari pagi jadi salah satu kebiasaan sehat yang banyak digemari, hampir semua orang di dunia menjadikan olahraga lari sebagai suatu hal yang perlu dan jadi kebutuhan idealnya saat tidak puna cukup waktu pergi ke gym. Bukan cuma menyegarkan pikiran, aktivitas ini juga bisa bantu meningkatkan metabolisme dan menjaga mood sepanjang hari. Tapi, di balik manfaatnya, tubuh juga perlu perhatian ekstra setelah berlari agar tetap bugar dan terhindar dari kelelahan yang biasanya konstan datang. 

Sayangnya, banyak orang fokus pada sesi lari itu sendiri, tapi melupakan pentingnya proses pemulihan setelahnya. Padahal, pemulihan yang tepat bisa mempercepat regenerasi otot, menjaga performa tubuh, bahkan mencegah cedera jangka panjang. Jadi, kalau kamu ingin manfaat dari lari pagi terasa maksimal, langkah pemulihan ini nggak boleh dilewatkan, ya!

Berikut ini adalah 6 tips pemulihan setelah lari pagi yang didukung oleh para ahli yang sudah kami rangkumkan untukmu dari laman Healthline. Langkah-langkah ini tentunya sangat sederhan, mudah dilakukan, dan bisa langsung dirasakan manfaatnya—terutama buat yang aktif dan punya jadwal padat seharian. Yuk, langsung saja kita cari tahu di bawah ini! 

 

1. Luangkan Waktu untuk Pemanasan

Meski ini dilakukan sebelum berlari, pemanasan punya dampak besar pada pemulihan. Saat otot sudah dipersiapkan sejak awal, risiko cedera akan lebih kecil dan tubuh tidak "terkejut" saat beraktivitas. Cukup lakukan dynamic stretching atau jalan cepat selama 5–10 menit agar membantu tubuh siap bergerak secara optimal.

2. Pendinginan Setelah Selesai Lari

Setelah selesai berlari, jangan langsung berhenti total dan istirahat saja, ya, tapi cobalah lakukan pendinginan terlebih dhaulu.  Pendinginan ini dapat membantu menurunkan detak jantung secara perlahan dan menghindari penumpukan asam laktat di otot, yang sering jadi penyebab pegal. Cukup lakukan jalan santai dan stretching ringan selama beberapa menit untuk bantu tubuh kembali ke kondisi normal.

3. Fokus Pada Asupan Nutrisi

Sahabat Fimela, apa yang dikonsumsi setelah berlari sangat memengaruhi proses pemulihan. Karbohidrat kompleks bisa mengembalikan energi, sementara protein membantu memperbaiki jaringan otot yang bekerja keras selama berlari. Contoh menu sederhana yang bisa diterapkan di rumah untuk disantap setelah berlari: telur rebus dan roti gandum, atau smoothie buah dengan yogurt dan chia seeds.

 

4. Tidur yang Cukup

Tidur adalah bagian penting dari proses pemulihan alami tubuh. Saat tidur, sistem regenerasi berjalan aktif—otot diperbaiki, hormon stabil kembali, dan energi dipulihkan. Jadi, jangan anggap remeh waktu tidurmu. Usahakan tidur selama 7–9 jam setiap malam untuk hasil maksimal. 

5. Lakukan Foam Rolling atau Pijat Ringan

Foam rolling bisa membantu meredakan ketegangan otot dan meningkatkan sirkulasi darah. Fokus pada area yang paling aktif saat lari, seperti betis, paha, dan punggung bawah. Jika tidak punya foam roller, pijat ringan atau menggunakan alat pijat sederhana juga efektif untuk membantu tubuh lebih rileks.

6. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Setelah lari, tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Penting sekali untuk segera menggantinya agar tidak dehidrasi. Minumlah air putih dalam jumlah cukup, atau pilih minuman elektrolit jika sesi lari cukup panjang dan intens. Rehidrasi yang tepat akan mempercepat pemulihan dan menjaga energi tetap stabil.

Sahabat Fimela, dengan menerapkan ke-6 tips ini secara rutin, pemulihan setelah lari pagi jadi lebih optimal. Tubuh pun terasa lebih segar, performa meningkat, dan risiko cedera bisa dihindari. Jangan hanya fokus pada latihan fisik, tapi pastikan juga tubuh mendapat waktu dan perawatan yang layak setelahnya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading