Sukses

Health

Bisakah Cacar Api pada Dewasa Dicegah? Vaksinasi Kunci Utamanya

ringkasan

  • Vaksinasi, terutama dengan Shingrix, adalah metode paling efektif untuk mencegah cacar api pada dewasa dan mengurangi risiko komplikasi seperti neuralgia pasca-herpes.
  • Mencegah cacar air sejak kecil melalui vaksinasi juga berperan penting dalam mengurangi kemungkinan terkena cacar api di kemudian hari karena keduanya disebabkan oleh virus yang sama.
  • Gaya hidup sehat mendukung kekebalan tubuh, sementara tindakan pencegahan penularan penting jika sudah terinfeksi cacar api untuk melindungi orang lain yang rentan.

Fimela.com, Jakarta - Orang dewasa pada umumnya mengalami penurunan imunitas seiring bertambahnya usia (ARDI/age-related immunity decline) yang membuat semakin rentan terhadap infeksi, salah satunya infeksi virus dari penyakit Herpes Zoster. Herpes Zoster, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Cacar Api, merupakan penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi Virus Varicella Zoster, virus yang juga menyebabkan cacar air.

Herpes Zoster sering terjadi pada lansia karena kekebalan tubuh yang melemah. Penyakit infeksi dengan mortalitas dan morbiditas tinggi yang rentan dialami oleh orang dewasa sebenarnya dapat diupayakan pencegahannya melalui vaksinasi.

dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang, mengatakan, banyak orang sebenarnya berisiko terkena Herpes Zoster (cacar api) tanpa menyadarinya hingga terlambat. Individu dengan penyakit penyerta seperti autoimun, kanker, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan ginjal memiliki risiko lebih tinggi terkena cacar api3,5-8. Oleh karena itu, pencegahan cacar api jauh lebih penting daripada yang banyak orang sadari.

“Kami di Rumah Sakit Siloam Lippo Village juga menangani banyak pasien Herpes Zoster. Dengan komplikasi yang paling banyak kami tangani yaitu Nyeri Pascaherpes (NPH). Berdasarkan cerita dari para penyintas, nyeri ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan berkurangnya kualitas hidup. Beberapa individu menyatakan bahwa nyeri ini menyebabkan berkurangnya produktivitas kerja, kualitas tidur, waktu dengan keluarga, dan kemampuan untuk menikmati aktivitas sehari- hari.” dalam acara “Kenali Cacar Api” 

 

Vaksinasi: Perisai Utama Melawan Cacar Api pada Dewasa

Maia Estianty selaku Duta Kampanye Kesehatan “Kenali Cacar Api” bersama Rumah Sakit Siloam Lippo Village dan GSK Indonesia mengusung pesan “Ageing Gracefully”, ajakan untuk menua dengan sehat, tetap aktif, dan produktif, khususnya bagi kelompok berisiko.

“Sebagai pekerja seni yang aktif, ibu, dan istri, masih banyak yang ingin saya lakukan ke depan. Saya ingin terus berkarya dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga sehingga saya harus menjaga kesehatan agar momen bahagia tidak terlewatkan. Untuk mencegah terjadinya cacar api, penting bagi orang dewasa untuk menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan rutin berolahraga, termasuk dengan melakukan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter," ujarnya

Sesuai rekomendasi Satgas Imunisasi PAPDI 2025, vaksin Herpes Zoster direkomendasikan untuk pasien dengan penyakit jantung, diabetes, dan juga penyakit ginjal. Dengan vaksinasi, dapat mengambil langkah proaktif untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup di masa mendatang. Vaksinasi dapat membantu mengurangi risiko terkena Herpes Zoster, serta mencegah terjadinya komplikasi yang berbahaya jika infeksi tetap terjadi.

dr. Johan Wijoyo, Head of Medical Adult Vaccine, GSK Indonesia menegaskan komitmen GSK dalam mendukung upaya pencegahan penyakit menular melalui kolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah, asosiasi kedokteran, dan tenaga kesehatan profesional.

"Sebagai bukti komitmen ini, GSK Indonesia telah menjalin kerja sama resmi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kemitraan strategis ini mendukung program-program bersama yang bertujuan memperluas akses edukasi, mempermudah konsultasi medis, dan meningkatkan kesadaran penyakit serta penerapan vaksinasi untuk menjaga kualitas hidup masyarakat dewasa di seluruh Indonesia," ujarnya.

Waspada Cacar Api dan Komplikasinya

Cacar api disebabkan oleh reaktivasi Virus Varicella Zoster (VZV), yaitu virus yang sama menyebabkan cacar air3. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut menjadi dorman dalam saraf tubuh dan dapat tereaktivasi kembali menjadi cacar api di kemudian hari. Sekitar 9 dari 10 individu dewasa berusia di atas 50 tahun sudah memiliki virus yang menyebabkan cacar api.13 Akibatnya 1 dari 3 orang individu dewasa berisiko terkena cacar api selama hidupnya.

Selain itu, diketahui pula bahwa individu dengan gangguan jantung dan diabetes juga lebih rentan terhadap infeksi cacar api. Cacar api tidak bisa menular dari satu orang ke orang lainnya. Namun, individu dengan penyakit cacar api yang aktif dapat menularkan VZV melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuh yang ada dan menyebabkan cacar air pada seseorang yang belum pernah memiliki riwayat cacar air.

Dianjurkan bagi individu dengan penyakit cacar api yang masih aktif untuk menutup ruam Cacar Api dan menghindari kontak langsung dengan kelompok orang yang rentan. Setelah ruam lepuhan mengering, individu tersebut sudah tidak bisa menularkan VZV ke orang lain.

Komplikasi umum cacar api adalah nyeri saraf jangka panjang atau nyeri pascaherpes (NPH). NPH muncul pada lokasi ruam cacar api dan rasa nyeri dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah ruam cacar api sembuh. Sekitar 10%-18% orang dengan cacar api akan mengalami NPH dan pasien cacar api yang sudah lanjut usia lebih berisiko untuk mengalami NPH yang lebih menyakitkan daripada pasien cacar api yang berusia lebih muda. Selain NPH, komplikasi cacar api lainnya termasuk gangguan penglihatan, gangguan serebrovaskular, dan gangguan pendengaran

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading