Sukses

Health

Robot Zamenix, Teknologi Medis Terbaru untuk Keluarkan Batu Ginjal Tanpa Sayatan

Fimela.com, Jakarta - Nyeri pinggang sering kali dianggap hal sepele. Sekadar pegal karena kelelahan atau salah posisi duduk. Namun, di balik keluhan ringan itu, bisa jadi tersembunyi masalah kesehatan yang lebih serius yakni batu ginjal. Di Indonesia, kondisi ini bukanlah kasus langka. Diperkirakan sekitar 5–10% populasi pernah mengalami batu ginjal dalam hidupnya, angka yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup modern.

Kurangnya konsumsi air putih, pola makan tinggi garam dan protein, hingga kebiasaan duduk terlalu lama menjadi faktor yang memperbesar risiko. Ditambah lagi dengan iklim tropis yang membuat tubuh lebih mudah dehidrasi, pembentukan batu ginjal menjadi semakin mungkin terjadi. Ironisnya, masih banyak orang yang memilih mengabaikan gejalanya.

Bagi sebagian orang, batu ginjal tidak langsung menimbulkan rasa sakit. Gejala bisa datang perlahan, bahkan nyaris tak terasa, hingga akhirnya muncul nyeri hebat yang mengganggu aktivitas. Ketakutan terhadap tindakan operasi juga menjadi alasan utama mengapa banyak pasien menunda pengobatan.

Hal ini juga dialami oleh Rigen Rakelna. Komika yang dikenal dengan gaya bicaranya yang santai ini ternyata telah hidup dengan batu ginjal selama sekitar empat tahun. Ia mengaku sempat menunda tindakan medis karena membayangkan prosedur operasi yang harus “melubangi” tubuh dari bagian punggung—sebuah gambaran yang cukup membuatnya cemas.

 

Teknologi Lengan Fleksibel

Namun, perkembangan teknologi medis kini menghadirkan pendekatan yang jauh berbeda dari bayangan tersebut. Di tangan ahli urologi Ponco Birowo, Rigen akhirnya menjalani tindakan pengangkatan batu ginjal menggunakan robot canggih bernama Zamenix di Mandaya Royal Puri.

Zamenix bukan sekadar alat medis biasa. Robot ini dirancang dengan lengan fleksibel yang mampu menjangkau area ginjal secara presisi tanpa memerlukan sayatan. Dilengkapi kamera resolusi tinggi, teknologi ini dapat mendeteksi batu hingga ke bagian yang sulit dijangkau. Batu kemudian dihancurkan menggunakan laser Thulium menjadi fragmen sangat halus, sebelum akhirnya dikeluarkan dengan alat penjepit khusus.

Yang membuatnya semakin menarik, seluruh prosedur dilakukan melalui saluran kemih dengan bantuan endoskopi berdiameter hanya 2,8 mm. Artinya, tidak ada luka sayatan di tubuh pasien. Sebuah pendekatan minimal invasif yang secara signifikan mengurangi rasa nyeri dan mempercepat pemulihan.

Bagi Rigen, pengalaman ini menjadi titik balik. Setelah sempat diliputi rasa takut, ia justru menemukan bahwa prosedur yang dijalani terasa jauh lebih ringan dari yang dibayangkan. Bahkan, hanya satu hari setelah tindakan, ia sudah dapat kembali beraktivitas seperti biasa tanpa keluhan berarti.

 

Teknologi Medis yang Makin Aman dan Nyaman

Kisah ini menjadi refleksi penting bahwa sering kali yang kita takutkan bukanlah penyakitnya, melainkan bayangan tentang proses pengobatannya. Padahal, teknologi terus berkembang untuk membuat prosedur medis semakin aman dan nyaman.

Batu ginjal bukan hanya soal rasa sakit sesaat. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan infeksi, penyumbatan saluran kemih, hingga kerusakan ginjal permanen. Dalam jangka panjang, dampaknya bisa jauh lebih serius daripada prosedur pengobatannya sendiri.

Kini, dengan hadirnya teknologi robotik seperti Zamenix yang disebut sebagai satu-satunya di Asia Tenggara jadi harapan baru terbuka bagi para pasien. Pengobatan tidak lagi identik dengan rasa sakit atau pemulihan panjang.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading