Sukses

Health

Perlukah Menghindari Karbohidrat Sepenuhnya Saat Diet? Ketahui Faktanya agar Tidak Salah Langkah

Fimela.com, Jakarta - Banyak orang menganggap bahwa perlu menghindari karbohidrat sepenuhnya merupakan cara paling efektif untuk menurunkan berat badan. Tak heran, berbagai pola makan rendah karbohidrat hingga diet keto masih menjadi pilihan bagi sebagian orang yang ingin memperoleh berat badan ideal dalam waktu singkat.

Padahal, karbohidrat merupakan salah satu zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi utama. Otak, otot, hingga organ tubuh memanfaatkan glukosa yang berasal dari karbohidrat untuk menjalankan berbagai fungsi penting setiap hari. Menghilangkan karbohidrat secara total justru dapat menyebabkan tubuh kekurangan energi, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga memengaruhi performa saat beraktivitas.

Perlu dipahami bahwa tidak semua karbohidrat memiliki dampak yang sama terhadap kesehatan. Karbohidrat sederhana yang berasal dari minuman manis, kue, atau makanan tinggi gula memang sebaiknya dibatasi. Sebaliknya, karbohidrat kompleks yang terdapat pada nasi merah, oatmeal, kentang, ubi, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian tetap memberikan manfaat karena mengandung serat, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan tubuh.

Lantas, benarkah seseorang harus menghindari karbohidrat sepenuhnya saat menjalani program diet? Berikut penjelasan lengkapnya.

Diet rendah karbohidrat memang dapat membantu menurunkan berat badan pada tahap awal. Namun, penurunan tersebut sering kali dipengaruhi oleh berkurangnya cadangan glikogen dan cairan tubuh sehingga berat badan turun dengan cepat dalam beberapa minggu pertama.

Dalam jangka panjang, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan diet lebih dipengaruhi oleh keseimbangan kalori dan kemampuan mempertahankan pola makan sehat dibandingkan sekadar memangkas karbohidrat. Dengan kata lain, mengurangi karbohidrat bukan satu-satunya kunci keberhasilan menurunkan berat badan.

Selain itu, membatasi karbohidrat secara ekstrem berpotensi menyebabkan tubuh kekurangan serat, vitamin, dan mineral. Kondisi ini dapat memicu sembelit, sakit kepala, tubuh terasa lemas, hingga gangguan pencernaan apabila dilakukan dalam waktu lama.

Pilih Karbohidrat yang Tepat

Melansir laman Dr. Beck Forsland, karbohidrat merupakan sumber energi utama yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Karena itu, menghilangkan karbohidrat sepenuhnya saat diet justru berisiko membuat tubuh kekurangan energi. Dibandingkan menghindari semua jenis karbohidrat, lebih baik memilih karbohidrat kompleks yang kaya serat karena dicerna lebih lambat, membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta memberikan rasa kenyang lebih lama.

Sahabat Fimela dapat mengonsumsi sumber karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah, kentang, ubi, jagung, roti gandum utuh, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Selain menjadi sumber energi, makanan tersebut juga mengandung vitamin, mineral, dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Sebaliknya, batasi konsumsi karbohidrat olahan dan makanan tinggi gula tambahan, seperti roti putih, kue manis, biskuit, permen, serta minuman manis. Jenis makanan ini lebih cepat dicerna sehingga dapat memicu lonjakan gula darah dan membuat rasa lapar datang lebih cepat. Oleh karena itu, memilih jenis karbohidrat yang tepat lebih penting daripada menghindarinya sepenuhnya saat menjalani program diet.

Tips Mengonsumsi Karbohidrat Saat Diet

Program diet tetap dapat berjalan efektif tanpa harus menghilangkan karbohidrat dari menu harian. Yang terpenting adalah memilih jenis karbohidrat yang tepat serta mengonsumsinya dalam porsi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Sahabat Fimela dapat memilih karbohidrat kompleks yang kaya serat, seperti nasi merah, oatmeal, ubi, kentang, atau roti gandum utuh. Jenis karbohidrat ini dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama sekaligus menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi, padukan sumber karbohidrat dengan protein tanpa lemak, seperti ayam, ikan, telur, tahu, atau tempe, serta lemak sehat dari alpukat dan kacang-kacangan. Jangan lupa untuk memperhatikan porsi makan dan membatasi konsumsi makanan maupun minuman tinggi gula tambahan agar asupan kalori tetap terkontrol.

Selain menjaga pola makan, rutin berolahraga dan aktif bergerak juga berperan penting dalam mendukung penurunan berat badan. Pada akhirnya, pola makan yang seimbang akan lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang dibandingkan diet yang terlalu ketat. Tubuh tetap memerlukan karbohidrat sebagai sumber energi, sehingga yang perlu dilakukan bukan menghindarinya sepenuhnya, melainkan memilih jenis dan porsinya sesuai kebutuhan.

Penulis: GHAEIZA KAY RASUFFI

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading