Sukses

Health

Bukan Sekadar Berdetak, Ini Alasan Kesehatan Jantung Tak Boleh Diabaikan

Fimela.com, Jakarta - Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia. Melalui kampanye “Don’t Miss A Beat” menyoroti bahwa sejumlah tanda penyakit kardiovaskular dapat tidak disadari atau diabaikan hingga kondisi menjadi serius. Karena itu, masyarakat diajak untuk mengenali tanda, melindungi jantung, dan mengambil tindakan.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), penyakit kardiovaskular menjadi penyebab kematian utama secara global. Pada 2022, sekitar 19,8 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular, dengan 85 persen kematian tersebut disebabkan oleh serangan jantung dan stroke. Masalahnya, penyakit jantung tidak selalu menunjukkan gejala yang jelas.

Pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti berhenti menggunakan tembakau, mengurangi konsumsi garam, memperbanyak buah dan sayuran, rutin melakukan aktivitas fisik, serta mengendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Sejalan dengan pesan tersebut, YJI dan PERKI melalui kampanye “Don’t Miss A Beat” mengajak masyarakat Indonesia tidak menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan jantung, tetapi membangun kebiasaan sehat dan melakukan deteksi dini secara berkala.

Skrining PJR Jadi Bagian Kampanye Nasional

Salah satu kegiatan utama dalam rangkaian kampanye Hari Jantung Sedunia 2026 adalah skrining Penyakit Jantung Rematik (PJR). Program ini menjadi bentuk komitmen Yayasan Jantung Indonesia (YJI) untuk mendorong deteksi dini penyakit jantung, terutama pada anak dan remaja.

“Program screening PJR telah dan akan dilaksanakan di empat lokasi, yakni Malang, Tulang Bawang di Lampung, Bekasi, dan Minahasa Utara. Melalui kegiatan tersebut, YJI berupaya menemukan potensi penyakit sejak dini sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat," jelas Ketua Umum YJI, Annisa Pohan Yudhoyono.

Selain screening, kampanye nasional ini mengedepankan pendekatan 3E, yaitu Educate, Engage, dan Activate. Edukasi dilakukan dengan menyampaikan informasi kesehatan yang kredibel dan mudah dipahami. Masyarakat kemudian diajak terlibat melalui komunitas, figur publik, dan media, sebelum didorong untuk mengambil tindakan nyata.

Upaya menjaga kesehatan jantung juga dapat dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari, seperti beraktivitas fisik secara teratur, menjaga pola makan, mengendalikan tekanan darah, kolesterol dan gula darah, mempertahankan berat badan ideal, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, YJI berharap kampanye “Don’t Miss A Beat” dapat menjadi gerakan berkelanjutan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan jantung.

Mengajak Masyarakat untuk Bergerak

Pesan “Don’t Miss A Beat” juga diwujudkan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Salah satunya adalah Fashion Nation 20th Edition yang akan berlangsung pada 25 September 2026 di Senayan City. Charity fashion show tersebut menghadirkan sejumlah desainer, dokter spesialis jantung, dan figur publik sebagai muse. Sebagian hasil penjualan akan didonasikan untuk anak-anak dengan penyakit jantung bawaan dari keluarga pra-sejahtera.

Puncak rangkaian kegiatan akan berlangsung melalui World Heart Day Run 2026 pada 27 September 2026 di Gelora Bung Karno, Jakarta. Kegiatan tersebut mencakup 5K Fun Run, Senam Jantung Sehat, serta pengumuman pemenang Body Transformation Competition.

Kampanye tahun ini juga memberikan perhatian pada Atrial Fibrillation (AF) melalui gerakan Menari atau Meraba Nadi Sendiri. Masyarakat diajak mengenali denyut nadi dan segera mencari pertolongan medis apabila menemukan irama yang tidak teratur, terutama jika disertai berdebar, lemas, atau sesak.

Selain itu, peserta akan mendapatkan edukasi Basic Life Support (BLS), termasuk mengenali henti jantung, melakukan resusitasi jantung paru (RJP/CPR), serta menggunakan AED.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ajakan agar masyarakat tidak hanya memahami pentingnya kesehatan jantung, tetapi juga mulai mengambil langkah nyata melalui aktivitas fisik, pemeriksaan rutin, dan deteksi dini.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading