Fimela.com, Jakarta - Ada kalanya tubuh sudah berhenti beraktivitas, tetapi pikiran justru belum ikut beristirahat. Pekerjaan yang belum selesai, percakapan yang terus teringat, kekhawatiran tentang masa depan, hingga berbagai tuntutan sehari-hari bisa membuat kepala terasa penuh bahkan ketika kita sedang tidak melakukan apa-apa.
Kondisi seperti ini membuat kesehatan mental semakin penting untuk diperhatikan. Bukan hanya ketika seseorang sudah merasa kewalahan, tetapi juga melalui kebiasaan sederhana yang memberi ruang untuk berhenti sejenak dan mengenali apa yang sedang terjadi di dalam diri.
Salah satu cara yang semakin banyak dipelajari adalah meditasi. Praktik ini tidak selalu berarti duduk diam dalam waktu lama atau berusaha membuat pikiran benar-benar kosong. Dalam pendekatan mindfulness, seseorang justru dilatih untuk memberikan perhatian pada pengalaman yang sedang berlangsung, seperti napas, sensasi tubuh, pikiran, maupun emosi, tanpa langsung menghakiminya.
Advertisement
Meditasi dapat menjadi salah satu bentuk self-care yang relatif sederhana. Beberapa menit untuk duduk tenang, memperhatikan napas, kemudian menyadari pikiran yang muncul dapat menjadi kesempatan untuk mengambil jarak dari berbagai hal yang sedang memenuhi kepala.
Yang perlu dipahami, tujuan meditasi bukan membuat seseorang tidak lagi memiliki pikiran negatif. Pikiran tetap bisa muncul. Bedanya, seseorang dilatih untuk menyadari kemunculan pikiran tersebut tanpa harus selalu terbawa olehnya.
Pendekatan seperti ini menjadi relevan di tengah kehidupan yang semakin dipenuhi distraksi. Notifikasi, pekerjaan, media sosial, hingga informasi yang datang tanpa henti membuat otak jarang benar-benar mendapatkan jeda.
Advertisement
Apa Kata Penelitian tentang Meditasi?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477979/original/025473700_1687483524-pexels-alina-vilchenko-11435262.jpg)
Manfaat meditasi untuk kesehatan mental juga telah menjadi subjek berbagai penelitian internasional. Salah satu tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan pada 2026 menganalisis 43 studi terkait gejala depresi dan 37 studi terkait kecemasan pada orang dewasa. Hasilnya menunjukkan bahwa intervensi mindfulness tertentu secara signifikan membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan, meski para peneliti juga menekankan bahwa kualitas studi yang tersedia masih perlu diperhatikan.
Penelitian lain yang diterbitkan dalam Healthcare pada 2026 meninjau 30 studi dengan lebih dari 24.000 peserta. Secara keseluruhan, mindfulness-based interventions menunjukkan perbaikan moderat pada kondisi psikologis, dengan efek yang terlihat pada kecemasan dan depresi. Program yang berlangsung sekitar 8–12 minggu juga menunjukkan hasil yang cukup konsisten dalam studi yang dianalisis.
Temuan tersebut sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Meta-analisis yang diterbitkan JAMA Internal Medicine sebelumnya meninjau 47 uji klinis dengan 3.515 peserta dan menemukan bukti bahwa program mindfulness meditation dapat memberikan perbaikan kecil hingga moderat pada kecemasan dan depresi. Efek tersebut juga masih terlihat dalam evaluasi lanjutan tiga hingga enam bulan setelah intervensi.
Menariknya, meditasi juga tidak selalu harus dilakukan secara langsung bersama instruktur. Meta-analisis terhadap 45 uji acak mengenai aplikasi mindfulness menemukan efek kecil tetapi signifikan terhadap gejala depresi dan kecemasan dibandingkan kelompok kontrol. Namun, penelitian tersebut menekankan perlunya studi berkualitas lebih tinggi dengan pemantauan jangka panjang.
Artinya, meditasi berpotensi menjadi salah satu kebiasaan pendamping untuk menjaga kesehatan mental. Namun, manfaatnya tidak berarti meditasi dapat menggantikan psikoterapi, konsultasi dengan psikolog, ataupun pengobatan ketika seseorang memang membutuhkannya.
Dari Ngelerem Ati hingga Meditasi Modern
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380669/original/017420600_1792730320-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_13.28.54.jpeg)
Pemahaman bahwa seseorang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Dalam budaya Jawa, misalnya, terdapat gagasan ngelerem ati atau menenangkan hati dan ngoreksi batin. Konsep tersebut menjadi salah satu pendekatan yang diangkat dalam kegiatan Tata Hati Indonesia – Yogyakarta 2026, yang digelar Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bertepatan dengan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.
Acara yang berlangsung di Gedung Grha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada pada 10 Oktober 2026 tersebut mempertemukan sesi diskusi dan meditasi. Sebanyak 5.204 peserta terdaftar, dengan 3.105 orang hadir secara langsung dan 2.099 peserta mengikuti secara daring dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.
Dalam sesi meditasi SOUL (Spirit of Universal Life) Reflection, peserta diajak untuk mengenali perasaan dan luka batin yang selama ini dipendam, kemudian melepaskannya dan mengisi kembali batin dengan afirmasi positif. Pendekatan ini juga dirancang agar dapat diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang agama.
Bagi YCCK, praktik tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang refleksi yang dapat membantu seseorang menenangkan hati dan melihat kembali kondisi batinnya.
Tidak Harus Lama, yang Penting Konsisten
Bagi yang baru ingin mencoba meditasi, tidak perlu langsung menetapkan target yang terlalu besar. Beberapa menit dalam sehari bisa menjadi awal. Pilih tempat yang relatif tenang, duduk dalam posisi yang nyaman, kemudian arahkan perhatian pada napas. Ketika pikiran mulai ke mana-mana, tidak perlu merasa gagal. Cukup sadari bahwa perhatian telah teralihkan, lalu perlahan kembalikan fokus pada napas.
Cara lain adalah melakukan body scan, yaitu mengarahkan perhatian secara perlahan pada berbagai bagian tubuh dan memperhatikan sensasi yang muncul. Ada pula meditasi berbasis rasa syukur atau loving-kindness meditation yang mengarahkan perhatian pada perasaan positif terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Tidak ada satu metode yang otomatis cocok untuk semua orang. Karena itu, menemukan bentuk meditasi yang terasa nyaman justru menjadi bagian dari proses mengenali kebutuhan diri.
Advertisement
Ketika Merawat Mental Menjadi Bagian dari Rutinitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3294289/original/092617500_1605155518-pexels-cliff-booth-4057333.jpg)
Ada satu hal yang sering disalahpahami tentang meditasi: seseorang dianggap berhasil bermeditasi apabila pikirannya kosong dan perasaannya menjadi tenang. Padahal, meditasi justru dapat menjadi momen ketika berbagai pikiran dan emosi yang selama ini terabaikan mulai terasa lebih jelas.
Mungkin muncul rasa sedih, cemas, marah, atau bahkan bosan. Hal tersebut tidak selalu berarti praktik meditasi tidak berhasil. Kesadaran terhadap apa yang sedang dirasakan dapat menjadi bagian dari proses refleksi.
Namun, jika praktik meditasi justru membuat seseorang merasa semakin tertekan, tidak nyaman, atau memunculkan pengalaman psikologis yang mengganggu, sebaiknya praktik tersebut dihentikan dan dibicarakan dengan tenaga profesional.
Menjaga kesehatan mental pada akhirnya tidak harus selalu dimulai dari perubahan besar. Tidur yang cukup, bergerak secara teratur, memiliki hubungan sosial yang sehat, memberi batas pada pekerjaan, hingga menyediakan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan juga menjadi bagian dari kesejahteraan psikologis.
Meditasi dapat menjadi salah satu bagian kecil dari rutinitas tersebut. Bukan untuk menghilangkan seluruh masalah, melainkan memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk berhenti sejenak dan menyadari apa yang sedang dirasakan.
Sebab, menjaga kesehatan mental bukan tentang membuat hidup selalu bebas dari stres. Lebih dari itu, ia adalah tentang memiliki ruang untuk mengenali diri, memahami emosi, dan mengetahui kapan kita membutuhkan bantuan.
Dan mungkin, beberapa menit dalam keheningan setiap hari bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk mulai mendengarkan diri sendiri.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193443/original/037619500_1745224334-Meditasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320075/original/075496600_1786333926-WhatsApp_Image_2026-08-10_at_10.40.57.jpeg)
![Suhu air yang ideal untuk pagi hari adalah sekitar 40-60 derajat Celcius agar tidak melukai kerongkongan namun tetap efektif membakar kalori. [Dok/Pexels.com/kaboompics].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/Arbh0wAIUMVs3zgbCeWpZgpL0Fg=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560532/original/034715400_1776672307-pexels-karola-g-6633296.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378853/original/087754100_1792565919-pexels-stitch-20033330.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379147/original/012288700_1792576146-cheerful-sportswoman-with-bottle-towel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534397/original/017852100_1773821604-pexels-ella-olsson-572949-1640771.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564262/original/049314900_1776931762-flat-lay-hands-holding-notebook-cash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379363/original/097715300_1792594745-people-meeting-barter-event-exchange-goods.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4847216/original/065253100_1717033085-pexels-liza-summer-6347538.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501289/original/065172500_1770892932-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441751/original/077518700_1765516997-medium-shot-woman-girl-playing-memory-game.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380324/original/020220000_1792669994-IMG-20261022-WA0055.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2761108/original/084159200_1553574663-beti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380403/original/066782700_1792681480-IMG_20261022_211542_060.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380328/original/059803100_1792670168-IMG-20261022-WA0054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380369/original/022896200_1792675651-WhatsApp_Image_2026-10-22_at_20.09.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380436/original/042373600_1792687580-1_-_Kolaborasi_HUAWEI_x_Marbles.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380303/original/007322400_1792666923-Screenshot_2026-10-22_175042.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371502/original/032411900_1791792534-image_-_2026-09-29T093855.023.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303089/original/077504900_1784618199-01111184250-a1.jpg)