Sukses

Info

Fakta Weton Tulang Wangi yang Dikaitkan dengan Malam 1 Suro Menurut Primbon Jawa

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, dalam kepercayaan Jawa, Weton Tulang Wangi dikenal sebagai kelompok weton yang diyakini memiliki keistimewaan spiritual mendalam. Keyakinan ini juga melekat dengan pantangan khusus, salah satunya larangan keluar rumah pada Malam 1 Suro. Weton sendiri dipahami sebagai perpaduan antara hari kelahiran dan pasaran Jawa—Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Rujukan mengenai kelompok weton dengan energi spiritual lebih kuat termaktub dalam Kitab Primbon Serbaguna karya R Gunasasmita. Di sana, sejumlah weton dipercaya memiliki daya tarik khusus bagi makhluk gaib karena tubuhnya dianggap wangi secara spiritual. Kelompok ini populer disebut Weton Tulang Wangi atau balung kuning.

Berikut penjelasan mengenai makna dan ciri yang diyakini, daftar 11 kombinasi weton Tulang Wangi beserta kepribadiannya, serta alasan mengapa pantangan Malam 1 Suro kerap disematkan pada kelompok ini.

Mengenal Weton Tulang Wangi: Makna dan Ciri yang Diyakini

Dalam tradisi Jawa, Weton Tulang Wangi merujuk pada individu yang lahir pada kombinasi hari dan pasaran tertentu yang diyakini berenergi spiritual kuat. Perpaduan hari dan pasaran tersebut membentuk karakter dan kecenderungan tertentu, termasuk daya tarik yang dinilai kuat dalam ranah nonfisik.

Salah satu ciri utama yang sering disebut adalah kepekaan batin yang tinggi terhadap hal-hal spiritual dan dunia tak kasat mata. Pemiliknya diyakini mampu merasakan atau melihat fenomena yang tidak terjangkau indra manusia biasa, serta memiliki aura yang menarik perhatian, baik bagi manusia maupun makhluk gaib.

Selain itu, individu dengan weton ini kerap digambarkan memiliki karakter kuat dan positif. Mereka disebut berjiwa pemimpin, berwibawa, memiliki daya kreatif yang kuat, beragam bakat, intuisi tajam, keberanian, dan karisma, serta mudah bergaul dalam pergaulan sehari-hari.

Keberuntungan juga kerap dikaitkan dengan pemilik Weton Tulang Wangi. Keyakinan yang berkembang menyebut adanya kelancaran rezeki, kemudahan mendapatkan pekerjaan, hingga bentuk perlindungan dari bahaya dalam berbagai aspek kehidupan.

Di sisi lain, mereka disebut kerap mengalami mimpi yang dianggap bermakna, misalnya mimpi yang berkaitan dengan leluhur, tempat keramat, atau simbol-simbol tertentu. Mimpi-mimpi tersebut dipandang memiliki pesan yang patut dicermati.

Daftar 11 Weton Tulang Wangi Beserta Kepribadiannya

Menurut Primbon Jawa, ada sebelas kombinasi hari dan pasaran yang secara tradisional digolongkan sebagai Weton Tulang Wangi. Daftar ini kerap menjadi rujukan untuk mengenali individu yang diyakini memiliki keistimewaan spiritual tersebut.

Setiap kombinasi disertai angka neptu, yang dalam primbon digunakan sebagai penanda nilai hari dan pasaran. Di bawah ini adalah daftar kombinasi beserta karakter kepribadiannya sebagaimana dipercaya dalam tradisi.

Berikut daftar lengkapnya:

  • Senin Kliwon (Neptu 12): menghargai, rela berkorban untuk orang-orang terdekat, penyayang, dan lembut.
  • Senin Wage (Neptu 8): tenang, cenderung menghindari konflik, dan sangat hati-hati dalam bertindak.
  • Senin Pahing (Neptu 13): tenang saat menghadapi tantangan, tidak mudah terpengaruh, dan berani menyampaikan pendapat.
  • Selasa Legi (Neptu 8): suka membantu dan melindungi orang lain, bermental baja, dan mandiri.
  • Rabu Kliwon (Neptu 15): mudah peka terhadap orang lain, berhati-hati dalam mengambil keputusan, dan tenang.
  • Rabu Pahing (Neptu 16): sering dikaitkan memiliki potensi besar dalam rezeki dan keberuntungan; cerdas, unggul, meski cenderung sedikit keras kepala.
  • Kamis Wage (Neptu 12): teguh pada pendirian, berwawasan luas, meski kadang mudah dipengaruhi.
  • Sabtu Wage (Neptu 13): fokus pada tujuan dan pekerja keras, meskipun cenderung emosional saat menghadapi tantangan.
  • Sabtu Legi (Neptu 14): mudah bergaul dan ramah; meski cenderung boros, diyakini akan hidup dengan kesejahteraan.
  • Minggu Pon (Neptu 12): mudah berempati, peduli, pandai membaca karakter, meski kebaikannya rawan dimanfaatkan orang dengan tujuan tidak baik.
  • Minggu Kliwon (Neptu 13): peka, tenang, dan berprinsip.

Mengapa Pantangan Malam 1 Suro Kerap Disematkan

Malam 1 Suro menandai pergantian Tahun Baru Jawa dan bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Dalam tradisi Jawa, malam ini dipandang sebagai waktu paling sakral dalam setahun, ketika berbagai kekuatan spiritual diyakini sangat aktif dan pintu alam gaib terbuka lebar.

Pada momen ini, pemilik Weton Tulang Wangi kerap dikaitkan dengan pantangan untuk tidak keluar rumah. Keyakinan tersebut bersumber dari kepekaan spiritual dan aura kuat yang dimiliki sehingga mereka dinilai lebih rentan terhadap gangguan makhluk halus yang diyakini lebih aktif pada malam tersebut.

Energi kuat yang terpancar dari individu dengan Weton Tulang Wangi disebut dapat menarik perhatian dari dunia tak kasat mata. Karena itu, menurut primbon Jawa, mereka dianjurkan berdiam diri, melakukan introspeksi, dan berdoa sebagai bentuk refleksi diri.

Ketaatan terhadap pantangan ini juga dipandang sebagai wujud menghormati nilai-nilai budaya, sekaligus upaya mencegah hal-hal buruk yang dikhawatirkan dapat terjadi pada malam yang sangat sakral tersebut.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading