Sukses

Info

Waspada di Rumah: 12 Tanaman Beracun untuk Kucing dan Gejalanya

Fimela.com, Jakarta - Kebiasaan kucing menggigit atau mengunyah daun di sekitarnya bisa berujung masalah serius bila tanaman yang ada di rumah termasuk beracun. Tanaman yang beracun untuk kucing dapat memicu keluhan ringan seperti muntah dan diare, hingga kondisi berat seperti gagal ginjal dan kematian.

Yang kerap luput, banyak tanaman hias favorit justru masuk kategori ini. Respons tubuh manusia dan kucing terhadap senyawa tanaman juga berbeda, sehingga tanaman yang aman atau bahkan bermanfaat bagi manusia belum tentu aman untuk kucing. Mengetahui daftar tanamannya menjadi langkah pencegahan penting sebelum membeli atau menata tanaman di rumah.

Beberapa di antaranya tergolong sangat berbahaya. Bunga lili, misalnya, dapat menyebabkan gagal ginjal dalam 24 hingga 72 jam. Pakis haji juga dikenal sangat toksik dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Berikut daftar 12 tanaman beracun untuk kucing beserta gejala yang bisa muncul.

Bunga dan Tanaman Berbunga yang Berbahaya di Rumah

Bunga lili. Tanaman ini menempati posisi teratas dalam daftar tanaman paling berbahaya bagi kucing. Seluruh bagiannya beracun, termasuk batang, daun, serbuk sari, bunga, bahkan air di dalam vas. Kucing yang memakan bagian sekecil apa pun dapat mengalami gagal ginjal dalam waktu 24 hingga 72 jam. Penanganan medis yang cepat menjadi kunci mencegah kondisi fatal.

Oleander (bunga mentega). Seluruh bagian oleander mengandung glikosida jantung. Senyawa ini dapat mengganggu fungsi jantung, menimbulkan iritasi saluran pencernaan, hingga hipotermia. Pada kasus parah, konsumsi oleander dapat berujung pada kematian. Tanaman ini kerap tumbuh di halaman, sehingga kucing yang kerap beraktivitas di luar rumah perlu diawasi.

Tulip. Semua bagian tulip mengandung alkaloid dan glikosida, dengan umbi sebagai bagian paling beracun. Gejala pada kucing meliputi muntah, diare, air liur berlebih, dan depresi. Pada kondisi yang lebih berat, racunnya dapat memicu kejang serta kelainan irama jantung.

Begonia. Digemari karena bunganya yang semarak, begonia menyimpan kristal oksalat yang dapat mengiritasi mulut dan tenggorokan kucing. Tanda-tanda yang muncul antara lain air liur berlebih, muntah, dan kesulitan menelan. Umbi atau akar adalah bagian paling berbahaya, meski seluruh bagian tanaman tetap perlu dihindari.

Lavender. Aromanya menenangkan bagi manusia, namun berbahaya untuk kucing. Kandungan linalool dan linalyl acetate bersifat toksik. Jika kucing memakan tanaman ini atau terpapar minyak esensial lavender, gejalanya bisa berupa mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Produk berbahan lavender sebaiknya disimpan jauh dari jangkauan kucing.

Daun Hias Populer yang Tidak Aman untuk Kucing

Monstera deliciosa (ceriman). Salah satu tanaman hias paling populer beberapa tahun terakhir ini mengandung kalsium oksalat tidak larut. Jika digigit, kucing dapat mengalami pembengkakan pada mulut dan gusi, air liur berlebih, serta muntah parah yang berpotensi menyebabkan dehidrasi.

Sirih gading. Tanaman yang mudah dirawat ini mengandung kristal kalsium oksalat. Saat kucing mengunyah daunnya, kristal dapat menimbulkan sensasi terbakar di mulut, pembengkakan, dan hipersalivasi. Gejala lanjutan dapat berupa muntah dan diare yang memerlukan pemeriksaan dokter hewan.

English ivy (daun ivy). Sering ditanam sebagai tanaman gantung, sulurnya yang menjuntai kerap menarik perhatian kucing untuk bermain atau menggigitnya. Jika termakan, dapat menyebabkan muntah, diare, dan nyeri perut. Bagian daun merupakan yang paling beracun.

Dieffenbachia (daun bahagia). Tanaman berdaun lebar ini mengandung kristal oksalat dan enzim protease yang beracun untuk kucing maupun manusia. Bila dimakan kucing, dapat memicu iritasi parah pada mulut, pembengkakan lidah, bahkan kesulitan bernapas.

Lidah mertua. Dikenal sebagai pembersih udara dan tahan banting, namun beracun jika termakan kucing. Racunnya memicu mual, muntah, dan diare. Konsumsi dalam jumlah banyak dapat memburuk dan membutuhkan penanganan medis.

Lidah buaya. Meski bermanfaat untuk kulit manusia, gel dan lateks lidah buaya dapat menyebabkan muntah, diare, serta penurunan energi pada kucing. Efeknya jarang berakibat fatal, tetapi dapat menimbulkan dehidrasi jika tidak segera ditangani.

Saat Terpapar Tanaman Beracun: Gejala, Pertolongan, dan Alternatif Aman

Pakis haji (sago palm). Termasuk kelompok paling beracun untuk kucing. Semua bagian tanaman mengandung racun, dengan biji sebagai bagian yang paling berbahaya. Gejalanya bisa sangat serius: muntah, diare berdarah, kerusakan hati, hingga kematian. Kucing yang terpapar membutuhkan pertolongan dokter hewan sesegera mungkin.

Gejala keracunan yang perlu diwaspadai. Tanda umum meliputi muntah, diare, air liur berlebih, lemas, kehilangan nafsu makan, dan perubahan perilaku. Pada kasus berat, kucing bisa mengalami kejang atau kesulitan bernapas.

Apa yang harus dilakukan. Jika kucing memakan tanaman beracun, segera bawa ke dokter hewan atau klinik hewan terdekat. Jangan menunggu gejala memburuk. Jika memungkinkan, bawa sampel tanaman yang dimakan untuk membantu dokter menentukan penanganan yang tepat.

Minyak esensial juga bisa berbahaya. Produk berbahan minyak esensial seperti lavender, eucalyptus, dan tea tree bersifat racun bagi kucing, baik melalui konsumsi langsung maupun paparan pada kulit. Simpan seluruh produk minyak esensial jauh dari jangkauan kucing.

Pilihan tanaman aman. Beberapa tanaman hias yang aman untuk kucing antara lain bunga matahari, marigold, anggrek, spider plant, dan bambu hias. Sebelum membeli tanaman baru, periksa terlebih dahulu daftar tanaman aman dan beracun yang diterbitkan oleh American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA).

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading