Sukses

Lifestyle

KPAI: Di Tahun 2018 Korban Kekerasan Seksual Murid Laki-laki Lebih Meningkat

Fimela.com, Jakarta Bukan hanya kekerasan fisik dan cyberbullying saja meningkat, kekerasan seksual di dunia pendidikan sepanjang tahun 2018 juga ikut meningkat.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sejumlah pelanggaran hak-hak anak di bidang pendidikan sepanjang tahun 2018, dimana pelanggaran hak anak didominasi oleh kekerasan yang terjadi dilingkungan pendidikan (baca:sekolah) salah satunya kekerasan seksual. Korban kekerasan seksual tahun 2018 didominasi oleh anak laki-laki.

Tiga bulan pertama di tahun 2018, publik dikejutkan dengan berbagai kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di sekolah dan dilakukan terbanyak oleh oknum pendidik di SD dan SMP.

Korban tidak hanya murid perempuan tetapi juga murid laki-laki, bahkan trend di 2018 justru murid laki-laki lebih rentan menjadi korban dibandingkan murid perempuan. Dari total korban 177 orang, terdiri dari 135 korban adalah anak laki-laki dan sebanyak 42 korban adalah anak perempuan.

2 dari 2 halaman

Beberapa Kasus Kekerasan Seksual yang Menonjol di Media dan Dipantau KPAI

Januari, Prov.DKI Jakarta, korban 16 siswa SMP, pelaku Guru olahraga, ia mengajak korban ke rumah pelaku untuk membantu mengkoreksi ulangan dan memasukan nilai ke dalam daftar nilai. 

Januari, Kab. Tangerang (Banten), korban 41 siswa SMP, pelaku Guru olahraga, Pelaku memberikan korban kesaktian (tidak mempan senjata tajam) dan ilmu pellet terhadap lawan jenis.

 Februari, Kota Surabaya (Jawa Timur) korban 65 siswa SD, pelaku Guru/ walikelas Menggunakan pendekatan bujuk rayu terhadap korban.

Februari, Kab. Jombang, (Jawa Timur) korban 25 siswa SMP, pelaku Guru Bahasa Indonesia yang menggunakan modus ruqyah, mengusir jin dari tubuh korban.

Maret, Kab. Bandung (Jawa Barat)11 santriwati usia 15-17 tahun, pelaku Guru yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap 11 santriwati dengan modus korban diminta membersihkan rumah pondok guru/pengasuh.

Mei, Kota Depok (Jawa Barat) 12 siswa SD, pelaku Guru Bahasa Inggris, yang mengirim video porno ke HP beberapa muridnya. Setelah dikirimi, maka siswa yang memberikan respon positif selanjutnya didekati dan dibujuk untuk melakukan hubungan seksual. 

 Itu dia beberapa kasus yang terjadi di lingkungan sekolah

Loading