Sukses

Lifestyle

Meski Hati Tak Lagi Menyatu, Jangan Biarkan Diri Tenggelam Dalam Pilu

Fimela.com, Jakarta Patah hati dan putus cinta merupakan momen yang sangat menyakitkan. Karena patah hati dan putus cinta, seseorang bisa berlarut-larut dalam kesedihan. Seseorang bahkan bisa menenggalamkan diri dalam kepiluan yang panjang.

Untukmu yang pernah patah hati dan putus cinta, ketahui bahwa semua orang juga pernah merasakannya. Jangan pernah menganggap dirimu yang paling terluka. Jangan pernah menganggap dirimu yang paling tersiksa. Jangan pula menganggap dirimu dipenuhi rasa kecewa.

Terluka dan Kecewa Sewajarnya Saja

Saat patah hati pun putus cinta, kecewa dan terluka boleh. Namun ingat, terluka dan kecewalah sewajarnya saja. Cinta merupakan perkara yang tak bisa ditebak apakah ia akan mendatangkan bahagia selamanya untuk kita atau justru menghadirkan luka yang tak mudah buat dilupa.

Sejumlah penelitian menyebutkan jika patah hati bisa membuat hati terasa sangat sedih. Patah hati bahkan sakitnya bisa mempengaruhi fisik. Ketika patah hati atau putus cinta, otak merespon sakit ini dengan jelas seperti ketika fisik tersakiti. Sakit hati akan membuat fisik secara keseluruhan merasa sakit. Jadi, saat sakit hati atau putus cinta jangan pernah berlarut-larut dalam kesakitan tersebut. Semakin larut kita dalam patah hati dan kepiluan, makin sakit fisik kita secara keseluruhan.

Tenggelam Dalam Pilu Menyakiti Dirimu Sendiri

Penelitian yang dipublikasikan di The New York Post menyebutkan jika patah hati bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Tenggelam terlalu dalam pada kepiluan akan mempengaruhi kesehatan fisik. Akibat dari patah hati yang terlalu dalam, kita lebih berisiko mengalami rambut rontok, stres, depresi, penurunan berat badan dan jerawat parah.

Daniel K. Hll - Flavin, MD seorang konsultan kesehatan di Myonclinic.org mengungkapkan jika patah hati terlalu berlebihan bisa mempengaruhi hormon tertentu dalam tubuh. Hormon inilah yang kemudian berpengaruh buruk terhadap kesehatan serta kecantikan kulit. Penelitian lain yang dipublikasikan di Journal of Neurophysiology menyebutkan jika patah hati dan tertekan karena cinta akan menyakiti diri sendiri saat tidak dikelola dengan baik.

Patah Hati Bisa Membunuhmu

Patah hati yang terlalu berlebihan bisa berisiko membunuhmu Sahabat Fimela. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Positive Psychology menyebutkan jika patah hati meningkatkan risiko serangan jantung sebanyak 21 kali dalam 24 jam pertama. Dibandingkan dengan orang yang bisa tetap santai saat patah hati, mereka yang terlalu terpuruk dan pilu karena patah hati memiliki risiko serangan jantung 8 kali lebih banyak setiap minggunya.

Guy Winch seorang psikolog di laman Psychology Today juga mengatakan jika patah hati terlalu dalam akan membuat kemampuan otak melemah. Patah hati, terluka dan kecewa karena cinta bisa mempengaruhi kinerja otak. Ini bisa membuatmu sulit fokus dan berpikir.

Well Sahabat Fimela, terluka dan kecewa karena putus cinta itu hal biasa. Jangan terlalu lebay dalam menghadapinya. Bawa santai setiap hubungan yang ada agar rasa sakitnya tak berlebihan. Meski hati tak lagi menyatu dengan yang tercinta, jangan pernah tenggelam dalam kepiluan terlalu lama. Percayalah, Tuhan telah menyiapkan seseorang yang akan membuatmu lebih bahagia ke depannya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Pertanyaan Kapan Nikah Terus-Menerus Bisa Meningkatkan Depresi
Artikel Selanjutnya
Move On, Ini 5 Tanda Mantan Tak Akan Mengajakmu Balikan