Sukses

Lifestyle

HUT ke-74 RI, Kisah Cut Nyak Dhien Memotivasi Perempuan untuk Kuat

Fimela.com, Jakarta HUT RI merefleksikan banyak hal, salah satunya kisah para pahlawan nasional perempuan yang berjuang memerdekakan tanah air. Dari ujung barat Indonesia nama Cut Nyak Dhien digaungkan dan diagungkan sebagai pahlawan nasional perempuan yang kuat dan penuh tekad.

Mengenang dan mengenal sosok Cut Nyak Dhien auto-memotivasi kita para perempuan generasi sekarang untuk mengamalkan nilai-nilai yang dimilikinya. Cut Nyak Dhien memperlihatkan sosoknya yang kuat saat ditinggalkan kedua suaminya yang gugur di medan perang.

Cut Nyak Dhien menikah dua kali, suami pertamanya Ibrahim Lamnga tewas saat bertempur melawan Belanda. Bukannya meratapi nasib, perempuan yang lahir di Lampadang, Kesultanan Aceh tahun 1848 ini justru semakin menyelam makin dalam melawan kolonialisme Belanda.

Bahkan pernikahan kedua dengan Teuku Umar pun dipilih sebagai akses kembali ke medan perang. Ya, Cut Nyak Dhien bersedia menerima pinangan Teuku Umar dengan syarat ikut berperang bersama sang suami.

 

Duo Sejoli yang Ditakuti

Sepak terjang duo sejoli Cut Nyak Dhien-Teuku Umar pun menggetarkan Belanda. Cut Nyak Dhien pun harus merasakan kembali kehilangan suaminya Teuku Umar yang gugur pada tahun 1899.

Dua kali ditinggal suami untuk selama-lamanya, Cut Nyak Dhien justru dikisahkan semakin sengit memerangi Belanda meski berjuang sendiri bersama pasukan kecilnya. Namun faktor usia menghambat ruang geraknya, seperti encok dan rabun.

Tak tega dengan kondisi Cut Nyak Dhien, pasukannya pun melaporkan keberadaannya pada Belanda. Ia ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh untuk diberikan perawatan.

Saat perlahan mulai pulih, ia dianggap masih memiliki pengaruh kuat terhadap perlawanan rakyat Aceh. Sebab ia masih terkoneksi dengan para pejuang Aceh yang masih belum tertangkap.

Belanda pun mengasikan Cut Nyak Dhien ke Sumedang hingga tutup usia pada 6 November 1908. Ia pun diberi gelar sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Soekarno lewat SK Presiden RI No. 106 Tahun 1964 melansir dari wikipedia.

#GrowFearless with FIMELA 

Loading