Sukses

Lifestyle

Meniti Karier dari Rumah setelah Resign, Tak Perlu Menuruti Gengsi

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Mawani Gultom

Bagi beberapa orang mungkin hal yang mudah untuk memulai kembali. Tapi tidak denganku. Meninggalkan tempat yang di dalamnya telah aku semai harapan akan masa depan adalah hal tersulit untukku. Namun, September lalu aku melakukan hal itu. Aku resign di tengah masa sulit seperti sekarang ini. Sama sekali belum memiliki rencana. Sama sekali buta, enggak tahu hendak melangkah kemana.  

Aku mencoba melamar ke beberapa sekolah dengan mengantongi harapan akan ada pintu yang terbuka. Dan sejauh ini aku belum mendapatkan panggilan kerja. Ini memang masalah, namun bukan untuk dipermasalahkan. Ada banyak hal yang Tuhan titipkan atas segala peristiwa yang kita alami dalam hidup ini. Mungkin tanpa pekerjaan kita bisa belajar lebih bersyukur atas apa yang kita punya, atau barangkali Tuhan memberikan waktu untuk kita rehat sejenak. Jangan berlama-lama karena hidup masih terus berlanjut.

Aku bersyukur memiliki keluarga yang selalu mendampingiku. Inilah kekuatanku. Di usia 27 tahun rasanya tidak kuat menahan pedihnya hidup tanpa penghasilan apa–apa. Tak kuat jika harus menjadi beban orang tua lagi. Beruntung keluarga ada di sini, mendukungku untuk mulai bangkit lagi. Terutama ibu.

Aku mulai mencari kegiatan yang bisa memberikan penghasilan sembari menunggu panggilan kerja. Aku mulai mencari peluang yang sesuai dengan minat pastinya. Dan aku membuka les sore di rumah untuk adik–adik yang ada di sekitar rumah. Berada di dekat anak–anak mengingatkanku akan panggilan sebagai seorang guru. Setidaknya keberadaanku saat ini bisa menolong mereka agar kualitas belajar mereka lebih baik karena ada yang mendampingi.

Melakukan Apa pun yang Bisa Dilakukan

Aku juga bergabung menjadi reseller buku. Awalnya aku sih ragu. Tetapi aku mengesampingkan hal itu karena gengsi tidak pernah menolong untuk maju. Jangan pernah malu, selama yang kamu lakukan itu tidak merugikan siapapun. Itulah yang ibu katakan padaku. Lalu aku maju. Aku mulai menjajakan buku di sosial mediaku. Berharap kelak ini bisa jadi permulaan aku membuka toko buku di kampung halamanku. Sepi pesanan sering menjatuhkan semangatku, tapi aku percaya kalau kita amanah maka rezeki tidak akan kemana–mana.

Ruang gerak yang terbatas tidak lantas membuat aku tidak bisa bergerak. Saat ini aku sedang mengasah kemampuan menulisku dengan mengikuti kelas menulis online. Punya teman baru dan pengalaman baru meski di rumah saja sekarang.

Aku semakin menikmati waktu sejak memutuskan resign bulan lalu. Menjadi lebih disiplin mengelola waktu dan memiliki banyak ruang untuk bisa mengasah kemampuan dan potensi diriku. Dan aku merasa menjadi bos saat ini. Bebas berekspresi, berkreasi, mengasah diri, dan yang pastinya menjadi berkat untuk sekeliling. Aku juga jadi punya lebih banyak waktu untuk duduk bercengkerama dengan keluarga, menjadi ojek untuk ibu, menjadi lebih dekat dengan ibu sembari mengembangkan diri dan menekuni kegiatan saat ini agar lebih berkembang lagi.

Aku menikmatinya. Perempuan bisa berkarier di mana saja, termasuk menjadi ibu rumah tangga. Bagiku menjadi bos di rumah saja saat ini adalah kesempatan untuk berbenah diri, memantapkan langkah, mengembangkan strategi untuk berjalan bahkan berlari. Walau dari nol, tapi aku percaya ini akan berkembang jika aku menaruh hati untuk mengembangkannya. Jangan berhenti, jadikan masalah menjadi tantangan untuk berdiri lagi. Lupakan gengsi, majulah dan raihlah mimpi. 

#ChangeMaker

;
Loading