Sukses

Lifestyle

Lady Boss: Rutin Menulis Jurnal Menyelamatkan Andra Alodita dari Rasa Cemas

ringkasan

  • Andra Alodita bagikan pertolongan pertama dalam menghadapi kecemasannya
  • Mulai dari paling simple inhale exhale sampai terbiasa menulis jurnal yang membuatnya lebih tenang

Fimela.com, Jakarta Rasa cemas atau anxiety merupakan hal normal yang dirasakan setiap orang ketika menghadapi situasi atau mendengar kabar yang membuat khawatir. Apalagi di saat seperti ini, di mana pandemi Covid-19 yang belum usai plus bencana alam yang terjadi di awal tahun 2021.

Namun hidup harus terus berjalan, maka sebisa mungkin kita harus mengalahkan rasa cemas agar hidup lebih bahagia, menghargai hidup dan lebih mencintai diri sendiri. Seperti Andra Alodita seorang Lifestyle Blogger dan Content Creator yang sudah memiliki pertolongan pertama dalam menghadapi kecemasannya.

Awalnya, Andra Alodita menceritakan jika sudah beberapa tahun terakhir sedang berjuang dan mencoba berdamai dengan rasa cemasnya. Ketika rasa tersebut datang, ibu satu anak ini sudah tahu apa yang harus dilakukan.

"Rasa cemas sesekali masih datang, tapi aku coba berdamai dan tidak ngelawan. Saat rasa cemas datang aku udah punya P3Knya," ujar Andra yang menjadi sosok Lady Boss Fimela.com Januari saat ditemui di Kediamannya, di Jakarta belum lama ini. 

Pertolongan pertama yang ia maksud ialah dengan melakukan inhale exhale, mencari tahu akar permasalahan apa yang membuatnya cemas, hingga menulis jurnal. Setelah itu, ia juga menambahkan meditasi untuk membuatnya lebih tenang.

"Paling penting kita tahu pertolongan pertamanya, karena kecemasan akan menyerang kapan dan di mana saja. Makannya harus punya survival kit. Serta mindset berdamai dengan kecemasan karena itu bagian dari diriku, jadi tidak menolak keberadaannya," lanjutnya sambil tersenyum.

Menulis Jurnal Menjadi Salah Satu Bagian Hidup Andra

Andra mulai menulis jurnalnya sejak lima tahun lalu, namun satu tahun belakangan ia mulai benar-benar belajar menulis apa yang dibutuhkan. Bukan hanya saat merasa cemas menulis jurnal, bahkan ketika dirinya mendapatkan satu pencapaian atau menuliskan mimpi yang telah terealisasi. 

"Aku merayakan progress atau semua wins dengan cara nulis jurnal biar bisa dibaca ulang. Jadi aku menulis afirmasi atau bilang bahwa "Andra, aku bangga sekali kamu udah sampe disini." Saat malam aku mimpi, pasti aku tulis di jurnal dengan buku berbeda. Dan ternyata itu sangat membantu aku ketika down dan menyelamatkan aku," paparnya.

Perempuan kelahiran 7 Oktober 1986 ini mengatakan jika menulis jurnal, dapat menceritakan hingga lapisan paling dalam masalahnya. Walau ia tetap senang untuk bercerita dengan teman-teman dan orang terdekatnya.

"Kalau sama orang kita hanya bisa cerita bagian luar saja, beda dengan jurnal yang bisa lebih dalam. Tidak semua orang kadang-kadang bisa mengekspresikan dirinya," sambungnya. 

Pentingnya Jujur pada diri sendiri

Hal penting lainnya yang harus digaris bawahi ialah jujur pada diri sendiri. Andra mengatakan kunci menghadapi masalah, kecemasan, dan keterpurukan ialah tidak membohongi diri sendiri.

"Aku liat quotes dari Mbak Didin Hartono di Instagram, dia nulis seperti ini “Saya menerima bahwa saya tidak menerima.” Jadi kadang-kadang kita tidak menerima bahwa kita marah atau misalnya lagi sedih, merasa aku enggak mau sedih, dan malah jadinya denial," tuturnya.

Sayangnya, banyak orang yang gengsi untuk jujur pada diri sendiri. Memang hal itu tak bisa didapat secara instan, sebab Andra pun terus melatih dirinya untuk jujur dan mencoba menerima keadaan yang dilakukannya sejak tiga tahun lalu.

"Latihannya lama banget, aku juga masih self journey sampai sekarang. Tapi lama-lama aku belajar, tidak apa-apa memang apa yang sudah terjadi ya terjadi lah. Dan kalo aku jujur sama diriku sendiri kayak enak banget, bisa menerima dan mengenal emosi-emosi dan perasaan-perasaan aku," paparnya.

Selain jujur pada diri sendiri, Andra juga kerap kali memeluk dirinya sendiri atau yang dikenal dengan istilah butterfly hug. Ia mengatakan hal ini dilakukan untuk membuatnya nyaman dengan dirinya sendiri. Apalagi di masa pandemi ini, ia jarang bertemu sahabat yang biasanya memberikan pelukan hangat padanya.

"Kalo pelukan sama orang yang kita sayangin rasanya enak banget, hangat. Tapi pandemi ini membuatku sempet stres banget, kangen dengan physical touch, kangen dipeluk sahabat-sahabat aku. Jadi mulai membiasakan diri melakukan butterfly hug, tidak setiap hari sih, jadi aku lumayan sering meluk diri aku sendiri, karena satu-satunya orang yang bisa aku andalkan adalah diri aku sendiri," tutup Andra.

#elevate women

Loading