Sukses

Lifestyle

AQUA Temukan Cara Mengelola Sampah Plastik dari Budaya Lokal Bali

Fimela.com, Jakarta Jumlah sampah plastik di dunia terus meningkat. Tercatat pada data terbaru dari National Plastic Action Partnership volume sampah plastik di 2020 mencapai 6,8 juta ton dengan pertumbuhan 5% sampah setiap tahunnya.

Untuk itu diperlukan sebuah langkah yang inovatif untuk mengurangi dampak sampah plastik yang berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Menurut Corine Tap selaku Presiden Direktur Danone-AQUA, pendekatan holistik yang dimulai dari inovasi kemasan, pengumpulan sampah plastik, dan edukasi konsumen perlu dilakukan untuk mengurangi sampah plastik di laut sebanyak 70% di 2025.

Dengan gerakan #BijakBerplastik yang dilakukan Danone-AQUA pada 2018, implementasi konsep ekonomi sirkular sebagai solusi untuk memecahkan masalah sampah plastik di Indonesia.

"Kami berkomitmen untuk menggunakan 100% kemasan sirkular pada 2025. Untuk merealisasikan hal ini, kami terus melakukan riset untuk menyediakan hidrasi sehat bagi masyarakat Indonesia dengan mengeliminasi dampak sampah plastik di masa kini dan masa depan," ungkap Ratih Anggraeni selaku Head of Climate & Water Stewardship Danone.

 

 

Dimulai dari Bali

Dimulai dari Bali, Danone-AQUA berinovasi melalui brebagai produk dengan diluncurkannya produk AQUA kemasan 600ml yang dikemas dalam 100% recycled PET (rPET). Recyled PET ini dibuat dari daur ulang plastik PET sebagai solusi untuk menangani masalah sampah plastik di Bali.

Bali sendiri dipilih menjadi pulau percontohan dari implementai ekonomi sirkular dari Danone-AQUA. Bekerja sama denbgan berbagai mitra, Danone-AQUA terus berupaya mengubah pola konsumsi masyarakat dan kebiasaan membuang sampah di Bali.

Sejak diluncurkan gerakan #BijakPlastik di Bali, Danone-AQUA berpegang pada tiga pilar. Yakni pengumpulan sampah plastik melalui aplikasi Octopus, edukasi pada masyarakat melalui komunitas dan sekolah, serta inovasi daur ulang botol plastik.

 

Pendekatan yang efisien

Pada pengumpulan sampah melalui aplikasi Octopus, konsumen dapat memanggil pemulung untuk menjemput sampah plastik dari rumah maupun kantor untuk dibawa ke pusat daur ulang terdekat. Hingga awal 2021, sebanyak lebih seribu konsumen di Bali telah menggunakan aplikasi ini untuk mengumpulkan sampah plastik. Ini menjadi upaya dari Danone-AQUA yang menggunakan pendekatan komunitas sebagai upaya membentuk kebiasaan pengelolaan sampah plastik yang baik di Bali.

Sebagai destinasi wisata, Bali memiliki budaya lokal yang sangat kental. Sehingga pendekatan melalui komunita menjadi lebih efektif karena dapat menjangkau secara personal untuk bisa bergerak secara komunal.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Loading
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Tekad Kuat Jane von Rabenau Benahi Masalah Sampah Plastik di Indonesia Lewat Siklus