Sukses

Lifestyle

5 Tips Menghadapi Tekanan dari Pertanyaan "Kapan Nikah?"

Fimela.com, Jakarta Kita semua tahu tekanan pernikahan dimulai pada usia pertengahan dua puluhan dan mencapai puncaknya di usia 30-an. Dari keluargamu, kerabat hingga teman dan rekan kerja, tidak ada yang meninggalkan kesempatan untuk memberi tahumu bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menikah. Kita tahu tekanan teman sebaya untuk menikah adalah nyata.

Dalam masyarakat seperti kita, adalah normal untuk mendengar orang memberi tahumu kapan harus menikah atau bagaimana menangani hubungan. Sementara beberapa orang baik-baik saja dengan semua omelan terus-menerus, itu bisa menjadi tidak tertahankan bagi orang lain. Keluarga dan teman-temanmu yang terus-menerus menanyakan kapan kamu akan menikah dapat menyebabkan banyak kecemasan. Jadi, jika kamu berpikir bahwa tekanan teman sebaya terlalu banyak untuk ditangani, maka kamu telah mendarat di halaman yang tepat.

Berikut adalah beberapa tips untuk menangani tekanan teman sebaya untuk menikah.

1. Tanyakan Apa Tujuanmu

Pertama, tanyakan pada dirimu apakah dirimu ingin menikah sekarang atau mengejar karir, atau mencari stabilitas keuangan, atau ingin belajar. Setelah tahu apa yang dirimu inginkan, maka itu mungkin membantumu mendapatkan ide tentang apa yang ingin dirimu lakukan, alih-alih merasakan tekanan. Selama dirimu tahu apa yang dirimu inginkan, apa yang orang lain pikirkan akan tampak kurang penting.

2. Percaya dengan Keputusan

Apa pun yang dirimu putuskan, tetaplah pada keputusanmu dan yakinlah tentangnya. Mengubah pikiranmu di bawah tekanan tidak akan membawamu ke mana pun, tetapi kemauan yang kuat akan.

3. Komunikasikan Perasaanmu

Komunikasikan perasaanmu dengan teman dan keluargamu, tetapi jangan terlalu defensif dalam prosesnya. Tetap tenang dan beri tahu mereka bahwa dirimu menghargai perhatian mereka, tetapi dirimu ingin fokus pada karier atau apa pun yang dirimu pilih.

4. Jangan Menghindari Teman dan Keluarga

Jangan menghindari keluarga dan temanmu hanya karena dirimu takut seseorang akan menanyakan pertanyaan tentang pernikahan kepadamu. Menghindarinya tidak akan membantu menyelesaikan masalah, tetapi mengomunikasikan kekhawatiranmu akan membantu.

5. Jangan Buru-buru Menikah

Jangan terburu-buru menikah karena dirimu tidak tahan lagi dengan tekanan. Duduklah dan pikirkan apa yang dirimu inginkan dari kehidupan karena pernikahan adalah komitmen kepada seseorang yang dirimu cintai selama sisa hidupmu.

Tekanan bisa menjadi sangat nyata, tetapi ada baiknya tetapkan tujuan hidupmu. Jika dirimu menikah karena tekanan itu hanya akan memengaruhi hubungan jangka panjangmu.

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen

Loading