Sukses

Lifestyle

Fakta-Fakta Konferensi Asia Afrika 1955 yang Jarang Diketahui

Fimela.com, Jakarta Ini dia fakta-fakta yang jarang diketahui tentang Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Cekidot!

Konferensi Colombo adalah cikal dari konferensi ini
Ali Sastroamidjojo | via: idabudhiati.wordpress.com

Perdana Menteri Indonesia saat itu, Ali Sastroamidjojo, mengundang 5 perdana menteri yang mengikuti konferensi tersebut.

Istana Bogor | via: echiryryota.deviantart.com

Pertemuan yang berlangsung dari 28 hingga 31 Desember 1954 di Istana Bogor ini menghasilkan keputusan untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 18 hingga 24 April 1955.

Arsip Nasional Republik Indonesia menyimpan arsip Konferensi Asia Afrika
Gedung Arsip | via: cpnskementerian.info

Arsip tersebut terdiri dari berbagai media seperti 1778 lembar arsip kertas, 565 lembar arsip foto dan 7 reels arsip film.

Para delegasi negara-negara Asia Afrika tiba pada 16 April 1955

Perdana Menteri Ali Sastoamidjojo serta menteri luar negeri Sunario menyambut kedatangan delegasi mancanegara.  Antara lain:

Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Chou En Lai
Chou En Lai (Republik Rakyat Tiongkok) | via: berdikarionline.com

Perdana Menteri Mesir Gamal Abdel Nasser
Gamal Abdel Nasser (Mesir) | via: middleeastmonitor.com

Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru
Jawaharlal Nehru (India) | via: livemint.com

Perdana Menteri Burma U Nu
U Nu (Burma) | via: en.wikipedia.org

Perdana Menteri Sri Lanka Sir John Kotelawala
 Sir John Kotelawala (Sri Lanka) | via: en.wikipedia.org

(Baca juga: Yang Perlu Diketahui dari Peringatan Konferensi Asia Afrika 2015)

Sempat ada sabotase kepada delegasi Republik Rakyat Tiongkok
Chou En Lai | via: www.flickr.com

Tanggal 11 April 1955, Kashmir Princess, pesawat carteran milik India yang mengangkut delegasi Tiongkok dan sejumlah wartawan, meledak di udara dan jatuh di laut Natuna. 16 orang penumpangnya, termasuk 7 kader Partai Komunis Tiongkok (PKT), tewas. Sementara 3 orang–Anant Shridhar Karnik (teknisi), Dixit (kapten), dan J.C. Pathak (navigator)–berhasil selamat.

Diduga Chou En Lai sudah mengetahui perihal sabotase ini. Maka dari itu dia selamat dari ledakan pesawat ini.

Para delegasi menginap di dua hotel di Bandung yaitu Hotel Homann dan Hotel Preanger

Hotel Savoy Homann
Hotel Savoy Homann, Bandung | via: klikhotel.com

Hotel Grand Preanger

Hotel Grand Preanger, Bandung | via: klikhotel.com

(Baca juga: Hajat Besar yang Tercetus Setelah Konferensi Asia Afrika 1955)

The Bandung Walk
The Bandung Walk | via: cikalnews.com

Pada hari Senin, 18 April 1955 sekitar pukul 08.30, para delegasi berjalan dari Hotel Homann dan Hotel Preanger secara berkelompok untuk mengahadiri acara Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka Bandung, peristiwa ini dikenal dengan sebutan langkah bersejarah "The Bandung Walk".

Konferensi ini menghasilkan prinsip-prinsip yang dikenal dengan Dasasila Bandung
Dasasila Bandung | via: twitter.com

Setelah konferensi berlangsung, banyak negara di Asia dan Afrika yang memproklamasikan kemerdekaannya
Negara-negara Asia dan Afrika | via: 24bit.wordpress.com

 

Demikianlah fakta-fakta mengenai Konferensi Asia Afrika yang jarang diketahui orang.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading